Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
WORKSHOP HASIL ANALISIS PEMANTAUAN KEAMANAN PANGAN di DIY
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 23-10-2015 |

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang hakiki dan harus dipenuhi setiap saat. Untuk dapat mewujudkan sistem ketahanan pangan nasional yang kokoh, diperlukan pangan yang aman, bermutu dan berkualitas. Dalam kegiatan penanganan keamanan pangan, BKPP DIY beserta beberapa instansi terkait telah melaksanakan kegiatan pemantauan keamanan pangan segar dan olahan di Kabupaten/Kota se-DIY. Hasil pemantauan tersebut disosialisasikan pada kegiatan “Workshop Hasil Analisis Pemantauan Keamanan Pangan” yang diselenggarakan di ruang rapat Dewi Sri BKPP DIY pada hari Senin, 19 Oktober 2015.

Dalam workshop ini diundang perwakilan dari instansi-instansi pemerintah daerah yang berkaitan dengan keamanan pangan di wilayah DIY serta perwakilan dari SD dan pasar tradisional Kabupaten/Kota se-DIY yang pernah diambil sampel pangan olahannya untuk diuji keamanan pangannya. Workshop dibuka langsung oleh Kepala BKPP DIY, Ir. Arofa Noor Indriani, MSi serta Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BKPP DIY, Ir. Kuncara Hadi Purwaka, MMA . Hadir sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain dari : Balai Besar POM DIY, Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Disperindagkop dan UKM DIY, Dinas Kesehatan DIY, Kepala Subbid Keamanan dan Kewaspadaan Pangan BKPP DIY. Workshop berisi materi tentang hasil pengawasan keamanan pangan pada produk perikanan, produk hewani, produk pangan segar dan jajanan pasar yang ada di wilayah DIY.

Dari hasil paparan, didapatkan hasil :

1. Untuk produk perikanan, dari hasil monitoring sebanyak 33% sampel tidak memenuhi syarat dan masih ditemui adanya residu bahan berbahaya.

2. Untuk sampel produk hewani (telur, daging, dan susu) tidak ditemukan adanya bahan berbahaya dan dimasukkan dalam kategori baik/cukup.

3. Untuk produk pangan segar  berupa sayur dan buah, tidak ditemukan adanya residu pestisida. Namun sebanyak 19,44% sampel ternyata terpapar logam berat berupa Pb dan Hg.

4. Untuk jajanan dan produk pangan olahan, sebanyak 20% sampel masih mengandung bahan berbahaya, seperti : boraks, formalin, dan rhodamin B. Ditemui pula sampel produk yang sudah rusak, kadaluarsa, dan tidak memenuhi ketentuan label.

Secara garis besar, pelaksanaan workshop berjalan dengan baik dan lancar. Peserta workshop sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain menambah pengetahuan dan informasi peserta akan kondisi produk pangan segar dan olahan di DIY, workshop ini juga memberi wawasan mengenai bahan berbahaya, paparan pestisida, logam berat dan dampaknya pada produk pangan.

 

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan