Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SEKILAS PROFIL PEMENANG ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA DIY TH 2015
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 11-09-2015 |

Proses penilaian Adhikarya Pangan Nusantara yang telah berlangsung pada 3-12 Agustus 2015 di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Dari hasil penilaian tersebut telah ditentukan beberapa calon penerima penghargaan dari beberapa kategori, diantaranya kategori pelopor yang diraih oleh peserta Ratna Prawira, SE yang bertempat tinggal di desa Gamelan, Sendangtirto Berbah, Sleman. Beliau sebagai penemu keistimewaan pisang utri/raja bandung yang bisa diolah dan dikonsumsi dengan aman, karena sudah di uji sensorik baik rasa, aroma dan teksturnya. Mulai dari daun, bonggol, batang, bunga, buah dan kulit serta biji buah pisang. Yang bersangkutan juga menggalakkan masyarakat di lingkungannya untuk belajar memproduksi hasil temuan beliau, sehingga warga mampu meningkatkan kesejahteraan dari buah dan pohon yang semula tidak berharga menjadi bahan baku olahan yang tinggi nilainya. Produk yang sudah dipasarkan diantaranya jeli dari daun pisang, criping bonggol pisang, tepung pisang, tiwul pisang pengganti nasi, sambel goreng pisang, kremes pisang, kopi pisang, sirup daun pisang, nugget jantung pisang, krupuk kulit pisang dan masih banyak lagi produk-produk yang dihasilkan dari pohon pisang.

Retnaningtyas, S.STP peraih kategori Pembina-kepala desa yang saat ini bertugas di Kelurahan Rejowinangun ini mampu mewujudkan ketahanan pangan dengan menciptakan ketersediaan pangan bagi masyarakatnya di atas lahan yang terbatas. Cara yang ditempuh agar ketersediaan pangan selalu terjaga dengan membuat sistem ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan dan inovasi, diantaranya membuat lumbung hidup dengan pemanfaatan pekarangan secara optimal dengan menanam satu rumah lima pohon, baik sayuran, buah dan herbal. Mengembangkan potensi pangan lokal dengan penggunaan produk lokal dalam setiap jamuan. Setiap KK mengurangi 1 ons beras per hari dan diimbangi dengan produk lain non beras dan juga membiasakan masyarakat sejak usia dini mengkonsumsi berbagai olahan pangan non beras.

Peraih kategori Pelaku-industri/perakitan teknologi pangan olahan yaitu KWT Pawon Gendis, yang berawal dari kelompok Dasawisma di dusun Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon progo. KWT ini bergerak dibidang olahan pangan berbahan baku lokal diantaranya umbi-umbian, sayuran, dedaunan, biji-bijian, biofarmaka, peternakan, perikanan, padi-padian dan nira kelapa. Semua bahan tersebut menghasilkan berbagai macam produk olahan kering (aneka peyek, aneka kripik, aneka kue kering dan aneka minuman serbuk). Salah satu produk unggulannya adalah olahan dari tanaman herbal pegagan (centella asiatica) yang menghasilkan produk peyek pegagan, coklat pegagan, minuman serbuk celup pegagan dan egg roll pegagan. Tanaman pegagan yang semula merupakan tanaman gulma dan dibuang oleh petani, sekarang justru dibudidayakan, baik di persawahan maupaun ditanam dengan media air karena setelah diolah memiliki nilai jual tinggi yang dampaknya dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (Resti)   

Lainnya :
*
Gertam Buah dan Sayur di Gunungkidul
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Memori Satu Dasawarsa BKPP
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Nilai IKM BKPP: Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Audiensi Pengurus APJI DIY Kepada Kepala BKPP DIY
Berita BKPP
Oleh : Admin | 26-11-2018 |

Beranda Berita BKPP