Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKPP DIY Sukses Menyelenggarakan Ekspose Hasil Program Desa Percontohan
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 03-10-2017 |

 

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta (27/09/2017) bsersama dengan Dewan Ketahanan Pangan DIY menyelenggarakan kegiatan Ekspose hasil program desa percontohan, dengan slogan "dari Rawan Pangan menjadi Lumbung Pangan".

Hasil tersebut berdasarkan pada pelaksanaan survey Data Dasar Rumah Tangga (DDRT) dan Sasaran Rumah Tangga (SRT), dengan kegiatan awal berupa sosialisasi program, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan intervensi dari berbagai SKPD/instansi vertikal, lembaga/organisasi kemasyarakatan dan perguruan tinggi serta TNI melalui Program TMMD mulai awal tahun 2013 pada delapan desa percontohan yang ada di DIY.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pundungsari, Semin Kabupaten Gunungkidul ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Beliau tiba di Desa Sedono sekitar pukul 10.00 WIB bersama rombongan dari BKP Pusat dan SKPD-SKPD Pemda DIY, transit di kediaman Murtoyo Lurah Desa Sedono yang kemudian dilanjut ke lapangan untuk melaksanakan panen padi pada musim kemarau.

Merupakan suatu kebanggakan bagi Kabupaten Gunungkidul yang dapat melakukan panen padi sebanyak 3 kali setahun dengan rata-rata hasil panen mencapai 10 ton. Panen padi dimusim kemarau ini sendiri dipimpin oleh Gubernur DIY selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan (DKP) DIY, diikuti sisi kanan oleh Irjen Kementan RI, Asisten Perekonomian dan Pembangunan DIY dan BKPP DIY. Sedangkan sisi kiri oleh Bupati Gunungkidul, Danrem, Kapolda DIY, BKP Pusat dan Dinas Pertanian DIY.

 

 

Delapan Desa Percontohan  dalam program tersebut antara lain Desa Jagalan kab. Bantul, Desa Tamantirto kab Bantul, Desa Dadapayu Kab. Gunungkidul, Desa Pundungsari Kab. Gunungkidul, Desa Hargorejo Kab. Kulonprogo, Desa Pagerharjo Kab. Kulonprogo, Desa Margoagung Kab. Sleman, dan Desa Wukirharjo Kab. Sleman. Hasil program tersebut yaitu 8 desa yang semula bersatatus rawan pangan berubah menjadi desa aman pangan. Khusus pundungsari produksi padi sekitar 10 ton/ha, bahkan dimusim kemarau pun dapat panen, adanya pengurangan jumlah KK miskin mencapai 30%, dan tngkat kesejahteraan masyarakat meningkat, diukur dari dana yang dikelola oleh masyarakat melalui kelompok yang ada mencapai rata-rata lebih dari 1 milyar rupiah.

Gubernur DIY juga mengungkapkan pembangunan pertanian dan pedesaan perlu mendapatkan prioritas yang didukung dengan perbaikan benih unggul, teknologi tepat guna, serta percepatan penganekaragaman pangan. Kepala BKPP DIY juga menyampaikan bahwa ekspose ini menjadi pendorong dan perantara dalam pembangunan perekonomian dan pertanian daerah. 

 

Lainnya :
*
Kepala BKPP DIY Dampingi Kunjungan Lapangan BKP RI
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 02-01-2018 |
*
BKPP DIY Terima Kunjungan Tamu dari Maluku Tenggara
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 14-12-2017 |
*
BKP Kementan RI Lakukan Kunjungan Lapang ke Kulon Progo
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 24-11-2017 |

Beranda Berita BKPP