Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Tips Sehat dan Aman Memilih Takjil
Tips
Oleh : Sekretariat | 23-05-2018 |


 

Bulan ramadhan telah tiba, umat muslim serentang menjalankan ibadah puasa selama  30 hari. Setiap bulan ramadhan, waktu menjelang berbuka biasanya jalanan menjadi ramai. Banyaknya warga yang berdagang menawarkan menu takjil, otomatis setiap menjelang berbuka sepanjang jalan tersebut dipenuhi oleh pembeli.

Berbagai macam hidangan camilan untuk berbuka puasa dijual untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Mulai dari jajanan pasar yang gurih dan manis semacam lumpia, risoles, kue lupis, kue talam, kue lapis, sampai minuman yang manis-manis semacam es cendol, timun suri, sop buah dan sebagainya. Saking banyaknya jajanan, biasanya orang-orang akan kalap saat membeli. Bisa jadi malah kenyang duluan sebelum makanan 'sebenarnya' gara-gara kebanyakan makan takjil.

Banyaknya pedagang takjil tentunya akan menimbulkan persaingan di antara mereka. Berlomba-lomba untuk menjual dan meraup keuntungan sebanyak mungkin. Tentunya suatu hal yang wajar dan biasa dalam dunia ekonomi. "Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya", itu sudah menjadi prinsip ekonomi dunia perdagangan. Oleh sebab itu para pedagang takjil akan berusaha sedemikian rupa supaya mereka bisa menarik sebanyak mungkin pembeli. Caranya bisa macam-macam, mulai dari memberikan promo, menata barang dagangan sedemikian rupa, hingga melakukan hal-hal curang (mungkin tidak semua, tapi jelas ada!).

Konsumen yang cerdas perlu memperhatikan kriteria makanan sehat dan aman, misalnya :

  1. Menghindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok

Skrinning pertama yang bisa kita lakukan secara visual. Menggunakan bahan pewarna merupakan salah satu usaha untuk menghasilkan penampilan yang menarik pada makanan. Bahan pewarna bisa berasal dari bahan alami (Natural Food Color) atau bahan sintetis (Synthetic Food Color).

Antara pewarna alami dan sintetis tentunya akan lebih mahal yang menggunakan pewarna alami, karena untuk menghasilkan tingkat warna tertentu, bahan yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan pewarna sintetis. Selain itu, warna yang dihasilkan oleh pewarna alami juga biasanya tidak seterang dan semenarik pewarna sintetis.

Bahan pewarna alami misalnya daun suji, pandan, kunyit, bit, gula kelapa, wortel dan lainnya. Sementara pewarna sintetis yang boleh digunakan untuk makanan misalnya Tartrazine CI 19140, Ponceau 4R CI No. 16255, Eritrosin CI No. 45430, Briliant Blue CI No. 42090 dan sebagainya. Dan kandungan-kandungan pewarna ini juga ada batas maksimumnya. Sementara itu, pewarna sintetis yang dilarang misalnya Rhodamin B, Kuning Metanil, Magenta I, II dan III, Kobalt Asetat dan lainnya

Mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna sintetis yang berbahaya tentunya beresiko menimbulkan masalah kesehatan mulai dari reaksi alergi, mual, muntah hingga sakit kepala dan diare.

Tanpa alat uji yang memadai, tentunya kita akan kesulitan untuk memastikan apakah suatu makanan menggunakan pewarna sintetis yang aman atau tidak. Jadi lebih amannya, hindari makanan yang warnanya terlalu terang dan mencolok.

  1. Memperhatikan bau, rasa dan tekstur yang tetap wajar

Jika baunya terlalu menyengat, rasanya aneh dan terlalu kuat atau teksturnya terlalu kenyal, bisa jadi makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak seharusnya ada disitu. Boraks dan formalin adalah bahan berbahaya yang paling sering ditemukan dalam makanan. Tujuannya tak lain tak bukan adalah supaya teksturnya lebih kenyal dan tahan lama (bahkan bisa lebih dari tiga hari). Selain itu bahan-bahan yang menggunakan pemanis buatan juga biasanya akan meninggalkan rasa (after taste) yang pahit di tenggorokan.  Oleh sebab itu baiknya menghindari makanan atau minuman yang memiliki salah satu dari ketiga ciri ini.

  1. Jangan mudah tergiur dengan harga murah (tidak wajar)

Siapa sih yang tidak tergiur dengan barang yang harganya murah. Meski begitu tentunya kita harus tetap logis karena bagaimanapun konsep "ada harga ada rupa" tidak bisa kita abaikan. Jika harga suatu makanan jauh lebih murah daripada harga pasaran biasanya, tentunya kita perlu bertanya-tanya, bahan-bahan seperti apa yang digunakan untuk membuatnya? Jangan gara-gara murah, kita tutup mata pada resiko yang mungkin timbul.

  1. Memperhatikan kemasan

Kemasan makanan juga merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Pernah lihat penjual gorengan yang menggunakan plastik kresek hitam? Sudah gorengannya masih panas, dibungkus kertas koran, dimasukkan ke plastik kresek hitam pula! Makanan yang dibungkus kertas koran beresiko tercemar oleh tinta kertas sementara plastik kresek hitam juga tidak baik digunakan karena berasal dari bahan-bahan daur ulang tidak diketahui asal mula penggunaannya. Makanan-makanan yang masih panas juga berbahaya bila langsung dimasukkan ke dalam kantung plastik karena panasnya akan bereaksi dengan bahan plastik dan tercampur dalam makanan.

  1. Beli di tempat terpercaya

Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas, belilah takjil di tempat yang terpercaya. Paling tidak kalian yakin dengan kebersihan tempat dan cara pembuatannya.  Kalau beli di pedagang kaki lima, biasanya kita akan bisa melihat langsung cara mereka membuat dan menyiapkan makanan atau minuman. Dari situ kita tentunya bisa menilai apakah kebersihannya terjamin. Karena tidak semua juga pedagang kaki lima mengabaikan kebersihan makanan dan minuman yang mereka jual.

  1. NIE dan Expired Date

Ini berlaku kalau makanan dan minuman yang kita beli sudah dalam kemasan jadi. Jangan pernah lupa memperhatikan Nomor Izin Edar dan Expired Date-nya. Beberapa jenis makanan dan minuman ada yang kondisinya masih bagus meskipun ED-nya sudah terlewat beberapa hari, namun ada juga yang kondisinya sudah tidak baik meski ED-nya belum jatuh tempo (biasanya karena faktor penyimpanan/storage yang tidak mengikuti petunjuk).

Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan ibadah puasa :)

 

Sumber : http://thr.kompasiana.com/irmina.gultom/5afa9610caf7db59276a07e2/tips-memilih-takjil-yang-aman-dan-sehat

 

Lainnya :
*
BUAH PISANG KAYA MANFAATNYA BAGI TUBUH
Tips
Oleh : Sekretariat | 10-01-2017 |
*
3 Manfaat Kedelai Untuk Kecantikan
Tips
Oleh : Sekretariat | 14-04-2016 |
*
Cara Memilih Makanan Sehat Dan Bergizi Untuk Tubuh
Tips
Oleh : Sekretariat | 11-04-2016 |
*
Kandungan Gizi ubi jalar dan manfaatnya bagi kesehatan
Tips
Oleh : Sekretariat | 30-03-2016 |
*
TIPS MEMILIH KEMASAN PANGAN YANG AMAN
Tips
Oleh : Sekretariat | 05-01-2016 |

Beranda Tips