Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
VERIFIKASI OLEH TIM APN PUSAT
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 16-10-2015 |

Peraih kategori Pelaku-industri/perakitan teknologi pangan olahan yaitu KWT Pawon Gendis, yang berawal dari kelompok Dasawisma di dusun Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon progo. KWT ini bergerak dibidang olahan pangan berbahan baku lokal diantaranya umbi-umbian, sayuran, dedaunan, biji-bijian, biofarmaka, peternakan, perikanan, padi-padian dan nira kelapa. Semua bahan tersebut menghasilkan berbagai macam produk olahan kering (aneka peyek, aneka kripik, aneka kue kering dan aneka minuman serbuk). Salah satu produk unggulannya adalah olahan dari tanaman herbal pegagan (centella asiatica) yang menghasilkan produk peyek pegagan, coklat pegagan, minuman serbuk celup pegagan dan egg roll pegagan. Tanaman pegagan yang semula merupakan tanaman gulma dan dibuang oleh petani, sekarang justru dibudidayakan, baik di persawahan maupaun ditanam dengan media air karena setelah diolah memiliki nilai jual tinggi yang dampaknya dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemenang Kategori Pelaku Pemberdayaan Masyarakat tingkat DIY, KWT Bunda Mandiri. Memiliki kegiatan yang telah dilakukan kelompok diantaranya pelatihan pemanfaatan pekarangan, pembuatan kebun bibit sayuran, pemupukan tanaman sayuran, pola makan bergizi seimbang dan aman, tata cara pemeliharaan ayam buras dan ternak lele. Kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan penanaman sayuran dengan sistem polibag. Dengan bimbingan dari penyuluh dan instansi terkait tentang cara penanaman hingga pemeliharan bibit, sehingga mampu membuat kebun bibit yang dikelola oleh kelompok. Kegiatan lainnya yakni usaha pengolahan hasil berupa pengolahan kripik pisang, pangsit dengan bahan mocav, sengek benguk, getuk, punten dan pengolahan garut menjadi emping garut. Hasil produk olahan tersebut dijual kepasar atau di titipkan di warung atau toko di lingkungan Kecamatan Sentolo dan sekitarnya. Terdapat juga kegiatan optimalisasi pemanfatan pekarangan dengan kebun kelompok dan kebun bibit desa serta pemberian makan tambahan bagi Posyandu dan PAUD.

Retnaningtyas, S.STP peraih kategori Pembina-kepala desa yang saat ini bertugas di Kelurahan Rejowinangun ini mampu mewujudkan ketahanan pangan dengan menciptakan ketersediaan pangan bagi masyarakatnya di atas lahan yang terbatas. Cara yang ditempuh agar ketersediaan pangan selalu terjaga dengan membuat sistem ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan dan inovasi, diantaranya membuat lumbung hidup dengan pemanfaatan pekarangan secara optimal dengan menanam satu rumah lima pohon, baik sayuran, buah dan herbal. Mengembangkan potensi pangan lokal dengan penggunaan produk lokal dalam setiap jamuan. Setiap KK mengurangi 1 ons beras per hari dan diimbangi dengan produk lain non beras dan juga membiasakan masyarakat sejak usia dini mengkonsumsi berbagai olahan pangan non beras.   

Gapoktan Gemah Ripah, peraih kategori pelaku produksi pangan ini memiliki berbagai macam kegiatan, diantaranya budidaya tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), pemanfaatan pekarangan (sayuran, buah-buahan, toga, perikanan, ternak) dan olahan pangan lokal yang dilakukan oleh kelompok wanita tani. Dengan kerjasama maupun komitmen yang baik antar pengurus, kelompok maupun anggota. Gapoktan Gemah Ripah telah melaksanakan tiga aspek ketahanan pangan yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan konsumsi pangan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa prestasi yang diperoleh Gapoktan Gemah Ripah yaitu penghargaan baik di tingkat kabupaten , propinsi bidang pertanian, olahan pangan lokal maupun bidang lainnya. Manfaat yang diperoleh dari berbagai kegiatan, baik kelompok, anggota maupun masyarakat adalah meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan anggota tentang budidaya maupun olahan pangan lokal dalam rangka peningkatan produksi serta menurunnya angka kemiskinan di wilayah setempat. Dampak dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan adalah meningkatnya produksi pangan, pemasaran maupun diterapkannya pola konsumsi pangan masyarakat yang B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan wilayah. (Resti)

 

Lainnya :
*
Gertam Buah dan Sayur di Gunungkidul
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Memori Satu Dasawarsa BKPP
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 19-12-2018 |
*
Kompetisi Kelompok Budaya Pemerintahan SATRIYA Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Nilai IKM BKPP: Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2018
Berita BKPP
Oleh : Sekretariat | 29-11-2018 |
*
Audiensi Pengurus APJI DIY Kepada Kepala BKPP DIY
Berita BKPP
Oleh : Admin | 26-11-2018 |

Beranda Berita BKPP