Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pelatihan Petugas Pengawas Keamanan Pangan Segar
OKKPD News
Oleh : Sekretariat | 22-07-2016 |

Produksi pangan aman dan bermutu memerlukan komitmen/kesungguhan semua pihak dan kapabilitas petugas pendamping kabupaten/kota/provinsi/Pusat maupun pelaku usaha. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Keamanan, Mutu Dan Gizi Pangan. Sebagai bidang yang bertanggungjawab dalam hal keamanan pangan, OKKPD Yogyakarta yang bersekertariat di BKPP DIY mengadakan Pelatihan bagi Petugas Pengawas Keamanan Pangan Segar pada tanggal 18-21 Juli 2016. Bahaya yang mengkontaminasi pangan segar ialah Fisik (kotoran), Kimia (pestisida sintetis, logam berat), Biologi (toksin, bakteri). FAO (2003) menjelaskan bahwa Good Agricultural Practices(GAP) atau cara budidaya yang baik dan benar adalah berbagai praktek yang menjawab kesinambungan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial atas berbagai proses pertanian, dan menghasilkan produk pangan dan non pangan yang aman dan berkualitas. Beberapa aspek perencanaan & pelaksanaan produksi sesuai GAP meliputi air, pengelolaan lahan, pemilihan lahan, pemilihan benih, pelindungan tanaman dengan pestisida, peralatan sanitasi, dan tidakan pasca panen. Proses pengawasan pasca panen bersifat sampling, oleh karena itu pengawas harus mampu mengakomodir waktu secara efektif dan efisien.

Hal yang tidak kalah penting, kita harus melakukan pengawasan mengenai alat transportasi dan tempat pemajangan produk.  Alat transportasi dalam kondisi bersih & tidak digunakan mengangkut bahan selain pangan. Alat transportasi  diperiksa untuk memastikan tidak adanya cemaran. Jika transportasi yang digunakan dalam keadaan kotor dan diduga telah mencemari alat angkut ditolak. Pada saat produk pangan & produk non pangan ditransportasikan dan disimpan bersama-sama, maka ada prosedur & mencegah terjadinya kontaminasi silang. Kontaminasi silang juga bisa terjadi di area penerimaan, yakni area yang didesain khusus untuk menerima dan memeriksa barang yang masuk atau datang dari pemasok (BPOM, NO.HK.03.1.23.12.11.10569 / 2011). Aspek yang harus dijaga kebersihannya antara lain bangunan, tata ruang, lantai, dinding, ventilasi, penerapan prinsip First In First Out (FIFO) dan/ atau Last In First Out (LIFO) dalam penyimpanan produk diperiksa sesuai karakteristik produk, dan higiene & kelengkapan petugas. Tahap selanjutnya dalam pengawasan yaitu proses pengemasan atau pengemasan ulang. Cek kondisi bahan kemasan dengan produk yang akan dikemas dalam kondisi baik & tidak rusak. Mengecek temperatur, tekanan  ruangan , mesin apakah berfungsi sesuai standar, khususnya jika membutuhkan standar khusus, kesiapan petugas proses pengemasan untuk melakukan proses pengemasan. Juga menyiapkan dokumen cek list untuk pelaksanaan proses pengemasan atau pengemasan ulang.

Pelatihan berlangsung selama 4 hari, setelah selama 3 hari diberikan teori mengenai pengawasan keamanan pangan segar, dilanjutkan praktek langsung dengan mengunjungi rice mill Gapoktan Sido Mulyo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman dan Kelompok Tani Salak Fajar Mulya di Desa Wonokerto, Kelurahan Ledok Lempong, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman penerima Sertifikat 3 dan Sertifikat Organik untuk mengetahui tata cara proses produksi, pengemasan, distribusi, penerimaan produk dan juga cara pemajangan produk yang baik.

Lainnya :
*
OKKPD DIY Gelar Sidang Keputusan Surveilen bagi 4 Kelompok Tani
OKKPD News
Oleh : Sekretariat | 16-11-2016 |
*
Bimbingan Teknis (Bimtek) Audit Internal OKKP-D
OKKPD News
Oleh : Sekretariat | 16-08-2016 |
*
OKKP-D DIY kembali Loloskan Sertifikat Prima 3
OKKPD News
Oleh : Sekretariat | 09-08-2016 |

Beranda OKKPD News