Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KURANGI KONSUMSI BERAS "PERLU DILAKUKAN DIVERSIFIKASI PANGAN"
Berita Eksternal
Oleh : Erik | 07-09-2015 |

Yogya (KR) - Pemerintah bersama berbagai pihak akan terus melakukan sosialisasi untuk melahirkan produk-produk baru hasil olahan pangan di masyarakat. Hal tersebut juga sebagai upaya mendukung program pemerintah mengurangi konsumsi beras diganti dengan konsumsi variasi makanan produk lokal.

"Melakukan diversifikasi pangan, tidak sekadar jenis makanan dengan produk baru. Tapi mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa diversifikasi makanan ini sangat penting. Perlu ada variasi makanan, tidak harus beras sebagai makanan pokok. Atau lauk yang dikonsumsi sekarang ini bisa diganti dengan variasi lain yang tetap memiliki kandungan gizi tinggi," tutur Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai mengunjungi stan pameran produk olahan pangan lokal pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXV di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Jumat (4/9).

Dengan diversifikasi makanan ini menurut Sultan, diharapkan akan tumbuh kuliner baru dengan versi jenis lauk pauk makanan yang berbeda. Namun demikian tetap tidak meninggalkan kandungan gizi yang ada dalam makanan tersebut.

"Mendukung perekonomian masyarakat melalui industri UMKM serta sebagai bekal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015," sebut Sultan.

Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Arofa Noor Indriani berharap, kegiatan ini bisa mewujudkan tema yang diusung, yakni penganekaragaman pangan sebagai pilar menuju kedaulatan pangan. Apalagi pemerintah saat ini juga sedang gencar melakukan sosialisasi penurunan konsumsi beras dan terigu dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sekitar.

"Potensi di Yogya banyak, tapi belum terungkap. Produk nonberas dan nonterigu yang notabene sumber karbohidrat seperti ubi, jagung, singkong, sebenarnya sangat banyak. Hanya saja masih inferior atau terpojok. Melalui arena ini dengan penganekaragaman pangan kami harapkan akan mengalihkan jadi pangan superior,"katanya.

Namun demikian Arofa mengaku hal tersebut tidak mudah dan butuh waktu panjang. Karena itulah pihaknya mengupayakan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti halnya pada anak usia dini mulai PAUD, TK dan SD untuk mulai mengubah karakter konsumsi makanan sumber karbohidrat mereka.

"Minimal lidah mereka terbiasa dulu dengan makanan karbohidrat nonberas dan nonterigu. Setelah itu baru meningkat ke tahapan selanjutnya," katanya. Kegiatan yang menghadirkan 50 stan dari berbagai UMKM dan instansi ini sendiri masih akan berlangsung hingga Minggu (6/9) dengan menghadirkan sejumlah kegiatan, seperti lomba cipta menu, pameran/bazar pangan lokal, pengembangan konsumsi pangan lokal hingga lomba menggambar.

Sumber : SKH Kedaulatan Rakyat, 5 September 2015

Lainnya :
*
Kebutuhan Pangan DIY Meningkat di Akhir Tahun
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 27-12-2017 |
*
BKPP DIY Hadiri Open House Gubernur DIY
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP DIY DAN DINAS PERTANIAN DIY GELAR SYAWALAN BERSAMA
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 04-07-2017 |
*
BKPP dan Jogja Benih Ikut Memeriahkan Hari Krida Pertanian Ke-45
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 18-06-2017 |
*
BKPP DIY Ikut Berpartisipasi Dalam Invesda Expo 2017
Berita Eksternal
Oleh : Sekretariat | 22-05-2017 |

Beranda Berita Eksternal