Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Indonesia Pembeli Beras Terbesar Di Dunia
Umum
Oleh : Admin | 03-05-2012 |

JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia, tantangan penyediaan kebutuhan pangan pun semakin besar. Bahkan, Indonesia pun dinyatakan sebagai pembeli beras terbesar di dunia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto dalam rapat koordinasi pangan "Feed Indonesia Feed The World II" di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

"Indonesia adalah pembeli beras terbesar di dunia dengan jumlah penduduk sebesar 240-an juta, dengan pertumbuhan sebesar 1,8 persen per tahun. Maka, tantangan penyediaan pangan menjadi sesuatu yang sangat besar," ujar Suryo.

Ia menuturkan, selama ini kebijakan sektor pangan terjebak pada upaya perluasan lahan pertanian, peningkatan impor, dan produksi beras. Padahal, kata dia, tantangan terbesar terkait pengadaan kebutuhan pokok, yaitu bagaimana mengendalikan pertumbuhan penduduk dan penyediaan diversifikasi pangan.

"Dalam menyambut tantangan penyediaan pangan tersebut, ada dua hal penting yang perlu kita perhatikan dan kita usahakan, yaitu program Keluarga Berencana dan program diversifkasi pangan," ujarnya.

Dari segi sumber daya alam, ia mengatakan, masyarakat Indonesia harus bersyukur dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, dengan semakin modernnya kehidupan, banyak sumber daya tersebut yang ditelantarkan. "Di lain pihak, pembukaan lahan baru selalu berhadapan dengan kelestarian hutan yang harus dijaga bersama. Pekarangan di desa-desa kita pun tidak lagi ditanami sayur, cabai, dan palawija karena masyarakat lebih senang berbelanja di pasar swalayan," ujarnya.

Untuk itu, ia menyebutkan, perlunya berpikir global dan bertindak lokal (think global act local) dalam membuat program di sektor pertanian. Untuk itu, ia menyarankan para pemerintah daerah untuk merevitalisasi terhadap kebutuhan pangan sehari-hari, mengimbau penduduknya, misalnya dengan melakukan program "cukupi panganmu dari pekaranganmu sendiri."

Terkait dengan pengendalian jumlah penduduk melalui program KB tidak mudah dilakukan. Maka, ia pun mengatakan, perlu gerakan massal dalam mengajak masyarakat untuk melakukannya. Adapun Rakor Pangan ini, ia menyebutkan kegiatan ini sebagai upaya menyelaraskan program Kadin dengan pelaku usaha dan pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Rakor ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, serta Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad.

Sumber : kompas.com

Lainnya :
*
Makan Cokelat Dapat Mencegah Ngantuk Saat Kerja
Umum
Oleh : Sekretariat | 15-04-2016 |
*
Ragam Jenis Pangan Lokal
Umum
Oleh : Sekretariat | 26-01-2016 |
*
Ketahanan pangan
Umum
Oleh : Sekretariat | 21-01-2016 |

Beranda Umum