Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penyuluh DIY Mendapat Penghargaan Caping Emas
Umum
Oleh : Admin | 02-05-2012 |

Provinsi DIY patut berbangga karena salah satu penyuluhnya yaitu Ir.Hj.Wiwiek Hidayati Angesti Wilujeng mendapat penghargaan Caping Emas dalam rangka Panca Windu Sinar Tani. Caping Emas ini disematkan oleh Menteri Pertanian pada acara Pembukaan Soropadan Agro Expo V-2011 di Kompleks Agrowisata Soropadan Temanggung pada hari Sabtu, 2 Juli 2011.

Wiwiek, begitulah Koordinator Penyuluh di Provinsi DIY ini biasa disapa, ia lahir di Yogyakarta, 24 Mei 1953, menjadi penyuluh sejak tahun 1986. Wiwiek adalah lulusan Sarjana Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. ”Saya baca-baca buku, apa sejatinya penyuluh itu? saya pelajari profesi ini, akhirnya saya mencintai profesi ini, menggerakkan masyarakat, menyelesaikan persoalan masyarakat, merubah perilaku, meskipun fasilitasnya kurang,”tambahnya. Baginya, penyuluh bukanlah manusia dewa dan juga bukan manusia super. Penyuluh terampil sekalipun, ia tidak akan bisa melayani semua kebutuhan petani. Dalam satu wilayah binaan, petani itu beragam masalah dan jenis usaha taninya. Ada yang menanam padi, sayuran, beternak, dan usaha perikanan. Penyuluh pertanian terampil mungkin hanya menguasai cara menanam padi, berikut pasca panen dan pemasarannya. “memang, nggak mungkin penyuluh terampil bisa menguasai semuanya, namun dia juga juga tidak boleh berhenti dengan menjawab : maaf saya tidak ahli dibidang itu” katanya. Untuk bisa keluar dari persoalan itu sebagai seorang penyuluh Wiwiek berusaha bisa membuat jejaring, baik ke atas, ke samping, maupun ke bawah, kuncinya adalah komunikasi.” Begitulah Wiwiek, ia selalu mencari cara untuk keluar dari masalah. Menjadi penyuluh dan relawan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kesehariannya, hingga erupsi merapi tahun 2010 lalu beliau ambil bagian sebagai relawan.

Dalam 3 tahun terakhir , Wiwiek membina sekitar 105 kelompok petani, masing-masing kelompok tani beranggotakan 15-20 orang. Ada banyak petani binaannya yang meraih penghargaan tingkat nasional. Diantaranya adalah ; Musiran, dari Bogoran, Trirenggo, Bantul tahun 2007. Muh.Paino, dari Girimulyo, Kulon Progo tahun 2007. Ismini, dari Bandung, Playen, Gunung Kidul tahun 2006. Suyanto, dari Kemiri Kebo, Girikerto, Turi, Sleman, tahun 2006. Wiji Wohadi, dari Patuk, Gunung Kidul tahun 2007. Sumari W, dari Playen, Gunung Kidul tahun 2007. Bambang Setyadi, dari Pakembinangun, Sleman tahun 2007. Jazimah, dari Mojolegi, Imogiri, Bantul tahun 2008. Sutarto, dari Karangmojo, Gunung Kidul tahun 2009. Edy Suhandono, dari Sendang Mulyo, Minggir, Sleman, tahun 2010.

Selamat Kepada Ibu Wiwiek. Semoga prestasi beliau dapat dilanjutkan generasi akan datang.

Menerima Penghargaan Caping Emas dari Menteri Pertanian Suswono

Bersama 3 Penerima Caping Emas lain yaitu;
H.Bibit Waluyo (Gubernur Jateng), H.Isran Noor
(Bupati Kutai Timur),Winarno Tohir (Ketua KTNA)

Bersama Petani-Nelayan DIY di PENAS ke-XIII
Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

(Sumber : 40 th Sinar Tani, Empat Penggiat Pertanian Penerima Caping Emas Award)
-abd-

Lainnya :
*
Makan Cokelat Dapat Mencegah Ngantuk Saat Kerja
Umum
Oleh : Sekretariat | 15-04-2016 |
*
Ragam Jenis Pangan Lokal
Umum
Oleh : Sekretariat | 26-01-2016 |
*
Ketahanan pangan
Umum
Oleh : Sekretariat | 21-01-2016 |

Beranda Umum