Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Ekspose Neraca Bahan Makanan (NBM) Tahun 2015 Sementara
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 13-04-2016 |

Ir. Syam Arjayanti, MPA Kepala Bidang Ketersediaan Dan Distribusi Pangan BKPP DIY menggelar pertemuan guna membahas Ekspose Neraca Bahan Makanan (NBM) Tahun 2015 Sementara. Pada hari Selasa tanggal 12 April 2016 bersama sejumlah rekan-rekan sebidangnya beliau menyampaikan bahwa Ketahanan pangan dan gizi adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya apangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam memenuhi kecukupan gizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya.(sesuai dengan amanah yang tercantum dalam UU No 18 Tahun 2012). Sistem Informasi Pangan dan Gizi adalah sistem yang mencakup kegiatan pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, penyajian, penyebaran data dan informasi dan penggunaan informasi tentang Pangan dan Gizi. Neraca Bahan Makanan yaitu Penyajian data pangan dalam bentuk tabel yang dapat menggambarkan situasi dan kondisi ketersediaan pangan untuk konsumsi penduduk di suatu wilayah (negara/propinsi/kabupaten) pada waktu tertentu. NBM menyajikan angka rata-rata jumlah  pangan yang tersedia untuk konsumsi penduduk per kapita (kg/kap/thn atau gr/kap/hr atau zat gizi tertentu kkal/kap/hr, gram protein/hr, gram lemak/hr). Data & informasi yang dibutuhkan antara lain meliputi Produksi, Impor/ekspor, Perubahan stok, Penggunaan untuk industri, Jumlah penduduk tengah tahun, Faktor konversi untuk produksi dan turunannya dan penggunaan pangan (bibit, pakan, tercecer) serta Komposisi zat gizi bahan makanan.         

Tujuan Penyusunan NBM :

  • Mengetahui gambaran pengadaan (produksi, impor, stok/cadangan)
  • Mengetahui penggunaan serta ketersediaan pangan untuk konsumsi penduduk maupun perubahannya di suatu wilayah pada waktu tertentu (setiap tahun)
  • Memperoleh gambaran detail tentang tingkat ketersediaan pangan (defisit atau surplus),  swasembada pangan,  ketergantungan pada impor, efisiensi pasca panen;  kompetisi penggunaan pangan untuk manusia dan ternak (pangan versus  pakan);  kecenderungan produksi, ekspor, impor,  stok pangan maupun kualitas/ komposisi pangan yang tersedia

Ir. Kuncara  Hadi Purwaka, MMA selaku Kepala Bidang Konsumsi BKPP DIY saat menyampaikan hasil susenas 2014 berharap Diversifikasi pangan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pangan sumber karbohidrat tertentu (beras, terigu) menurunkan angka konsumsi beras. Pangan lokal berpotensi sebagai subtitusi pangan pokok          keberhasilan diversifikasi pangan. Dengan penganekaragaman konsumsi pangan pola konsumsi pangan masyarakat mendekati ideal (Pola Pangan Harapan).

SKOR PPH -  indikator mutu pangan wilayah yang dinilai dari  sumbangan energi kelompok pangan utama pada pola konsumsi pangan. PPH susunan beragam pangan atau kelompok pangan yang didasarkan atas proporsi sumbangan energinya terhadap total energi yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pangan dan gizi penduduk.

Berdasarkan Hasil Susenas 2014

  • Konsumsi Pangan Sumber Energi (Beras)  Masih Tinggi Perlu Peningkatan Konsumsi Umbi2an
  • Konsumsi sayur dan Buah Masih Harus Ditingkatkan
  • Konsumsi Protein Hewani (Ikan)  Harus Ditingkatkan

Agar Keberagaman Pangan Meningkat sehingga Skor PPH Naik            

Maka disusun Program Dengan Daya Ungkit Tinggi untuk Peningkatan Skor PPH. Program tersebut yakni Pengembangan Pangan Lokal Sumber karbohidrat non beras sebagai upaya menurunkan ketergantungan pada beras dan terigu, meski tidak berdampak pada peningkatan skor PPH ; Penyediaan sayuran & buah, pangan hewani, kacang-kacangan yang cukup dan terakses oleh seluruh keluarga ; dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yang terencana , terarah dan fokus pada peningkatan skor PPH. Kembali ditegaskan oleh Bapak Kuncoro “MARI KONSUMSI PANGAN B2SA, MENUJU HIDUP SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF”.

Para peserta dimohon dapat mengikuti pertemuan hingga akhir acara untuk mendengarkan arahan Pemanfaatan Data NBM Sebagai Dasar Penyusunan Perencanaan, Evaluasi, Dan Perumusan Kebijakan dari Ir. Sugeng Purwanto, MMA selaku yang mewakili BAPPEDA DIY. Beliau mengutarakan Peran Data sebagai Basis Perencanaan Pembangunan Daerah salah satunya selain merupakan proses politik, teknokratik dan partisipatif, perencanaan pembangunan daerah memerlukan pula  proses komunikasi intensif, koordinasi dan sinergi yang saling menguntungkan juga tuntutan akan kualitas produk perencanaan pembangunan yang muncul pada saat ini. Dari sudut pandang proses perencanaan pembangunan, diperlukan ketersediaan data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Optimalisasi pemanfaatan data dalam tahapan perencanaan dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemanfaatan sumberdaya secara merata di seluruh wilayah, serta meningkatkan interaksi dan sinergi antarwilayah dan antarsektor. Perencanaan yang baik bermuara pada potensi meningkatnya pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Menutup pertemuan Ekspose Neraca Bahan Makanan (NBM) Tahun 2015 Sementara hari ini, Ir. Syam Arjayanti, MPA memberikan kesimpulan mengenai Ketersediaan pangan sumber energi  tahun 2015 Sementara :

Energi     : 3.677  kalori/kapita/hari

(Standar Nasional : 2.400 kalori/kapita/hari)

Protein    : 112,27 gram/kapita/hari

(Standar Nasional :   63 gram/kapita/hari)

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan