Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKPP DIY Hadiri Sinkronisasi Program dan Kegiatan BKP RI
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 14-02-2018 |


Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY menghadiri pertemuan Sinkronisasi Program Badan Ketahanan Pangan Wilayah Barat untuk Tahun Anggaran 2018 yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Surakarta pada tanggal 11 sampai dengan 13 Februari 2018.

Dalam pertemuan tersebut Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2018 ini akan memfokuskan kegiatan pada upaya pengentasan kemiskinan melalui program padat karya. 

"Kita akan fokus dan berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI, Agung Hendriadi saat memberikan sambutan dan arahan pada "Sinkronisasi Program dan Kegiatan Badan Ketahanan Pangan Wilayah Barat Tahun Anggaran 2018" Minggu malam (12/1) di Solo, Jawa Tengah.

"Pengentasan kemiskinan dengan pola padat karya dilakukan pada 1.000 desa di 100 kabupaten/kota" tambah Agung, dihadapan para Kepala Dinas/Badan yang menangani ketahanan pangan wilayah Barat.

Ditekankan oleh Agung, pengentasan daerah rawan pangan sebagai bagian dari penurunan angka kemiskinan dilakukan dengan cara penurunan angka stunting, dan optimalisasi kegiatan padat karya untuk menyerap tenaga kerja melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari, Kawasan Mandiri Pangan dan lainnya.

Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, Agung meminta agar dinas ketahanan pangan daerah fokus pada tugas, fungsi dan perannya, melalui program/kegiatan yang sudah direncanakan. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan diantaranya stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta  penguatan cadangan pangan daerah.

Agung juga memaparkan bahwa, BKP melaksanakan beberapa kegiatan, seperti penyediaan informasi harga pangan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, pelaksanaan serap gabah (sergab) petani bersama TNI dan Bulog di tingkat kabupaten sampai tingkat lapangan khususnya di 17 provinsi sentra produksi padi. Untuk mensukseskan kegiatan tersebut, Agung  menekankan, agar dinas dan instansi yang menangani urusan pangan melakukan upaya ekstra untuk mensukseskan pencapaian swasembada pangan.

Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi : http://www.pertanian.go.id

 

 

Lainnya :
*
Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Nilai IKM BKPP: Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Audiensi Pengurus APJI DIY Kepada Kepala BKPP DIY
Berita BKPP
Oleh : Admin | 26-11-2018 |

Beranda Berita BKPP