Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Workshop Hasil Kajian Produk Bersertifikat Prima Dan Produk Teregister PD (Produk Dalam Negeri)
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Fais Prabowo | 18-10-2012 |

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan manusia. Keamanan pangan harus lebih dulu dipentingkan sebelum diikuti atribut mutu lainnya. Cacat mutu secara fisik dapat dilihat dan berakibat penolakan konsumen dan rendahnya penjualan, sementara bahaya keamanan pangan yang tersembunyi dan tidak terdeteksi sampai produk dikonsumsi belum menjadikan perhatian secara optimal.

Pada era perdagangan domestik maupun internasional (global) yang tidak lagi mengandalkan hambatan tarif, tetapi lebih menekankan pada hambatan teknis berupa persyaratan mutu, keamanan pangan, sanitary dan phytosanitary. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan  untuk meningkatkan daya saing produk, khususnya di wilayah Provinsi DIY.

Menghadapi tuntutan persyaratan tersebut dan dalam rangka menghasilkan produk pangan segar asal tumbuhan yang aman dikonsumsi, bermutu dan diproduksi secara ramah lingkungan, BKPP Provinsi DIY melalui OKKPD telah melakukan jaminan mutu kepada pangan segar baik melalui jaminan mutu, baik Prima 3 maupun Registrasi  Produk Dalam Negeri.

Namun demikian kenyataan produk pangan segar yang telah menerima sertifikat jaminan mutu masih belum bisa menerima peningkatan nilai jual dibandingkan dengan produk non sertifikasi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perilaku konsumen terhadap produk bersertifikat masih sama dengan yag non sertifikasi, sistem pemasaran yang belum optimal yang sehingga mengakibatkan margin yang diterima kecil, kemampuan pelaku usaha dalam mengakses ke pasar modern masih kurang, segmentasi pasar terhadap produk salak bersertifikat masih terbatas, promosi yang kurang, pengemasan yang kurang menarik dan kebijakan pemerintah setempat yang kurang mendukung. Oleh karena itu BKPP menyusun Kajian Produk Bersertifikat Prima dan Produk Teregister PD (Produk Dalam Negeri) untuk mengetahui bagaimana pelaku usaha penerima sertifikat jaminan mutu ini mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk konvensional.

Hasil kajian tersebut disampaikan melalui Workshop Hasil Kajian Produk Bersertifikat Prima dan Produk Teregister PD (Produk Dalam Negeri) agar para stakeholder dan pembuat kebijakan dapat mengetahui hasilnya sehingga di kemudian hari dapat dirumuskan suatu kebijakan yang tepat dalam hal sertifikasi produk, perlindungan terhadap pelaku usaha.

Workshop yang diselenggarakan di Ruang Sekip, Gedung University Club Universitas Gadjah Mada, Jl. Pancasila 2 Bulaksumur, Yogyakarta pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2012 selama 1 (satu) hari, dimulai pukul 08.30 ini bertujuan memaparkan hasil akhir seluruh pelaksanaan pekerjaan kajian produk bersertifikat prima dan produk teregistrasi PD (produk dalam negeri) yang dicapai sesuai dengan rencana kerja yang diajukan dan disetujui dalam pemaparan awal/persiapan serta memperoleh masukan kritik dan saran pada hasil pembahasan, menggambarkan dan memuat seluruh hasil yang telah dicapai dalam penyusunan kajian produk bersertifikat prima dan produk teregistrasi  Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi DIY.

Kajian ini dilakukan terhadap kelompok sasaran yaitu, 16 pelaku usaha/kelompok tani salak pondoh bersertifikat prima 3 dan 2 (di Kabupaten Sleman), serta 2 pelaku usaha produk register PD berupa beras (di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo). Salah satu diskusi yang berkembang dalam workshop ini adalah kenyataan bahwa masyarakat umumnya belum mengapresiasi produk pangan bersertifikat, karena masih kurangnya edukasi tentang pentingnya mutu dan keamanan pangan. Oleh karena itu, instansi terkait disarankan untuk selalu memberikan edukasi yang intens dan kontinyu pada masyarakat mengenai pentingnya mutu dan keamanan pangan. Oleh karena itu kajian mengenai mutu dan keamanan pangan sangat diperlukan untuk mendukung edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya dua hal tersebut, oleh karena itu, akan lebih baik jika kajian-kajian semacam ini dikembangkan di kemudian hari. 

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan