Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKP Kementan RI Lakukan Kunjungan Lapang ke Kulon Progo
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 24-11-2017 |


Kamis (23/11) Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyluhan DIY mendampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI yang tiba di Yogyakarta beserta tim. Tim BPK Pusat tiba di BKPP DIY pukul 07.30 WIB langsung meninjau Gerai Pusat Informasi Pangan Lokal, OKKP-D DIY dan kemudian dijadwalkan menuju Kabupaten Kulon Progo.

Tim dari BKP Kementan RI yang dipimpin oleh Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng. mengunjungi lokasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Nglambor, Sidoarjo  Samigaluh, Kulon Progo. Beliau menjelaskan bahwa pengembangan KRPL merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan dengan mendorong masyarakat agar mampu memproduksi pangan sendiri.

Melalui KRPL diharapkan asupan gizi dapat dipenuhi dengan mengoptimalkan lahan pekarangan untuk ditanami aneka sayuran sehingga nutrisi keluarga menjadi beragam, bergizi, seimbang dan aman. Dalam kunjungan di KRPL Seruni Menoreh Indah yang diketuai oleh Pujiwanti, beliau memberikan julukan bahwa Desa Sidorajo sebagai Desa Pangan Organik Lestari yang harapannya dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mensejahterakan warganya.
 


(Tim mengunjungi KRPL Seruni Menoreh Indah)


Selain KRPL, tim yang terdiri dari BPK pusat dan BKPP DIY mengunjungi Kawasan Mandiri Pangan (KMP) yang terdiri dari 10 kelompok Afinitas. Kelompok Sungut Lele Ngestiharjo yang diketuai oleh Budi Santoso merupakan salah satu yang bergabung dalam KMP. Kelompok yang berdiri sejak 2011 dengan modal kecil mampu mendapatkan menghasilan rata-rata 3 juta rupiah per bulan. Kepala BKP Kementan RI mengharapkan kelompok di KMP Wates bisa lebih mengembangkan usahanya dan dapat memandirikan masyarakat.
 


(Kunjungan lapang di Kelompok Sungut Lele Ngestiharjo)


Kunjungan lapang lokasi berikutnya yaitu menuju Gapoktan Panca Manunggal yang berlokasi di Wates Kulon Progo. Gapoktan ini merupakan salah satu anggota PUPM/TTI (Toko Tani Indonesia) yang dibina oleh BKPP DIY. Bapak Agung Hendriadi memberikan statement bahwa beras TTI lebih berkualias karena disimpan di dalam gudang Gapoktan dan baru digiling, dikemas kemudian dipasarkan.

Dalam hal ini jelas peran TTI ke depan sangat strategis untuk memudahkan masyarakat mendapatkan beras yang berkualitas dan terjangkau. Kualitas beras di TTI memiliki nilai ekonomis dengan kualitas baik, hal ini karena adanya pemotongan rantai pasok yang panjang menjadi tiga mata rantai yaitu Gapoktan ke TTI, TTI menjual langsung ke konsumen.

Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si. menyampaikan bahwa kedepannya BKPP DIY akan menambah jumlah Gapoktan menjadi 10 dan TTI sebanyak 20, sehingga masyarakat bisa mengakses pangan dengan mudah dan dengan harganya terjangkau. Keberadaan TTI dapat melancarkan distribusi pangan.
 


(BKP Kementan RI bersama BKPP DIY kunjungi Gapoktan Panca Manunggal)


Kunjungan lapang satu hari dapat dijadikan pengembangan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendorongan semangat kelompok dalam mengolah usahanya.

 

 

Lainnya :
*
Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Nilai IKM BKPP: Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Audiensi Pengurus APJI DIY Kepada Kepala BKPP DIY
Berita BKPP
Oleh : Admin | 26-11-2018 |

Beranda Berita BKPP