Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Menjaga Perut Dengan Pangan Lokal
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Admin | 01-05-2012 |

(Kedaulatan Rakyat, 18-10-2010) Fenomena perubahan iklim global yang makin kronis, membuat berbagai negara di dunia mencari alternatif-alternatif baru yang berkaitan dengan ketersediaan pangan. Keterserdiaan pangan erat kaintannya dengan upaya menanggulangi kemiskinan di tingkat global, regional, dan lokal. Setiap tanggal 16 Oktober semua negara di dunia merayakan Hari Pangan Sedunia. Sehari kemudian, tepatnya 17 Oktober, Hari Penanggulangan Kemiskinan Sedunia juga dirayakan. Kedua perayaan ini, sejatinya, mengingatkan kita semua begitu sentralnya pangan bagi kelanjutan hidup manusia.

Sepertinya, upaya menyediakan pangan bagi manusia, baik dalam konteks global maupun lokal, sebagai salah satu cara menemukan ketahanan pangan, masih menemui jalan terjal. Tiga puluh tahun setelah konferensi anggota FAO untuk menetapkan hari pangan sedunia, dengan aneka tema kampanye seperti Achieving food security in times of crisis, Bio-diversity for Food Security, Food for the Future, hingga saat ini, umat manusia masih disergap ancaman kekurangan pangan. Belum lama ini, ancaman itu terjadi dengan krisis gandum, akibat gagal panen yang terjadi di Rusia. Rusia sebagai produsen gandum terbesar di dunia, tentu menimbulkan keresahan akan krisis pangan dunia. Krisis ini juga berpengaruh pada kenaikan kebutuhan pokok dalam negeri kita, mengingat kebutuhan gandum nasional sebesar 4,5 juta ton per tahun. Maka, untuk memenuhi kekurangan itu gandum harus diimpor. Karena, begitu banyak pangan yang kita konsumsi berbahan dasar tepung, seperti roti, mie, dan gorengan. Menurut Franciscus Melirang, Direktur Utama Bogasari, para pedagang kaki lima di Tanah Air dalam setahun ke depan akan kesulitan mencari tepung murah. Hal inilah yang menjadi alasan kuat bahwa kita dapat terimbas oleh krisis pangan dunia (Tempointeraktif.com).

Fakta ini menunjukkan, apa yang terjadi di Rusia, bisa pula terjadi di Indonesia. Fakta ini juga bercerita bahwa krisis pangan global akan ikut menentukan krisis pangan di tingkat lokal dan nasional. Pada saat yang sama, di tingkat lokal produksi pertanian banyak yang mengalami kegagalan. Jika keadaan ini tidak disikapi dengan kesadaran bahwa kondisi perubahan iklim membutuhkan strategi orientasi baru dalam pemilihan produk pertanian yang cocok dengan dinamika iklim, maka bukan tidak mungkin ketiadaan pangan akan mengakibatkan kemiskinan yang makin akut. Kesadaran ini penting bagi semua stakeholder – pemerintah pusat, pemda, dunia usaha, dan masyarakat – agar meminimalkan kerugian petani sebagai penjaga gawang ketahanan pangan. Prof. Triwibowo Yuwono menyebutnya dengan perubahan mindset. Karena, dengan ketahanan pangan yang kuat, maka kita dapat mengatasi meningkatnya kemiskinan.

Pangan Lokal

Sesungguhnya, kegalauan global soal pangan tak perlu terjadi di negeri ini. Alasannya jelas, kita memiliki aneka jenis pangan lokal yang sangat melimpah seantero negeri ini. Dari sukun, ubi kayu, ubi jalar, jagung, jenis kacang-kacangan sampai berbagai jenis pangan lokal lainnya, dapat menjadi lumbung pangan yang memberikan garansi keamanan pangan bagi kita. Pangan lokal pun dapat dibeli dengan harga murah, tanpa mengurangi nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Pangan lokal juga tidak kalah dengan beras. Menurut Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan, jagung memiliki nilai gizi dua kali lipat dari beras (bisnisukm.com). Pameran dan Bazar Diversifikasi Pangan Lokal yang diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Yogyakarta (4-8/10) adalah bentuk ikhtiar agar kita tidak terperosok pada ketiadaan pangan.
*) William E Aipipidely & Nandhes Adi Firmanto
sumber: Kedaulatan Rakyat, 18 Oktober 2010

Lainnya :
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |
*
BKPP DIY OPTIMALKAN KAPASITAS PETUGAS PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 02-08-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan