Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Produksi ikan dapat mendukung ketahanan pangan
Berita Eksternal
Oleh : Admin | 20-12-2013 |

201310290004.jpg
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo

Palu (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengemukakan produksi ikan bisa mendukung ketahanan pangan Indoneisa di tengah ancaman krisis pangan saat ini.

"Jadi kita tidak perlu lagi bergantung pada daging yang selama ini seolah menjadi patokan untuk ketahanan pangan," kata Sharif saat membuka Pameran Nusantara 2013 di Kota Palu, Rabu.

Dia mengatakan kebutuhan ikan di Indonesia tidak bergantung pada impor sehingga negara ini telah mandiri dalam memenuhi kebutuhan ikan. "Tidak seperti daging yang bergantung impor dan menimbulkan masalah," katanya.

Dia mengatakan saat ini tingkat konsumsi ikan Indonesia sebanyak 33 kilogram/tahun per kapita, dan itu bisa dipenuhi dengan produksi nasional. Produksi ikan Indonesia pada 2012 sebesar 15,9 juta ton.

Sementara itu, tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia saat ini sekitar 2,5 kilogram/tahun per kapita. "Itu pun masih bergantung pada impor," kata Sharif.

Olehnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Sharif meminta masyarakat untuk terus meningkatkan konsumsi ikan karena saat ini tingkat konsumsi ikan Indonesia masih kalah jika dibanding dengan Malaysia atau Jepang. "Ikan memiliki kandungan protein dan gizi yang tinggi, tidak kalah dari daging," katanya.

Dia juga mengemukakan potensi kelautan Indonesia dari berbagai sektor setiap tahunnya bisa mencapai Rp3.000 triliun.

"Jika itu direalisasikan maka akan membawa dampak perekonomian untuk dukung Indonesia menjadi negara maritim," kata Sharif saat membuka Pameran Nusantara 2013 di Kota Palu, Rabu.

Sharif yang juga Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia mengemukakan, Indonesia sudah diakui sebagai negara yang memiliki potensi besar di bidang kelautan.

Faktor-faktor yang menjadi indikator keunggulan Indonesia antara lain posisi strategis yang dilalui 40 persen lalu lintas perdagangan dunia, atau bisa diistilahkan dengan "jalan semanggi dunia".

Faktor selanjutnya adalah Indonesia memiliki sumber alam sangat kaya dengan didukung zona ekonomi ekslusif, zona tambahan dan zona teritorial.

Saat ini Indonesia juga memiliki sepuluh sektor ekonomi kelautan unggulan yakni perikanan tangkap, perikanan budi daya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, energi dan sumber daya mineral serta pariwisata bahari.

Selanjutnya perhubungan laut, industri dan jasa maritim, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil, dan sumber daya kelautan nonkonvensional.


Dikutip dari / sumber : Antara News

Lainnya :
*
Kebutuhan Pangan DIY Meningkat di Akhir Tahun
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 27-12-2017 |
*
BKPP DIY Hadiri Open House Gubernur DIY
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP DIY DAN DINAS PERTANIAN DIY GELAR SYAWALAN BERSAMA
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP dan Jogja Benih Ikut Memeriahkan Hari Krida Pertanian Ke-45
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 18-06-2017 |
*
BKPP DIY Ikut Berpartisipasi Dalam Invesda Expo 2017
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 22-05-2017 |

Beranda Berita Eksternal