Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SURVEILEN SERTIFIKASI PRIMA 3 DI KELOMPOK TANI NGUDI MAKMUR
PMHP News
Oleh : Gamma | 09-06-2015 |

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DIY sebagai institusi/unit kerja di lingkup Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai dengan tugas dan fungsinya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian. Dalam rangka menjamin keamanan dan mutu serta meningkatkan daya saing pangan segar asal turnbuhan yang beredar, maka OKKPD menerbitkan sertifikat jaminan mutu dan melakukan pengawasan bagi para pelaku usaha yang mengajukan permohonan sertifikasi Prima, registrasi Produk Domestik (PD), maupun Packing House (PH). Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, OKKPD menunjuk Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) sebagai personel yang secara resmi ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap unit usaha atau lembaga dalam menerapkan sistem jaminan mutu pangan yang ditentukan.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 8 – 10 Juni 2015, tim PMHP BKPP DIY melaksanakan kegiatan pengawasan dalam bentuk surveilen sertifikasi Prima 3. Kegiatan surveilen ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai tingkat konsistensi pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikat Prima 3 dari OKKPD DIY dalam menerapkan Good Agriculture Practices (GAP). Pelaku usaha yang disurveilen kali ini adalah Kelompok Tani Ngudi Makmur yang beralamat di Blumbang, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Kelompok yang membudidayakan salak pondoh ini telah mendapatkan sertifikat Prima 3 bagi produknya pada tahun 2013, dan pada tahun ini dilakukan surveilen sebagai dasar penilaian untuk menentukan kelayakan kelompok ini dalam mempertahankan sertifikat Prima 3.

Dasar acuan dalam melakukan pengawasan ini adalah Permentan No. 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. Kegiatan surveilen meliputi audit kelengkapan dokumen/catatan yang dimiliki kelompok, inspeksi/verifikasi kebun dan kegiatan budidaya, serta pengambilan sampel produk salak pondoh yang dilakukan oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) untuk diujikan di Laboratorium LPPT UGM Yogyakarta. Parameter yang diujikan meliputi uji cemaran logam berat (Pb, Cd, Hg) dan residu pestisida (Organophosphat, Organochlorin, Karbamat, dan Piretroid).

Hasil dari kegiatan surveilen ini selanjutnya akan dipaparkan dalam sidang keputusan bersama Komisi Teknis yang telah ditunjuk oleh OKKPD. Apabila hasil pengawasan terhadap penerapan GAP dinilai masih konsisten dan hasil uji laboratorium terhadap sampel produk menunjukkan kandungan residu pestisida dan cemaran logam berat berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan, maka Kelompok Tani Ngudi Makmur dapat dinyatakan layak untuk mempertahankan sertifikat Prima yang telah diperolehnya. Diharapkan ke depannya, melalui kegiatan pengawasan mutu terhadap kelompok-kelompok tani seperti ini akan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk buah-buahan lokal di era pasar global.

Lainnya :

Beranda PMHP News