Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TENTANG MODEL PENGEMBANGAN PANGAN POKOK LOKAL DIY
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Admin Sekretariat | 24-03-2014 |

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta pada acara Sosialisasi Model Pengembangan Pangan  Pokok  Lokal (MP3L)  menyampaikan beberapa hal terkait dengan MP3L. Tampak para peserta fokus menyimak hal - hal yang harus diketahui, dipahami dan juga perlu diaplikasikan dilapangan.

Apa saja maksud dan tujuan sosialisasi MP3L ? 

Maksud  dan  tujuan

1.   Mengangkat pangan lokal sebagai pangan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, baik sebagai pangan subtitusi, pangan campuran maupun pangan pokok, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah

 2.  Menghasilkan pangan lokal, dengan bentuk hasil produk pangan sesuai dengan potensi dan budaya pangan masyarakat saat ini.

 3.  Mendorong terwujudnya penganekaragaman pangan dalam rangka mewujudkan polap

      konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA).

 

Sasaran

1.Sasaran kegiatan kepada UMKM/UKM yang        mempunyai    kemampuan mengelola

    kegiatan , Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal(MP3L) di kabupaten terpilih

2.Sasaran produk yang dihasilkan MP3L  :

    -Masyarakat berpenghasilan rendah (RTS Raskin)

    -Masyarakat umum

 

Hasil yang Diharapkan :

 - Berkembangnya pangan pokok lokal, sehingga akan       mendorong penganekaragaman

    Pangan menuju pola konsumsi pangan  memenuhi kaidah beragam, bergizi   seimbang dan

    Aman (B2SA) dimasyarakat,          serta    mengurangi ketergantungan padapangan sumber

karbohidrat tertentu (beras dan terigu)

 - Berkembangnya bisnis pangan pokok lokal di DIY

 - Dapat membantu Pemerintah Kabupaten (Bantul) dalam penyediaan pangan pokok lokal bagi

bagi RTS Raskin

 

 Pelaksanaan Kegiatan

  MP3L  Tahap I dimulai tahun 2012 s/d. 2013 dengan lokasi Kabupaten Gunung Kidul, dengan

  Dukungan dana APBN :

  -UKM Putri 21 di Sumberjo, Desa Ngawu,   Kecamatan Playen Produk yang dihasilkan berupa

    Miekering(Mie AYO), dengan kapasitas produksi 100 kg/hari (berbagai rasa dan ukuran 

    kemasan),   dengan pasar di Gunung Kidul dan Depok, Bogor Jawa Barat

    Bahan baku mie kering 100 % berupa tepung     MOCAF (Modified Casava Floor)

  • UKM Sedio Mulyo

Produk pangan yang dihasilkan Thiwul instant (merk Thiwul AYU), dengan kapasitas produksi 100 kg/hari (kemasan 500 gram)

    Pasar di Kabupaten Gunung Kidul, termasuk di daerah wisata

    Bahan baku 100 % tepung MOCAF (Modified Cassava Floor)

    Bahan baku MOCAF berasal dari Kabupaten Gunung Kidul (cluster pembuat tepung MOCAF)

 

 Model Pengembangan Mp3l  Di Diy Tahun  Tahun  2014  Sama Dengan  Model Kegiatan 

 2012-2013

   Produk Pangan Yang Dihasilkan Mp3l Kabpaten Bantul Disepakati Berupa Mie Kering

   Berbahan  Dasar Tepung Tapioka dan Dibuat Model Klaster/Pembagian Tugas, Terdiri Dari :

   A.KLASTER/KELOMPOK  PENGOLAHAN PRODUK ANTARA

      à Menghasilkan Tepung Tapioka Bahan Baku Bagi Kluster        Pengolahan Mie

           Dilayani /Didukung 5 Kelompok Atau Pelaku Usaha Pengolahan          Produk Antara

           (Tepung    Tapioka)

 

B. KLASTER/KELOMPOK PENGOLAHAN  PRODUK MP3L :

     Merupakan Kelompok/Unit Kerja Di Kabupaten  Yang Difasilitasi Peralatan Dan

     Merupakan Kelompok/Ikm/  Ukm Pengolah Pangan

     Klaster Ini Bertugas Membuat Produk Mp3l,  Mengambil          Tepung Tapioka Dari

     Klaster Pengolah      Produk Antara Dan Distribusi/Memasarkan Kepada Yang

     Membutuhkan

     Klaster Pengolah Produk Mp3l  Terdiri Dari  Ukm Pembuat Mie (Kering) Di Kecamatan

     Pundong Yang Telah Ditunjuk Bkp3 Bantul

 

Pendampingan MP3L tahap 1 oleh Tim Teknis dari  :

  • Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) UGM
  • Fakultas Teknologi Pertanian UGM
  • UPTBPTK-LIPI Yogyakarta
  • Disperindagkop ESDM Kab. Gunung Kidul
  • BP2KP Kabupaten Gunung Kidul

Permasalahan :

  • Kemasan masih mahal, berdampak pada harga jual baik produk Mie AYO dan Thiwul instant AYU lebih mahal dari harga mie instant dari terigu.
  • Kemampuan penyediaan bahan baku dan produksi masih belum bisa mengimbangi permintaan konsumen (terutama Mie AYO).

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan