Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Dialog Publik Penyediaan Pangan Menjelang Puasa
Umum
Oleh : Admin | 03-05-2012 |

Senin, 18 Juli 2011 pukul 18.00 WIB, TVRI Yogyakarta menayangkan acara "Dialog Publik Penyediaan Pangan Menjelang Puasa" dengan menghadirkan narasumber Kepala BKPP Provinsi DIY, Ir. Asikin Chalifah dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi DIY, dr. Andung Prihadi S, M.Kes. Acara ini memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk bertanya, berdialog, dan berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai kondisi penyediaan pangan di daerah Propinsi DIY menjelang puasa yang direncanakan akan jatuh pada bulan Agustus 2011.

Dalam acara yang disiarkan secara live ini, narasumber memberikan gambaran bahwa kondisi dan ketersediaan pangan di Provinsi DIY saat ini relatif stabil dan cukup, hal ini dapat dilihat dari data ketersediaan yang disusun berdasarkan ARAM II dari Dinas Pertanian yang diolah BKPP Provinsi DIY khususnya untuk beras, jagung, kedelai, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan untuk 9 bahan pokok sudah dipantau lewat distributor – distributor serta agen – agen yang mengusahakan bahan makanan dengan metode wawancara langsung. Hasil analisis ketersediaan untuk komoditi beras pada Bulan Juli sebesar 185.210 ton dan Bulan Agustus sebesar 174.424 ton.

Berdasarkan data Neraca Bahan Makanan, total ketersediaan bahan pangan tahun 2010; ketersediaan energi 3.742 kalori per kapita per hari, dan ketersediaan protein sebesar 93,04 gr per kapita per hari. Hal ini sudah melebihi standar nasional yang ditentukan, yaitu ketersediaan energy 2.200 kalori per kapita per hari, dan ketersediaan protein sebesar 57 gr per kapita per hari. Sedangkan tingkat konsumsi pangan penduduk provinsi DIY tahun 2010 mencapai 1.851,4 kalori per kapita per hari, dengan skor pola pangan harapan mencapai 79,2.

Pesan dan harapan kedua narasumber kepada seluruh warga DIY terkait dengan kondisi pangan menjelang puasa saat ini bahwa warga masyarakat perlu mengetahui bahwa berdasarkan pemantauan stok pangan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi DIY mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan melakukan aksi penimbunan bahan pangan yang nantinya akan memicu kenaikan harga pangan. Selain itu, salah satu makna puasa agar kita ikut merasakan penderitaan masyarakat yang kurang mampu, sehingga diharapkan dengan puasa tidak justru meningkatkan konsumsi pangan secara berlebihan yang akan berdampak kebutuhan pangan meningkat, sehingga berdampak pula terjadinya kenaikan harga. Konsumsi pangan juga harus tetap menjaga kaidah beragam, bergizi dan berimbang serta aman.

Lainnya :
*
Makan Cokelat Dapat Mencegah Ngantuk Saat Kerja
Umum
Oleh : Sekretariat | 15-04-2016 |
*
Ragam Jenis Pangan Lokal
Umum
Oleh : Sekretariat | 26-01-2016 |
*
Ketahanan pangan
Umum
Oleh : Sekretariat | 21-01-2016 |

Beranda Umum