Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
APRESIASI PENYUSUNAN POLA PANGAN HARAPAN
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Admin Sekretariat | 30-05-2014 |

Plt  Kepala Badan  Ketahanan  Pangan  dan  Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta ( Ir.Arofa Noor Indriani MSi ) pada acara pembukaan  apresiasi penyusunan PPH  yang dilaksanakan pada tanggal 26 Mei  2014 di Hotel  ATRIUM  Jln.Laksda Adisucipto Yogyakarta. Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan maksud dan tujuan dari Arpesiasi tersebut.

Maksud dan Tujuan dari  apresiasi penysunan PPH  adalah :

*Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang PPH kepada para petugas termasuk para Penyuluh pendamping  kelompok penerima manfaat program Percepatan Pengenekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di DIY

*Dengan adanya wawasan dan pengetahuan tentang PPH  diharapkan para penyuluh pendamping dapat mendorong dan memotivasi kepada para kelompok binaannya untuk mengkonsumsi pangan yang Beragam Bergizi Seimbang dan Aman ( B2SA ) menuju Pola Pangan  Harapan.


 

Setelah dibuka secara resmi, acara selanjutnya adalah penyampaian materi dari BAPPEDA  oleh Bp. Udiyono,Spi,MSi  tentang  peranan Pemerintah  Daerah  dalam  perencanaan pangan. 

Dalam  paparannya Bp.Udiyono,Spi,MSi  menyampaikan  bahwa :

•Skor PPH menunjukkan keragaman konsumsi pangan sesuai tingkat ideal angka kecukupan energi
•Selama dua tahun terakhir, skor PPH di DIY cenderung menurun.  Hal ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi oleh penduduk DIY masih belum cukup beragam sesuai angka kecukupan energi yang ideal
•Tingkat asupan  konsumsi  pangan masyarakat DIY masih didominasi konsumsi pangan kelompok padi-padian terutama beras
•Kelompok sayur dan buah, minyak dan lemak, serta pangan hewani masih berada dibawah rekomendasi Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII tahun 2004

Kemiskinan  merupakan Isu strategis dalam pembangunan lintas sektor/wilayah

•Jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan di DIY cenderung menurun
•Ada kecenderungan bahwa jumlah penduduk miskin di kota cenderung meningkat dan jumlah penduduk miskin di perdesaan cenderung berkurang
•Garis kemiskinan di DIY pada September 2013 sebesar Rp 303.843,00 per kapita per bulan.  Peningkatan garis kemiskinan meningkat 12,49 % selama satu tahun
•Peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan memiliki peran sangat besar (>70 %)
•Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga cenderung menurun.  Hal itu mengindikasikan bahwa rerata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin juga makin menyempit (menuju kondisi yang lebih baik)

ISU STRATEGIS DALAM PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN :

•Ketergantungan terhadap konsumsi beras masih cukup tinggi
•Menurunnya konsumsi pangan lokal ( ketergantungan terhadap produk import )
•Skor PPH (tingkat keanekaragaman pangan) masih belum optimal
•Adanya kerawanan pangan dan gizi buruk yang dipengaruhi oleh terbatasnya akses pangan karena persoalan kemiskinan
•Kurang mantabnya kelembagaan penyuluhan dan sinergisitas pelaku penyuluhan
•Daya saing produk yang masih rendah dalam mengampanyekan diversifikasi/keberagaman pangan lokal
•Kurang sinergisnya peran lintas sektor dalam pembangunan ketahanan pangan

Perlu langkah strategis untuk mengoptimalkan diversifikasi pangan melalui optimalisasi konsumsi  jenis kelompok pangan yang belum optimal dalam mempengaruhi skor PPH & penanganan kemiskinan terintegrasi

Dalam Pembangunan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan sangat diperlukan adanya  penyelarasan RAD-PG dan RPJMD.

Penyelarasan RAD-PG dan RPJMD 2012-2017

Pilar  I. :  Perbaikan Gizi Masyarakat

Pilar  II. :  Peningkatan Aksesibilitas Pangan yang Beragam

Pilar  III. :  Peningkatan Pengawasan Mutu dan Keamanan  Pangan

Pilar  IV. :  Peningkatan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS)

Pilar  V. :  Penguatan Kelembagaan Pangan dan Gizi

tampak para peserta apresiasi penyusunan PPH  yang terdiri dari  pendamping P2KP, petugas penyusun data PPH Kabupaten/Kota , Penyuluh pendamping P2KP  Kabupaten/Kota sedang menyimak  dan mencermati  materi yang disampaikan oleh wakil dari BAPPEDA  DIY. 

Dalam kesempatan yang berbahagia itu Bp.Bambang Kristanto,MA,MSc ( Kepala Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta ) juga memberikan materi yang terkait dengan penyusunan  Pola  Pangan  Harapan.

KESEHATAN DALAM DAYA SAING BANGSA 

Kesehatan menjadi salah satu prasyarat dasar dan kunci pendorong faktor ekonomi yang dinilai dapat menentukan daya saing suatu bangsa.

Untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan:

1. Peningkatan gizi masyarakat
2. Pelaksanaan imunisasi
3. Penambahan fasilitas kesehatan
4. Penyediaan pelayanan kesehatan gratis
5. Pengadaan obat generik
6. Penambahan jumlah tenaga medis
7. Melakukan  penyuluhan  tentang  arti  pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat

KETAHANAN PANGAN TANTANGAN YANG DIHADAPI

1. Peningkatan kebutuhan kuantitas konsumsi

2. Peningkatan kebutuhan industri pangan baik final maupun produk antara (industri) – seiring berkembangnya    industri pangan – mie instant, bakso dll meningkatkan konsumsi bahan pangan industri.
3. Sementara alih fungsi lahan terutama sawah terus terjadi
4. Pola produksi skala RT tidak dapat mengimbangi dinamika pasar/konsumsi
5. Perubahan pola konsumsi:
       i. Kepraktisan – bentuk olahan
      ii. Kualitas: jenis dan kualitas tertentu
     iii. Brand: jaminan konsistensi kualitas
   iv. Trend konsumen terhadap konsumsi pangan olahan dan protein hewani meningkat seiring dengan     peningkatan pendapatan masyarakat
6. Karakteristik konsumsi tidak dapat secara fleksibel direspon produsen yang mayoritas IRT  respon dilakukan oleh pedagang pengumpul, pengolah sehingga nilai tambah hanya dinikmati oleh pedagang

ISU STRATEGIS YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK KEBIJAKAN KEDEPAN

Menjaga basis/kapasitas produksi dan meningkatkan produktivitas:
  Wujudkan lahan pertanian (pangan) abadi terutama untuk padi.
  Revitalisasi sistem perbenihan dan perbibitan.
 Pengawalan produksi –penyuluhan dan penerapan teknologi tepat dan
 ramah lingkungan.
 Putihkan KUT – agar akses kredit meningkat.
 Mensinergikan dengan subsidi agar tepat sasaran dan efektif mencapai
 target.
 Mensinergikan produksi dan pengolahan :
• Pengembangan supply chain – hulu hilir (produsen-pengumpulpengolah)
•  Pengembangan entrepreneurship – pedagang pengumpul untuk
• menjembatani permintaan pasar yang semakin heterogen

Transparansi dan koordinasi kebijakan pangan
Sinkronisasi dan transparansi pengambilan keputusan untuk mempertahankan stabilitas harga yang menjaga kepentingan produsen-pengolah-konsumen (stok, impor, harga dll).
Pengambilan keputusan lintas instansi dirumuskan secara komprehensif dan konsisten oleh Tim yang dilengkapi dengan data dan kemampuan analisa yang mencukupi.
Peningkatan nilai tambah:
 Penyediaan bahan baku dari dalam negeri.
 Komoditas ekspor unggulan yang lebih baik

POLA  PANGAN  HARAPAN ( PPH )

• Pola Pangan harapan (PPH) adalah suatu komposisi pangan yang seimbang untuk dikonsumsi guna memenuhi     kebutuhan gizi penduduk
• PPH dapat dinyatakan dalam bentuk:  
   – Komposisi energi (kalori) aneka ragam pangan dan/atau  
   – Komposisi berat (gram atau kg) aneka ragam pangan yang memenuhi kebutuhan gizi penduduk
• Pola pangan harapan mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran untuk hidup sehat, aktif dan produktif

Pola   Pangan   Harapan  Untuk mengukur keberhasilan upaya diversifikasi baik di bidang produksi, penyediaan dan konsumsi pangan penduduk diperlukan suatu parameter.  
• Salah satu parameter yang dapat digunakan  untuk menilai tingkat keanekaragaman pangan adalah PPH 

Kegunaan PPH
• sebagai alat atau instrumen perencanaan konsumsi pangan, ketersediaan pangan dan produksi pangan;
• sebagai instrumen evaluasi tingkat pencapaian konsumsi pangan, penyediaan pangan dan produksipangan, baik penyediaan dan konsumsi pangan;
• Dapat digunakan sebagai basis pengukuran diversifikasi dan ketahanan pangan;  
• sebagai pedoman dalam merumuskan pesan-pesan gizi.

Demikian secara garis  besar beberapa hal  yang dapat disampaikan apabila masih banyak yang tertuang didalamnya mohon dimaklumi , semoga bermanfaat .
 

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan