Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKPP DIY Gelar Seminar Nasional Penerapan Bioteknologi Pertanian
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Sekretariat | 27-05-2017 |

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY menggelar Seminar Nasional bertajuk Penerapan Bioteknologi Pertanian dan Kontribusinya Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia (23/5/2017), bertempat di Fakultas Pertanian UGM. Pada seminar ini hadir Dr. R. Aldemita (senior Program Officer, ISAAA), Dr. Mahaletchumy Arujanan (Executive Director, Malaysian Biotechnology Information Centre), Prof. Dr. M. Herman (Anggota Tim Teknis Komisi Keamanan Hayati PRG), Prof. Dr. M. Parulian Hutagaol (IPB), Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah (Pusat Studi BioteknologiUGM) dan dr. Tri Wibawa, Ph.D (UGM) yang bertindak sebagai pemapar.

Seminar nasional yang diadakan pada tanggal 23 Mei 2017 tersebut dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si. dan sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Bambang Purwantara.

Dr. R. Aldemita mengungkap, area global tanaman biotek dari tahun 1996 hingga 2016 tercatat mencapai 185,1 ha di  3 negara berkembang (Brasil, Argentina dan India) dan 2 negara industri (AS dan Kanada) menanam 91% tanaman biotek. Dalam konteks globalisasi, menurutnya tanaman biotek merupakan solusi penting dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan dunia yang semakin meningkat. Tanaman boiotek juga menjadi harapan dalam mengatasi krisis pangan dengan semakin tingginya jumlah populasi dunia dan terbatasnya jumlah lahan pertanian.

“Tahun 2016 biotek di Asia Pasifik ada delapan negara yang membudidayakan tanaman biotek yaitu India, Pakistan, Cina, Australia, Filipina, Myanmar, Vietnam dan Bangladesh”, ujar Dr. Mahalectumy Arujanan. Beliau juga menyebutkan ada delapan kawasan penanaman non biotek di Asia dan Oseania dengan persetujuan pangan, pakan dan pengolahan yaitu Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Taiwan, Selandia Baru, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan status riset dan pengembangan bioteknologi dan regulasinya di Indonesia, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah menunjukkan bahwa potensi bioteknologi dapat memperbaiki sifat tanaman tahan hama/penyakit, toleran kekeringan atau herbisida dan memperbaiki nutrisi. 

Prof. Dr. Ir. Parulian Hutagaol, M.S. mengatakan bahwa ada potensi sosial ekonomi bioteknologi dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

Lainnya :
*
Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Penyuluhan Pertanian Tingkat DIY
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Andi Bagus | 10-04-2018 |
*
TEMU TUGAS PENYULUH, MENDUKUNG SUKSES SWASEMBADA PANGAN DI DIY
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Andi Bagus | 28-02-2018 |
*
PEMBINAAN DAN EVALUASI THL TBPP DIY TAHUN 2017
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Andi Bagus | 25-10-2017 |
*
Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Usaha Bersama Petani Muda
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Andi Bagus | 21-10-2017 |
*
Tim BKPP DIY Kunjungi Sumber Teknologi Perbenihan di Jawa Barat
Bidang Koordinasi Penyuluhan
Oleh : Sekretariat | 01-08-2017 |

Beranda Bidang Koordinasi Penyuluhan