Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Musda Dewan Ketahanan Pangan Provinsi DIY Berjalan Sukses
Sekretariat
Oleh : Admin | 02-05-2012 |

Selasa, 24 Mei 2011, Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan yaitu BKPP Provinsi DIY sukses menyelenggarakan acara Musyawarah Daerah Dewan Ketahanan Pangan Provinsi DIY Tahun 2011. Acara ini merupakan acara tahunan yang rutin digelar oleh Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi DIY. Latar belakang diselenggarakannya Musda ini adalah permasalahan pangan maupun ketahanan pangan yang terjadi saat ini cukup kompleks dan memerlukan peranserta secara aktif dari berbagai pihak, sehingga untuk pelaksanaan tugas Dewan Ketahanan Pangan (DKP) diperlukan kesepakatan dan komitmen dari berbagai pihak dan para pemangku kepentingan ketahanan pangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKPP) Provinsi DIY yang juga merupakan Sekretaris DKP Provinsi DIY. Dalam sambutannya beliau mengemukakan tugas-tugas DKP diantaranya merumuskan kebijakan terkait pembangunan dan penanganan ketahanan pangan secara terpadu serta melakukan mediasi, advokasi, pengendalian dan evaluasi makro terhadap pelaksanaan implementasi program dan kegiatan pembangunan ketahanan pangan. Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas DKP tersebut maka diselenggarakanlah Musda ini.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX dalam sambutannya menyampaikan harapan bahwa hasil Musda kali ini akan bermanfaat banyak bagi peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan ke depannya bagi masyarakat di Provinsi DIY. Sedangkan keynote speaker dalam Musda ini yaitu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya pangan sebagai hak asasi manusia sehingga pemenuhannya wajib dipenuhi oleh pemerintah bersama masyarakat. “Semoga hari ini dapat dihasilkan rumusan kesepakatan dalam menyikapi berbagai permasalahan pangan yang terjadi di DIY”, harap Sri Sultan. Beliau juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan yang kuat memiliki peran penting dalam menjamin terpenuhinya hak masyarakat atas pangan, dan untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama berbagai pihak terkait sehingga disini peran DKP sangat dibutuhkan untuk mengkoordinasikan berbagai pihak untuk mencapai atau menghasilkan rumusan kebijakan yang dapat mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Berbagai permasalahan dan tantangan terkait pangan yang terjadi saat ini misalnya laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, permasalahan perubahan iklim global, keterbatasan lahan pertanian dan laju alih fungsi lahan yang tinggi, akan menjadi masalah dan tantangan yang harus dihadapi dengan peran penting DKP dalam hal ini.

Dalam Musda ini juga ada paparan dari Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Ir. Eni Harmayani, yang menyampaikan tema “Pengembangan Umbi-umbian Untuk Percepatan Penganekaragaman Pangan”. Beliau memaparkan banyak hal terkait pangan lokal, misalnya alasan-alasan perlunya dilakukan penganekaragaman pangan selain beras dan gandum, serta berbagai potensi pangan lokal yang dilengkapi fakta dan data keunggulan umbi-umbian lokal dibandingkan pangan utama kita selama ini. Tak lupa Ir. Eni juga mengungkapkan hasil analisa SWOT untuk pengembangan umbi-umbian lokal disertai dengan rekomendasi strategi pengembangannya berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut. Rekomendasi strategi tersebut yaitu:

  1. Memanfaatkan kelembagaan tingkat petani dan pemerintah untuk mengarahkan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan umbi-umbian.
  2. Optimalisasi lahan yang tersedia dan potensial untuk memenuhi permintaan umbi-umbian
  3. Pemerintah daerah menetapkan regulasi atas penggunaan lahan. (mis: pembatasan penggunaan lahan untuk bangunan)
  4. Kelembagaan tingkat petani, pemerintah, dan PT bekerjasama untuk saling berbagi model best-practice yang pernah ada untuk mengantisipasi iklim yang berfluktuasi
  5. Melakukan usaha pemasaran dengan menitikberatkan pada manfaat umbi-umbian sebagai pangan fungsional
  6. Mengelola umbi-umbian dengan tepat mulai dari budidaya hingga pasca panen untuk meningkatkan ketersediaan, keamanan, dan ketahanan pangan
  7. Melakukan inovasi dalam pengolahan umbi-umbian menjadi produk akhir agar dapat mendongkrak nilai jual

Ir. Sarijo, dari Inprosula (Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach), dalam sesi paparan yang kedua menyampaikan tema “Memperkuat Sistem Pangan Komunitas Sebagai Pilar Kemandirian Pangan Daerah”. Beliau menekankan tentang pentingnya menguatkan sistem pangan nasional yang berbasis komunitas sehingga tidak ada penyeragaman pangan pokok nasional seperti yang terjadi saat ini. “Sistem pangan nasional saat ini belum menjamin semua daerah di Indonesia berjalan dengan baik sistem pangannya, terbukti masih banyak daerah yang terjadi rawan pangan. Demikian juga dengan sistem pangan daerah masih belum mampu berjalan dengan baik”, kata Sarijo. Beliau juga menekankan hal yang sangat penting untuk segera dilakukan adalah meningkatkan sinergitas layanan multipihak dan multisektor sampai di tingkat komunitas, karena selama ini yang terjadi adalah tiap-tiap program pemerintah masih berjalan sendiri-sendiri, belum bersinergi secara baik padahal tujuannya sama yaitu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh para peserta Musda dalam sesi diskusi dan sidang, misalnya bagaimana cara mewujudkan ketahanan pangan dengan menggarap unsur budaya masyarakat; bagaimana ketersediaan pangan umbi-umbian lokal di pasaran dan cara untuk memudahkan masyarakat mengakses pangan lokal ini, sampai kepada teknologi yang bisa digunakan untuk mengolah pangan lokal supaya menarik, praktis, dan tahan lama.

“Ketersediaan pangan lokal perlu ditindaklanjuti bersama, harus sinergi antara instansi terkait misal BKPP dengan Dinas Pertanian dalam hal produksi pangan lokalnya. Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk masalah ketersediaan ini. DIY siap digunakan sebagai model nasional karena dari segi variasi lahan tersedia di DIY mulai dari pantai, lahan biasa, perbukitan, pegunungan, dan lain-lain”, ujar Ir. Sugiarto dari Badan Ketahanan Pangan Pusat.

Dari diskusi tersebut, Ir. Kasiyani, Ketua Pokja Ahli DKP Provinsi DIY menyimpulkan bahwa ketahanan pangan dipengaruhi oleh empat hal, yaitu budaya, kebijakan, teknis, dan pemasaran. Ir. Asikin dalam menutup Musda ini mengatakan bahwa hasil dari Musda ini akan ditindaklanjuti dalam pertemuan pokja ahli DKP Provinsi DIY sebagai rangkaian tindaklanjut dari acara Musda ini.

Lainnya :
*
PUNCAK ACARA PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA XXXVII DIY TAHUN 2017
Sekretariat
Oleh : Andi Bagus | 12-09-2017 |
*
FGD Pengembangan Desa Percontohan
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 08-05-2017 |
*
Rapat Pengelolaan Website
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 13-04-2017 |
*
BKPP DIY GELAR RAKER PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 03-04-2017 |
*
Workshop Pembangunan Ketahanan Pangan 2017
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 10-03-2017 |

Beranda Sekretariat