Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Kepala BKPP DIY Dampingi Kunjungan Lapangan BKP RI
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 02-01-2018 |


Dalam rangka mendukung Kebijakan Pangan Nasional, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengadakan kegiatan kunjungan untuk memantau perkembangan ketersediaan, distribusi dan cadangan pangan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk crosschecking kondisi lapangan yang sesungguhnya sebagai bagian dari pengendalian dan pengawasan kegiatan dan program dalam mendukung Kebijakan Pangan Nasional.

Kunjungan dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 29 Desember 2017. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat dan staf BKP Pusat Kementan RI yang diliput oleh wartawan dari media massa lokal. Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilakukan kegiatan kunjungan ke pasar tradisional Beringharjo, kegiatan panen dengan lokasi Sidomulyo Godean Sleman dan diakhiri dengan  kunjungan dan pemantauan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Toko Tani Indonesia (TTI).

Selama kunjungan, tim dari BKP Pusat didampingi oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si. Dalam kunjungan tersebut dilaporkan bahwa berdasarkan pemantauan di pasar bringharjo, untuk komoditas cabe, bawang merah, bawang putih, daging, dan telur semuanya termasuk aman. Harga relatif stabil dan stok tersedia dengan jumlah yang memadai. Kalaupun mengalami kenaikan, maka hal tersebut masih tergolong wajar karena merupakan siklus tahunan pada setiap hari besar ataupun tahun baru ada kenaikan walau sedikit masih dalam batas yang wajar.
 


Data harga panen di Pasar Beringharjo Yogyakarta berdasarkan pemantauan menunjukkan beras medium berada di angka 9.400/kg, daging sapi 115.000/kg, daging ayam 33.000/kg, telur ayam 24.500/kg, cabe merah keriting dan besar 38.000 kg,  bawang merah 17.000/kg, bawang putih 20.000/kg dan gula pasir 11.400/kg.

BKPP DIY bersama tim satgas dan TPID DIY menunjukkan stok yang cukup dan tidak terdapat kelangkaan bahan pangan. Masalah distribusi tergolong lancar dan daya beli relatif tinggi. Dilihat dari stok yang ada, untuk harga maupun daya beli terlihat tidak ada masalah.
 


Dari pihak Bank Indonesia menambahkan bahwa berdasarkan pemantaauannya pada waktu bulan Desember, pada beberapa komoditas memang mengalami kenaikan namun dalam batas yang wajar. Di Daerah Istimewa Yogyakarta ini kenaikan harga-harga bahan pangan cenderung paling rendah dibandingkan dibandingkan dengan daerah lain di pulau Jawa.

Data ketersediaan beras di D.I. Yogyakarta mencapai 563 ribu ton dan jika kebutuhan konsumsi RT mencapai 352 ribu ton dengan besar konsumsi 93 kg/kapita/tahun, maka diperoleh surplus beras sebanyak 156 ribu ton.

Dalam kunjungan lapangan ini Ketua Gapoktan Sidomulyo menyampaikan bahwa kegiatan utama Gapoktan Sidomulyo adalah menyuplai beras tiap bulannya sebesar 80 - 100 ton.  Beras yg dimiliki gapoktan ada 2 jenis, yaitu beras umum dan beras PUPM TTI. Berkat dukungan dari BKPP DIY dan Dinas Pertanian DIY, sampai sekarang beras PUPM masih berjalan lancar dan Gapoktan juga memasok ke KFC di Jabotabek. Harapannya pemerintah tetap memperhatikan petani, jangan impor sehingga dapat mensejahterakan petani.

Diharapkan dengan program PUPM ini dapat memotong rantai pasok pangan sehingga harga beras dapat terjangkau.

"Masa lalu kita impor beras dan saat ini kita ekspor, ini yang berubah. Modernisasi sedang dikerjakan, saat panen tiba jika luas lahannya luas kita fasilitasi dengan mesin," tegas Kepala Pusat Distribusi dan Kerawanan Pangan BKP RI.
 

 

 

Lainnya :

Beranda Berita BKPP