Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Bimbingan Teknis Perhitungan Cadangan Pangan
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-03-2016 |

Pada tanggal 15 -17 Maret 2016 telah diselenggarakan Bimbingan Teknik Perhitungan Cadangan Pangan di Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY. Bimtek yang berjalan selama 3 hari tersebut berjalan sangat lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pada hari pertama yakni tanggal 15 Maret 2016, Ibu Kasubbid Ketersediaan dan Distribusi Pangan menyampaikan pentinganya manfaat data cadangan pangan untuk perumusan kebijakan pangan. Dalam perencanaan, tanpa data, maka kita tidak bisa mengevaluasi dan merencanakan kegiatan, karena semuanya harus berdasarkan data. karena itulah data harus ada dan disajikan dengan valid. kesalahan data yang digunakan mengakibatkan perencanaan yang dibuat tidak akan berguna. dalam istilah sistem informasi dikenal istilah gigo (garbage in garbage out) maksudnya adalah apabila input datanya sampah maka yang dihasilkan adalah sampah pula. demikianlah data memegang peran yang sangat penting dalam sebuah formulasi perencanaan. Data berperan dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran; pelaksanaan program yg efektif dan efisien ; alat pengendali program ; alat evaluasi hasil perencanaan ; di Jepang sudah dapat memadukan data dengan  ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat ; di berbagai negara lain untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen sehingga mampu menguasai perekonomian dunia. Namun dalam prakteknya  penggunaan data mempunyai banyak hambatan antara lain ketersediaan data yang kurang timely, sehingga perencanaan tidak menggunakan data yang terupdate ; manajemen data yang kurang diintegrasikan sehingga banyak data terpisah-pisah meski berada dalam satu instansi ; data yang tidak ada ; data tahunan dari sumber yang berbeda sehingga tidak dapat dianalisis ; pengelolaan data yang tidak efisien ; data yang tidak sinkron antar skpd; lambatnya arus informasi dari satu bagian ke bagian. Selanjutnya materi mengenai Organisasi Pelaksanaan Pengumpulan Data di sampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DIY. Struktur Organisasinya terdiri dari Pengawas dan Pencacah yang masing-masing berada di Kecamatan dan Kabupaten. Adapun tugas pencacah yaitu :

  • Mengenali wilayah tugas bersama-sama dengan pengawas
  • Menerima daftar responden yang menjadi tanggung jawabnya
  • Melakukan wawancara terhadap responden terpilih
  • Menjalin kerja sama dengan pengawas dan responden
  • Mengikuti pelatihan
  • Melakukan kunjungan ulang untuk wawancara yang belum selesai
  • Mengoreksi dan memastikan kewajaran serta kelengkapan semua pertanyan
  • Mendiskusikan masalah yang ditemui dalam lapangan
  • Menyerahkan dokumen hasil pencacahan

Sedangkan tugas pengawas yaitu :

  1. Menerima wilayah tugas yang telah ditetapkan oleh BKP Kabupaten
  2. Menerima daftar sampel
  3. Membagi tugas pencacahan kepada setiap pencacah
  4. Bersama pencacahan mengenali batas wilayah dan alamat [perusahaan menjadi tugasnya
  5. Memilih sampel rumahtangga konsumen dan produsen di wilayah tugasnya (sampling)
  6. Mendistribusikan dokumen penacacahan kepada pencacah
  7. Mendampingi dan mengevaluasi kinerja pencacah
  8. Membantu menyelesaikan masalah
  9. Memantau kualitas data
  10. Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan dokumen, isian dll

Pada hari kedua tanggal 16 Maret 2016 dipaparkan mengenai Metodologi Sampling : Cara Penentuan Populasi dan Sampel. Cara mengumpulan data dapat dilakukan melalui SENSUS yaitu sebuah proses mengumpulkan data yang dilakukan terhadap semua unit  yang ada di dalam suatu populasi. SURVEI adalah proses mendapatkan data dari populasi yang dilakukan secara sampel. Tujuan pengumpulan data dan teknik estimasi adalah pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan kegiatan survei cadangan pangan (beras) masyarakat ; penghitungan cadangan beras di tingkat rumah tangga konsumen (non-petani), rumah tangga produsen (petani padi), pedagang dan penggilingan padi di tingkat kabupaten/kota atau kecamatan. Pengumpulan data Cadangan Pangan Masyarakat dilakukan di tingkat kabupaten atau kecamatan. Penghitungan Cadangan Pangan dilakukan dengan menggabungkan antara hasil cadangan pangan di rumahtangga petani, rumahtangga konsumen, pedagang eceran, pedagang besar, dan usaha penggilingan.  Berikut metode estimasi yang harus dilakukan. Estimasi stok beras diukur dari informasi hasil survei yang berupa rata-rata cadangan beras di RT (petani dan konsumen), di pedagang (eceran dan besar), serta usaha penggilingan. Rata-rata cadangan beras digunakan sebagai acuan untuk menghitung total cadangan beras kabupaten/kota, yakni perkalian antara rata-rata cadangan beras dengan populasi pada masing-masing unit pengamatan. Data populasi RT produsen (petani), RT konsumen, jumlah pedagang besar dan pedagang eceran, dan jumlah usaha penggilingan di kabupaten/kota diperoleh dari beberapa sumber. Metode Pengumpulan Data pada RT konsumen, rumahtangga produsen, pedagang, dan usaha penggilingan terpilih dilakukan melalui wawancara tatap muka antara pencacah dengan responden. Wawancara terhadap responden RT konsumen dan rumahtangga produsen menggunakan Daftar VCP14-R, sedangkan wawancara terhadap responden pedagang besar, pedagang eceran, dan usaha penggilingan menggunakan Daftar VCP14-PG.

Bimtek ditutup pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2016 dengan paparan materi tentang tatacara Pengisian Kuisioner Cadangan Pangan di Pedagang dan Usaha Penggilingan. Disampaikan juga mengenai Metode Entry Data dan Pengolahan Data. Struktur kuisioner terdiri dari 6 blok :

  • BLOK I   : IDENTITAS RESPONDEN
  • BLOK II  : KETERANGAN PETUGAS
  • BLOK III  : KETERANGAN RESPONDEN
  • BLOK IV : KETERANGAN PENGADAAN PEMBELIAN DAN PENJUALAN PEDAGANG
  • BLOK V : KETERANGAN PENGADAAN PEMBELIAN DAN PENJUALAN USAHA PENGGILINGAN
  • BLOK VI :CATATAN

Setelah data berhasil dikumpulkan dari beberapa responden, kemudian mulai dihitung metode entry data. Tahapan kegiatan pengolahan pra-komputer Receiving: penerimaan dokumen dari petugas lapangan ; Batching: pengelompokan dokumen berdasarkan pemasukan dokumen ; Editing Coding: proses pengecekan dan penyuntingan dokumen dengan memperhatikan kaidah-kaidah penyuntingan dan penyandian yang telah ditetapkan. Tahapan kegiatan perekaman data meliputi: perekaman data menggunakan program entri ; validasi hasil entri data à data hasil validasi disebut data “clean” ; tabulasi hasil pengolahan à menggunakan data clean untuk menghasilkan tabel-tabel publikasi. Perekaman data/data entry merupakan suatu proses pemindahan isian dokumen ke media komputer dengan menggunakan program aplikasi komputer yang dilakukan oleh seorang operator. Para peserta pun sangat antusias mengikuti bimtek tersebut dan dilanjutkan praktek langsung mengolah data menggunakan Aplikasi SPSS.

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan