Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BKPP DIY Serahkan Bantuan Air Bersih dan Peralatan MP3L/Pangkin
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Fais Prabowo | 18-10-2012 |

Wagub DIY beri bantuan air bersih dan peralatan MP3L_2012 Yogyakarta (13-10-2012) ­– Dalam rangka Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan, pada tahun 2012 Pemerintah DIY melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY telah mengalokasikan anggaran melalui dana APBN untuk menangani kasus rawan pangan transien yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat bencana alam maupun bencana lainnya. Salah satu dampak anomali iklim yang kini masih dirasakan oleh sebagian masyarakat yaitu bencana kekeringan yang melanda di berbagai daerah di Provinsi DIY. Oleh karenanya, kekeringan yang menyebabkan sulitnya akses terhadap air ini perlu untuk ditangani dengan segera dengan memberikan bantuan air bersih. Pelaksanaan penyerahan bantuan secara simbolik dilakukan di balai desa Mulusan, kecamatan Paliyan, kabupaten Gunung Kidul pada Sabtu, 13 Oktober 2012.  

Mekanisme penyaluran bantuan air ini adalah SOPD kabupaten yang menangani ketahanan pangan menyampaikan informasi tentang wilayah yang mengalami kekeringan dan memerlukan bantuan. Berdasarkan informasi inilah maka tim investigasi dari BKPP DIY yang beranggotakan instansi terkait melakukan penilaian/investigasi ke lokasi. Dari hasil investigasi inilah ditetapkan lokasi calon penerima bantuan berdasarkan jumlah KK yang mengalami kekeringan.

Secara keseluruhan akan dan sedang dilakukan pendistribusian bantuan air bersih sebanyak 605 tangki (@ 5.000 liter) di 53 dusun dalam 15 desa dan 11 kecamatan. Untuk Kabupaten Gunungkidul mendapatkan 450 tangki di 32 dusun, 13 desa, 9 kecamatan; di Kabupaten Sleman ada 141 tangki di 18 dusun, 4 desa, 1 kecamatan serta di Kabupaten Kulon Progo 14 tangki di 3 dusun dalam 1 desa.

Tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi air bersih sehari-hari, sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan baik. Diharapkan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meringankan beban dari dampak kekeringan yang sangat dirasakan masyarakat.

Dalam acara ini juga dilaksanakan pemberian bantuan peralatan Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L) secara simbolik. Tujuan kegiatan Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L) tersebut adalah :

  1. Mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi sumber karbohidrat selain beras dan gandum dengan menggunakan bahan pangan lokal. Dan mengembalikan kesadaran masyarakat untuk kembali pada pola konsumsi pangan pokok asalnya melalui penyediaan bahan pangan selain beras  dan terigu dari sumber daya lokal.
  2. Menyediakan bahan pangan pokok lokal bagi  masyarakat dengan menumbuhkan kelembagaan UKM produsen atau industri pengolahan pangan lokal menjadi bahan pangan sumber karbohidrat pengganti beras sebagai pendukung implementasi program pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah/Pangkin.

Dengan melihat potensi produksi bahan pangan lokal sumber karbohidrat terutama ubi kayu yang terbesar di DIY dengan produksi sebesar 864.138 ton, maka kegiatan MP3L untuk DIY telah ditunjuk Kabupaten Gunung Kidul dengan 2 lokasi unit percontohan yaitu:

  1. Desa Candirejo, Kecamatan Semanu, produk pangan yang dihasilkan berupa Thiwul kering (instant) dengan pengelola Kelompok Sediyo Mulyo
  2. Desa Ngawu, Kecamatan Playen, produk pangan yang  dihasilkan berupa Mie kering, dengan pengelola UKM Putri Dua Satu
Kedua lokasi kegiatan MP3L ini diberikan fasilitasi peralatan pembuat produk Mie kering senilai Rp.81.350.000,- dan Thiwul kering (instant) senilai Rp.90.600.00,-  atau total nilai sebesar Rp. 171.950.000,- serta modal untuk pembelian bahan baku pangan lokal masing-masing sebesar Rp.20.000.000,-

Penyerahan bantuan air dan peralatan MP3L tersebut dilakukan secara simbolik oleh Wakil Gubernur DIY. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Gubernur DIY mengharapkan dengan adanya fasilitasi/bantuan ini akan dapat mendorong dan memacu pengelola kegiatan Unit Percontohan MP3L untuk melakukan aktivitas produksi bahan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Gunung Kidul dan kedepan diharapkan dapat ikut mendorong Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan berbasis sumberdaya lokal. “Kepada kelompok usaha/UKM pengelola Unit Percontohan MP3L kami menaruh harapan besar akan keberhasilan program ini, sehingga Daerah Istimewa Yogyakarta benar-benar dapat dijadikan sebagai model percontohan Pengembangan Pangan Pokok Lokal” terang Wagub DIY. 

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan