Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Bantuan Sosial T.A. 2010
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Admin | 03-05-2012 |

Pada tahun anggaran 2010 Subbid Pengembangan Mutu Konsumsi Pangan melalui dana APBD I Prov. D.I.Y. ada 2 jenis bantuan sosial yang disalurkan, yaitu bantuan sosial Gerakan Makan Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman ( AB3 ) dan Bantuan Sosial Diversifikasi Produk Antara.

I. BANTUAN SOSIAL GERAKAN MAKAN BERAGAM, BERGIZI, BERIMBANG DAN AMAN (AB3)

Dalam Rumah Tangga wanita mempunyai peran yang sangat strategis dalam menentukan menu makanan, mengolah bahan makanan serta dalam menyajikan makanan dalam keluarga. Melihat peran wanita yang begitu besar dalam menentukan pola konsumsi dalam rumah tangga, perlu kiranya meningkatkan pola konsumsi masyarakat yang diharapkan nanti pola konsumsi masyarakat D.I. Yogyakarta menuju pola konsumsi yang beragam, bergizi, berimbang dan aman ( AB3 ). Oleh karena itu sasaran kegiatan gerakan makan beragam, bergizi, berimbang dana aman adalah kegiatan kelompok perempuan di Provinsi D.I. Yogyakarta yang terdiri dari organisasi wanita, kelompok wanita tani, dan kelompok PKK Dasawisma. Pada tahun anggaran 2010 ada 20 kelompok penerima bantuan sosial dengan perincian sebagai berikut :

  1. Kabupaten Gunungkidul 6 kelompok, yaitu : KWT Sido Makmur, KWT Wanita Mandiri, KWT Arum Sari, KWT Sridadi, KWT Panuntun, KWT Sumber Rejeki.
  2. Kabupaten Kulon Progo 5 kelompok, yaitu : Kelompok Mawar X, Kelompok Mawar IX, Kelompok Mawar I, Kelompok Amrih Makmur, Kelompok Ngudi Makmur.
  3. Kabupaten Bantul ada 4 kelompok, yaitu : KWT Lestari Mulyo, KWT Anggur, KWT Mawar, KWT Boga Lestari.
  4. Kabupaten Sleman ada 3 kelompok, yaitu : KWT Agro Lestari, KWT Agro Femina, KWT Menur II.
  5. Kota Yogyakarta ada 2 kelompok, yaitu Kelompok Tani Ekakapti dan Kelompok Tani Maju Lancar.

Tujuan pemberian bantuan sosial Gerakan Makan Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman adalah untuk memberikan motivasi masyarakat dalam melakukan diversifikasi pangan menuju pola pangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman ( AB3 ) serta untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan bantuan stimulan modal kepada PKK, kelompok wanita tani, organisasi wanita untuk usaha ekonomis produktif di pekarangan.

II. BANTUAN SOSIAL DIVERSIFIKASI PRODUK ANTARA

Permintaan komoditas gandum di pasar lokal dan nasional cenderung semakin meningkat setiap tahunnya, meskipun makanan pokok penduduk Indonesia adalah beras tetapi konsumsi gandum cukup tinggi, dan lagi industri pangan olahan kue dan roti baik skala home industri dan pabrikan hampir seluruhnya memakai bahan dasar gandum, sedangkan yang memakai bahan dasar pangan lokal sangat minim sekali. Oleh karena itu melalui kegiatan diversifikasi produk antara dicoba untuk mengenalkan komoditas pangan lokal dengan harapan akan menjadi substitusi bahan dasar pembuat kue dan roti. Oleh karena itu, industri bidang pangan seperti industri pembuatan tepung dan bahan antara lainnya perlu dipacu dan difasilitasi untuk berkembang. Pada tahun anggaran 2010 ada 15 kelompok pengolah bahan pangan lokal yang menerima bantuan sosial kegiatan Diversifikasi Produk Antara, dengan perincian sebagai berikut :Kabupaten Gunungkidul 4 kelompok yaitu kelompok Olahan Melati, Kelompok Wanita Tani Kanna, Kelompok Wanita Tani “Tani Rukun”, dan Kelompok Wanita Tani Ngudi Mulyo.

  1. Kabupaten Kulon Progo 3 kelompok yaitu Kelompok Tani Jlegong Kantaran, Kelompok Tani Subur, dan kelompok Tani Lestari.
  2. Kabupaten Bantul 3 kelompok yaitu kelompok Wanita Tani Anggrek, Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur, dan Kelompok Wanita Tani Maju.
  3. Kabupaten Sleman 3 kelompok yaitu Kelompok Wanita Tani Dahlia, Kelompok Wanita Tani Keladi, dan kelompok KWT Than Lie Nink.
  4. Kota Yogyakarta 2 kelompok yaitu KWT Alamanda dan KWT Puspa Indah.

Adapun tujuan pemberian Bantuan Sosial Diversifikasi Produk Antara yaitu untuk menumbuhkan dan mengoptimalkan pemberdayaan pelaku usaha kecil bidang pangan lokal di daerah, menambah wawasan dan ketrampilan bagi pelaku usaha bidang pangan, mengenalkan teknologi baru penanganan pasca panen pangan lokal terutama pengolahan tepung-tepungan, meningkatkan penyediaan bahan baku pangan lokal tepung-tepungan sebagai produk antara, meningkatkan produksi, produktivitas, mutu dan keanekaragaman produk pangan lokal yang dihasilkan oleh usaha kecil bidang pangan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber pangan lokal melalui penyediaan bahan baku olahan.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan