Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PEMANTAPAN TIM SKPG DIY TAHUN 2014
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Yusman | 02-09-2014 |


 

Mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian/Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Nomor 43 Tahun 2010 tentang Pedoman SKPG, pengertian SKPG adalah serangkaian proses untuk mengantisipasi kejadian rawan pangan dan gizi melalui pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analisis, dan penyebaran informasi situasi pangan dan gizi. Dalam melaksanakan SKPG, pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pangan dan Gizi yang berada di bawah koordinasi Dewan Ketahanan Pangan.

Pemantapan Tim SKPG Tahun 2014 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 September 2014 di BKPP DIY Jl. Gondosuli No. 6 Yogyakarta serta dihadiri oleh petugas SKPG dari Provinsi diantaranya dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, BKKBN, BPS, BAPPEDA dan dihadiri oleh petugas dari SKPG kabupaten/kota.

Kegiatan SKPG terdiri dari : 1) analisis situasi pangan bulanan, (2) analisis situasi pangan tahunan, serta (3) diseminasi dan penyebarluasan informasi. Analisis bulanan dan tahunan menginformasikan tentang aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang menjadi dasar untuk menganalisis situasi pangan dan gizi di suatu daerah. Data bulanan dan tahunan yang digunakan dalam analisis SKPG tersebut dikumpulkan dari lembaga yang berwenang menyediakan data, seperti BPS, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, atau Dinas/Kantor/Badan/Unit Kerja lainnya yang terkait.

Analisis bulanan untuk aspek ketersediaan pangan menggunakan data luas tanam dan puso komoditas pangan utama sumber karbohidrat pada tahun berjalan dibandingkan dengan rata-rata data tersebut dalam lima tahun terakhir. Untuk aspek akses pangan, data yang dikumpulkan yaitu data komoditas harga pangan utama dan strategis pada bulan berjalan dibandingkan dengan rata-rata data tersebut selama tiga bulan terakhir. Untuk aspek pemanfaatan pangan digunakan pendekatan melalui data status gizi balita pada bulan berjalan.

 

 

Demikian pula untuk analisis tahunan juga menguraikan aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan hanya saja sumber datanya berbeda dengan analisis bulanan. Untuk aspek ketersediaan pangan, data yang dianalisis yaitu data ketersediaan pangan serealia dan konsumsi normatif. Untuk aspek akses yang dianalisis adalah data mengenai kemiskinan setahun terakhir. Untuk aspek pemanfaatan pangan yang dianalisis yaitu` data status gizi balita yang dikumpulkan sekali setahun melalui kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG).

Data bulanan dan tahunan tersebut selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui tingkat kerawanan pangan suatu daerah. Hasil analisis SKPG yang mencerminkan tingkat kerawanan pangan tersebut, selanjutnya dilihat apakah di suatu daerah terindikasi rawan (berwarna merah), waspada (berwarna kuning), dan aman pangan (berwarna hijau). Apabila suatu daerah terindikasi rawan pangan berarti terdapat minimal satu aspek dalam SKPG yang berwarna merah. Kejadian rawan pangan tersebut yang perlu segera dilakukan antisipasi danpenanganan lebih lanjut.

Terkait dengan penanganan daerah rawan pangan, SKPG berperan menghasilkan analisis/peta situasi pangan dan gizi yang digunakan untuk rekomendasi bagi pengambilan keputusan terutama untuk mendeteksi kerawanan pangan kronis dari aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Bagi daerah yang mendapatkan analisis hasil SKPG warna merah (rawan pangan), ditindaklanjuti dengan investigasi. Investigasi merupakan kegiatan peninjauan ke tempat kejadian rawan pangan untuk melihat langsung dan melakukan cross check terhadap kejadian rawan pangan dan gizi, sekaligus mengumpulkan data dan informasi guna mengidentifikasi permasalahan, masyarakat yang terkena dampak, serta jenis bantuan yang diperlukan. Apabila diperlukan tindakan untuk mengatasi kondisi rawan pangan maka dilakukan tindakan intervensi. Tindakan intervensi merupakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah bersama-sama masyarakat dalam menanggulangi kejadian rawan pangan kronis maupun transien, untuk mengatasi masyarakat yang mengalami rawan pangan sesuai dengan kebutuhannya secara tepat dan cepat.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan