Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKPP DIY Mengkaji Ketersediaan Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 28-11-2017 |


Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY selenggarakan Apresiasi Analisis Ketersediaan Pangan Berdasarkan ARAM II Tahun 2017 yang dihadiri oleh lebih dari tiga puluh peserta petugas terkait ketersediaan pangan baik dari kabupaten maupun provinsi serta pelaku usaha pangan khususnya pangan pokok (27/11).

Kepala BKPP DIY, Ir Arofa Noor Indriani, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa analisis ketersediaan pangan sangat penting khususnya dalam pembuatan kebijakan penyediaan pangan yang menjadi salah satu tugas dari pemerintah.

Saat ini banyak tantangan dalam penyediaan pangan salah satunya adalah alih fungsi lahan yang cukup tinggi. Selain itu, penyediaan pangan juga sangat dipengaruhi oleh irigasi / pengairan, daya beli masyarakat terhadap saprodi (pupuk, benih, dsb.), serta diversifikasi pangan.
 


Angka konsumsi beras tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yaitu sebesar 93,6 kg/kapita/tahun sementara tahun lalu hanya 88,3 kg/kapita/tahun. Hal tersebut perlu dikaji kembali terkait penyebab pastinya. Regulasi terkait pangan lokal juga masih minim sehingga kurang dilirik dan angka konsumsi beras masih tetap tinggi.

Selain padi/beras, ketersediaan pangan di DIY yang mengalami surplus adalah jagung dan kacang yang mengalami surplus hampir sepanjang tahun. Sementara itu untuk komoditas kacang hijau, kacang kedelai, serta ubi jalar masih mengalami defisit sehingga masih perlu mendatangkan dari luar daerah.
 


Tahun ini, produksi padi di DIY mengalami sedikit kenaikan yaitu dari 883 ribu ton di tahun 2016 menjadi 897 ribu ton pada tahun 2017. Kenaikan produksi terutama ditopang dari produksi padi ladang. Kondisi sebaliknya terjadi pada jagung yang mengalami sedikit penurunan sekitar 10 ton dibanding tahun sebelumnya yaitu hanya 300.030 ton sementara tahun sebelumnya mencapai 310.257 ton. Produksi tertinggi terjadi pada bulan Januari-Desember.

Kondisi yang cukup memprihatinkan yaitu produksi tanaman kedelai yang pada tahun ini diramalkan mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan hampir separuhnya yaitu dari 16.763 ton di tahun 2016 menjadi 8.676 ton pada tahun 2017.

Hal tersebut disinyalir akibat rendahnya minat peatani dalam menanam kedelai karena harganya kerap jatuh dan merugikan petani. Menyikapi hal ini pemerintah D.I. Yogyakarta melalui Dinas Pertanian mengambil sejumlah langkah yang di antaranya adalah membuat event festival olahan kedelai yang diharapkan akan menarik minat masyarakat dalam memanfaatkan kedelai produksi petani.
 

 

 

Lainnya :
*
Capaian Angka NBM Tetap 2016, DIY Tetap Optimalkan Ketersediaan Pangan
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 18-10-2017 |
*
BKPP DIY SALURKAN 31 TON BERAS CADANGAN PANGAN UNTUK DAERAH TERDAMPAK KEKERINGAN
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 05-10-2017 |
*
GERAKAN OPTIMALISASI POTENSI DESA
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 28-07-2017 |
*
Apresiasi Angka Ramalan (ARAM) I Tahun 2017
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 21-07-2017 |
*
Penyerahan Hibah Barang Kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) se-DIY
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-06-2017 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan