Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Kebutuhan Pangan DIY Meningkat di Akhir Tahun
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 27-12-2017 |


Gambar diambil dari www.merdeka.com

 

Kebutuhan beras rumah tangga dan non rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik tajam di akhir tahun 2017. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si mengatakan ada kenaikan 10 ribu ton.

"Beras biasanya kondisi normal per bulan 37 ribu ton, tapi Desember ada kecenderungan naik 10 ribu ton menjadi 47 ribu ton," kata Beliau dalam jumpa pers Ketersediaan sembilan Bahan Pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Jumat (15/12/2017).

Menurutnya, pada hari besar keagamaan biasanya keluarga membuat hidangan istimewa sehingga permintaan bahan pangan meningkat, terlebih juga ada libur akhir tahun.

Kebutuhan bahan pangan lain juga meningkat, seperti kebutuhan daging ayam, telur dan cabai.

Kebutuhan daging ayam adalah 7.700 ton dari sebelumnya 4.400 ton atau naik 3.300 ton, sedangkan telur 4.200 ton atau naik 1.200 ton dari bulan sebelumnya dan cabai kebutuhan mencapai 250 ton naik dari sebelumnya 205 ton.

 

Kebutuhan tersebut adalah untuk rumah tangga dan non rumah tangga

Meski kebutuhan meningkat, Beliau mengatakan stok tidak ada kelangkaan dan bisa dikendalikan dan aman hingga awal tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Dinas Pertanian DIY, Ir. RD. Maman Suherman, MP mengatakan produksi beras di DIY untuk bulan Desember 2017 mencukupi kebutuhan.

"Produksi beras di November dan Desember 87.680 ton setara dengan beras 56.115 ton, tadi disampaikan perlu 47 ribu ton. Melihat panen tersebut cukup posisi di DIY," katanya.

Sementara itu, untuk cabai besar yang saat ini posisi pertanaman mencapai 992 hektar dan diperkirakan produksinya 2.240 ton di akhir tahun ini. Sedangkan untuk cabai rawit sebanyak 100 hektar dan diprediksi saat panen mencapai 445 ton.

Terkait dengan efek Siklon Tropis Cempaka yang terjadi beberapa waktu lalu, hal ini juga berpengaruh terhadap pertanian.

Akibat banjir, sawah yang tergenang seluas 8.049 hektar, namun ada yang bisa dipulihkan kembali yakni seluas 6343 hektar.

"Untuk yang puso 281 hektar atau setara gabah 1.686 ton, itu jika dihitung setiap hektar produktivitasnya 6 ton," katanya yang mengatakan meski ada dampak juga pada tanaman holtikultura, namun secara umum kondisi saat ini masih terkendali.

Sementara itu untuk stok kebutuhan pokok di Bulog Divre disebut mencukupi hingga Februari 2018.

Stok beras PSO sebanyak 6.463 ton, beras komersial 26,75 ton, gula pasir 3.492 ton dan yang masih dalam proses pengiriman 100 ton.

"Untuk minyak goreng 43.257 liter dan daging beku 1.506 kilogram," kata Kepala Seksi Harga Pasar dan Pengadaan Perum Bulog Divre DIY, Marika Terti Ratri.

 

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2017/12/15/kebutuhan-beras-diy-naik-tajam-di-akhir-tahun

 

 

Lainnya :
*
BKPP DIY Hadiri Open House Gubernur DIY
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP DIY DAN DINAS PERTANIAN DIY GELAR SYAWALAN BERSAMA
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP dan Jogja Benih Ikut Memeriahkan Hari Krida Pertanian Ke-45
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 18-06-2017 |
*
BKPP DIY Ikut Berpartisipasi Dalam Invesda Expo 2017
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 22-05-2017 |
*
HARDIKNAS : BKPP DIY Mengirim 20 Peserta Senam Sehat
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 08-05-2017 |

Beranda Berita Eksternal