Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BP3K SEBAGAI POSKO, MENDUKUNG UPSUS PAJALE DI DIY
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Andi Bagus | 03-11-2015 |

BP3K di DIY memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian yaitu BP3K  berfungsi sebagai pusat  data  dan informasi bagi petani dan pelaku usaha lainnya dalam pengembangan usaha di wilayah kecamatan, BP3K juga berfungsi sebagai Pusat Pelatihan dan Konsultasi baik bagi Penyuluh Pertanian Lapangan, Penyuluh Swadaya dan Petani atau pelaku usaha tani. Pada tahun 2015 ini BP3K mendapat Anggaran Fasilitasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas BP3K sebagai Posko Pembangunan Pertanian melalui APBN Murni Satker 10 BKPP DIY dan APBNP Satker 8 Distan DIY.

Fasilitasi Kegiatan di BP3K sebagai Posko antara lain :

  1. Temu Teknis Tingkat Kecamatan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan Pertanian di kecamatan yang melibatkan unsur terkait yaitu unsur Camat, Kades, Babinsa, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Mantri Tani, Pengurus Poktan, Pengurus Gapoktan, Pengurus Lembaga Eekonomi Petani, Penyuluh Pertanian Lapangan, petugas lapangan UPT Dinas yang menangani pengairan di Kecamatan dan unsur terkait lainnya. 
  2. Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Tingkat Kecamatan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut pertemuan teknis untuk Menyusun langkah-langkah operasional pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di kecamatan, khususnya rencana kegiatan pengawalan dan pendampingan pelaksanaan GP-PTT, POL, dan RJIT mulai dari pengolahan lahan, tanam pemeliharaan, dan panen.
  3. Kegiatan Rembug Tani, merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan yang dilakukan secara rutin oleh poktan dan gapoktan dalam menjalankan usahataninya yang di fasilitasi oleh penyuluh yang berada di wilayah kerja Balai Penyuluhan Kecamatan, rembug tani bertujuan untuk Merencanakan kegiatan usahatani dan Mengidentifikasi masalah serta pemecahannya.
  4. Kegiatan Percontohan/ demplot, Percontohan/demplot dilaksanakan di lahan Balai Penyuluhan Kecamatan/lahan petani dengan menjalin kerjasama/MoU dengan BP3K dengan kewajiban menerapkan teknologi baru yang direkomendasikan oleh Lembaga Penelitian Pertanian/BPPT  sebagai bahan proses pembelajaran bagi Poktan dan Gapoktan.
  5. Kegiatan LAKU SUSI (Latihan Kunjungan dan Supervisi), Pendekatan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh yang ditindaklanjuti dengan kunjungan berupa pendampingan kepada petani/poktan secara terjadwal dan didukung dengan supervisi teknis dari koordinator kecamatan/kabupaten serta adanya ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan. Kegiatan Latihan bagi penyuluh pertanian dilakukan di BP3K secara rutin 2 (dua) minggu sekali. Dengan materi latihan sesuai dengan Kebutuhan Petani untuk pengembangan usaha tani serta terkait Penumbuhan dan penguatan Poktan/Gapoktan.
  6. Peningkatan Kapasitas Penyuluh (Bimbingan Teknis), Bertujuan untuk Meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian, khususnya dalam membimbing, pemecahan masalah usahatani, Bimbingan Teknis dilakukan dengan metode Pertemuan dan Kunjungan Lapangan, khususnya ke sentra-sentra produksi padi, jagung dan kedelai.
  7. Kegiatan Kursus Tani, Bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi (padi, jagung dan kedelai) sesuai dengan rekomendasi teknologi dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPTP).
  8. Kegiatan Farmer Field Day/Hari Temu Lapang Petani, Kegiatan Farmer’s Field Day (Hari Temu Lapangan Petani) sebagai salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan informasi umpan balik dari petani. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada saat panen dan atau setiap tahapan proses budidaya untuk menyampaikan pesan terkait dengan teknologi yang diterapkan, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan Indeks Pertanaman, produksi dan produktivitas padi, jagung, dan kedelai.
  9. Pengelolaan Database Penyuluhan Pertanian, Kegiatan Pengolahan Database Penyuluhan Pertanian di Kecamatan dilaksanakan melalui pemutakhiran data dan informasi penyuluhan pertanian (data dan informasi tentang Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Kelembagaan Petani, dan Kelembagaan Ekonomi Petani dan Materi Penyuluhan) melalui program SMIPP yang meliputi SIMLUHTAN dan Cyber Extension. Pemuktakhiran data dan informasi dilakukan oleh petugas admin.

Lainnya :
*
Pedoman Pengawalan dan Pendampingan Terpadu UPSUS Swasembada PAJALE
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Andi Bagus | 22-05-2015 |
*
Pedoman Teknis Pendampingan Penyuluhan UPSUS pada Program Optimasi Lahan
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 19-04-2015 |
*
Upsus Swasembada Pangan Jadi Indikator Kinerja Penyuluh
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 20-03-2015 |
*
Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan 2015-2017
Upaya Khusus (Upsus)
Oleh : Admin | 19-02-2015 |

Beranda Upaya Khusus (Upsus)