Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DIY Terima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dan Penghargaan Ketahanan Pangan Tahun 2012
Berita BKPP
Oleh : Fais Prabowo | 10-12-2012 |

Berbagai inovasi dan kreasi masyarakat yang berhasil memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga, regional, serta nasional mendapatkan apresiasi dari Pemerintah dengan adanya Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara. Pemberian penghargaan ini dilakukan dalam rangka mendorong dan memotivasi masyarakat (petani/kelompok tani, pelaku usaha pangan, masyarakat umum dan aparat pemerintah) sehingga menjadi lebih aktif berpartisipasi dan berkreasi dalam pembangunan ketahanan pangan. 

Pemberian penghargaan ini merupakan kegiatan tahunan yang tidak hanya penghargaan di bidang produksi, tetapi juga meliputi sistem ketahanan pangan dan mencakup keseluruhan sistem agribisnis pangan. Penyelenggaraan pemberian Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2012 dilakukan oleh Dewan Ketahanan Pangan yang dikoordinasikan Sekretariat Dewan Ketahanan Pangan. Proses seleksi dan penetapan calon penerima penghargaan dilakukan secara berjenjang mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga ke tingkat nasional. 

Pada tahun 2012 ini DIY berhasil memperoleh penghargaan dari berbagai kategori. Nama-nama penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari DIY adalah: 

  1. Nurwatoni (Kepala Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta). Kategori: pembina ketahanan pangan. Keberhasilannya adalah membentuk dan menggerakkan kelembagaan ketahanan pangan  melalui  pemberdayaan kelompok wanita, pengembangan pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal, pengembangan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat;  serta menjaring sumber bantuan desa untuk pembangunan ketahanan pangan dari APBN, APBD provinsi,  APBD  kabupaten, dan swadaya desa. 
  2. Sriyono. Kategori: pelayanan ketahanan pangan. Penyuluh Pertanian Penyedia UPT BP3K Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta ini berhasil memotivasi  petani  dalam  meningkatkan produksi dan ketahanan pangan, sehingga kelompok tani yang dibina berhasil meraih penghargaan di tingkat nasional. 
  3. Joko Purnomo, S.P. Kategori: pelayanan ketahanan pangan. Pengawas/ POPT UPT BP3K Prambanan, D.I. Yogyakarta ini bersama penyuluh pertanian berhasil  menggerakkan kelompoktani menerapkan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu, sehingga serangan OPT di wilayah kerjanya relatif rendah dan terkendali. 
  4. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Kategori: pelayanan ketahanan pangan. Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berhasil meneliti dan mengembangkan teknologi pangan lokal  untuk  ganyong, garut, kedepok pisang, ubi kayu, umbi-umbian, dan lainnya sebagai pengganti beras dan terigu; serta  membina masyarakat/kelompoktani untuk menggunakan bahan pangan lokal. 
  5. Gapoktan Ngudi Kamulyan, Ketua Joko Purnomo, S.E. Kategori : pelaku pembangunan ketahanan pangan. Gapoktan dari Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman ini meraih penghargaan pada kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan karena berhasil mengembangan  Gapoktan dalam usahatani padi  dan  palawija,  usaha simpan pinjam; meningkatkan pendapatan  anggota;  dan mengembangkan modal yang dikelola. 
  6. Kelompok Lembaga Keuangan Desa (LKD) Srihardono Pundong, Kabupaten Bantul. Meraih penghargaan pada kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan karena berhasil mengembangkan modal kelompok afinitas  di desa rawan pangan; memberdayakan anggota kelompok dalam mengembangkan usaha dan kegiatan produktif. 
  7. Kelompok Wanita  Tani (KWT) Seruni, Desa Sendang Tirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. KWT yang diketuai oleh Ratna Prawira ini meraih penghargaan pada kategori pelaku pembangunan ketahanan pangan subkategori pengembangan industri dan perakit teknologi karena keberhasilan mengembangkan usaha industri pangan olahan pisang uter skala rumah tangga  dengan menggunakan bahan baku lokal dan menghasilkan lebih  dari  10 macam produk yang dikemas,  berlabel, dan  berijin,  serta sukses memasarkan produknya ke luar DIY. 

Sementara itu untuk memberikan apresiasi dan motivasi dalam upaya peningkatan produktivitas petani/kelompok tani dan kelompok masyarakat dalam rangka memantapkan ketahanan pangan serta menghargai komitmen dan motivasi yang tinggi dari pejabat fungsional dalam menggerakkan partisipasi dan mendorong keberdayaan masyarakat untuk peningkatan produktivitas pertanian dalam rangka memantapkan ketahanan pangan, pemerintah memberikan penghargaa ketahanan pangan tahun 2012. Penerima penghargaan ketahanan pangan tahun 2012 dari DIY adalah sebagai berikut: 

  1. Gapoktan LDPM Hastoredjo, Desa Sindang Rejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta 
  2. Kelompok Wanita Tani  (KWT) Dasawisma  Putri Manunggal, Pergiwatu Wetan, Desa Srikayang, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, D.I. Yogyakarta 

Lainnya :
*
Gertam Buah dan Sayur di Gunungkidul
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Memori Satu Dasawarsa BKPP
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Nilai IKM BKPP: Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Audiensi Pengurus APJI DIY Kepada Kepala BKPP DIY
Berita BKPP
Oleh : Admin | 26-11-2018 |

Beranda Berita BKPP