Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan 2015-2017
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 19-02-2015 |

Melalui program Upsus tiga komoditas utama padi jagung kedelai (pajale), pemerintah Presiden Jokowi sangat bertekad untuk mensukseskan kedaulatan pangan dalam 3 tahun ini, yaitu pada tahun 2017. Pada kegiatan Upsus pajale, segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan. Operasioanalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar dilaksanakan secara all in untuk mensukseskan program yaitu dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersedian benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga ), bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya.

Program Upsus dilaksanakan serentak di beberapa provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) diminta untuk mengaplikasikan teknologi unggulan yang sudah dimilikinya untuk mendukung suksesnya program Upsus terutama dalam hal penyediaan benih unggul serta teknik-teknik budidaya pajale dan SDM untuk pendampingan produksi.

Pendampingan/pengawalan Upsus merupakan faktor penting dalam pencapaian target produksi yaitu dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia di Kementerian Pertanian. Setiap eselon 2 di Kementerian mendapat tugas untuk mengawal pelaksanaan Upsus di 4-5 Kabupaten sentra produksi pajale. BB Biogen bertanggungjawab untuk mendampingi 5 Kabupaten di Jawa Tengah yaitu: Grobogan, Sragen, Karanganyar, Boyolali dan Blora. Tugas pengawalan mulai dari persiapan pertanaman yaitu mengumpulkan data dari setiap Kabupaten antara lain pengumpulan data saluran irigasi, luas tanam dan produksi, pengawalan ketersedian pupuk, benih dan sarana pertanian.

Dukungan dari TNI Angkatan Darat juga diperoleh dengan ditandatanganinya MOU antara Menteri Pertanian RI dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bahwa seluruh Babinsa akan membantu petani agar program swasembada pangan ini dapat terwujud pada tahun 2017. Dukungan dari jajaran TNI ini telah diwujudkan sejak persiapan pertanaman sampai pengawalan benih dan pupuk. Pelatihan singkat diberikan kepada para Babinsa oleh para pakar yaitu penyuluh, para peneliti dari Dinas Pertanian dan Balitbangtan untuk memudahkan operasionalisasi mereka di lapangan. Beberapa materi pelatihan yang diberikan kepada para Babinsa dari Kodim 0717 Purwodadi, Kabupaten Grobogan adalah: optimalisasi lahan, peningkatan penggunaan benih bermutu, penerapan teknologi pemupukan yang tepat, pengamanan produksi dari OPT, serta mengoptimalkan pupulasi tanam melalui teknologi “Jajar Legowo” pada tanaman padi.

 

Dikutip dari : http://biogen.litbang.pertanian.go.id

Lainnya :
*
BP3K SEBAGAI POSKO, MENDUKUNG UPSUS PAJALE DI DIY
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Andi Bagus | 03-11-2015 |
*
Pedoman Pengawalan dan Pendampingan Terpadu UPSUS Swasembada PAJALE
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Andi Bagus | 22-05-2015 |
*
Pedoman Teknis Pendampingan Penyuluhan UPSUS pada Program Optimasi Lahan
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 19-04-2015 |
*
Upsus Swasembada Pangan Jadi Indikator Kinerja Penyuluh
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 20-03-2015 |

Beranda Upaya Khusus (Upsus)