Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sosialisasi Pola Pangan B2SA
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 29-04-2016 |

Ibu Kepala BKPP DIY Ir. Arofa Noor Indriani, M. Si membuka acara Sosialisasi Pola Pangan B2SA dengan khimat dilanjutkan dengan memberikan arahan kepada 55 orang perwakilan guru SD penerima fasilitasi kebun sekolah/kantin sekolah P2KP tahun 2012-2014 dan 5 orang perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten di DIY. Beliau menyampaikan bahwa Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan upaya meman­tapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam dalam jenis pangan dan seimbang dalam jumlah dan komposisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dapat mendukung hidup sehat, aktif, dan produktif. Dalam rangka mendorong penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal tersebut, telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2009 dan Permentan Nomor 43 Tahun 2009 serta Peraturan Gubernur DIY Nomor 88/2012 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Dengan ditetapkannya Perpres, Permentan dan Pergub ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal di setiap daerah. Sosialisasi pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) ini, merupakan salah satu upaya Pemerintah DIY untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang B2SA dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan dapat membantu percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal, terutama kepada anak usia dini (usia SD).

Melalui sosialisasi konsumsi B2SA kepada para guru SD ini, diharapkan dapat :

  1. Menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), dengan memanfaatkan pangan lokal, agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif
  2. Mendorong sekolah dalam penyediaan makanan tambahan/jajanan sekolah) yang aman dan sehat bagi para murid
  3. Dapat dibentuk generasi yang cinta pangan lokal (yang diolah dalam bentuk yang menarik, rasa yang enak dan disukai anak-anak).

Dalam sosialisasi ini juga diberikan materi tentang “ Kiat Pengelolaan Kantin Sekolah yang Sehat “ oleh Kepala SD Trirenggo, peraih Bintang Kantin Sehat dari BB POM DIY. Hal yang melatarbelakangi terbentuknya kantin sehat ceria “Bariklana” SD 1 Trirenggo Bantul adalah Ada salah satu siswa sakit usus buntu yang ternyata punya kebiasaan suka jajan makanan dengan saos berlebihan,  Sampah plastic bungkus makanan berceceran di depan gerbang sekolah karena sekitar gerbang sekolah banyak anak berkerumun di sekitar penjaja makanan dan siswa kelas 6 pada saat les terlihat lesu karena kurang energi. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah  mengadakan rapat dengan guru dan dewan sekolah membahas permasalahan tersebut di atas. Hasil rapat mengenai kesepakatan membangun kantin sehat dan sosialisasi tentang pentingnya mengkonsumsi makanan dan jajanan sehat di sekolah disosialisasikan pada rapat seluruh wali murid. Manajemen kantin sekolah meliputi Memasukkan dalam RAPBS ; Menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) kantin sekolah ; Sosialisasi kepada wali murid ; Pelatihan untuk tenaga kantin sekolah ; Pelatihan dokter kecil yang terlibat dalam pelaksanaan kantin sekolah ; dan Pengadaan meubelair dan perkakas kantin : freezer, meja, etalase.

Disamping materi lainnya yang terkait tentang “Pola Konsumsi Pangan B2SA” oleh Rahmat Tobadiyana Dukuh Cerut Palbapang Bantul. Konsumsi Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan. BERAGAM tidak hanya tergantung  pada satu jenis bahan pangan saja. SEIMBANG jumlah masing-masing zat gizi sesuai dengan kebutuhan. BERGIZI memenuhi kebutuhan tubuh akan macam zat gizi yang diperlukan. AMAN bebas dari cemaran kimia, biologis, fisis, shg tidak mengakibatkan timbulnya gangguan terhadap kesehatan. Mengapa Konsumsi Pangan Harus B2SA? Karena tidak satupun jenis pangan mengandung gizi lengkap (harus diperoleh dari berbagai jenis/ragam pangan) kecuali ASI ; kekurangan gizi berakibat pertumbuhan terhambat, kecerdasan, produktivitas hidup terganggu ; serta kelebihan gizi berakibat gangguan kesehatan (obesitas, penyakit degeneratif). Bapak Rahmat juga menyampaikan prinsip gizi seimbang memenuhi skor mutu (PPH) 100 ≈ 2000 kkal/kap/hari. Pola Konsumsi  Pangan Penduduk Indonesia yakni Nasi sebagai pangan pokok sedangkan Sayur dan Buah sangat rendah konsumsinya maka dari itu Perlu Diversifikasi / Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Pemanfaatan pekarangan, bisa menjadi upaya menuju pola konsumsI B2SA. Selain itu kebutuhan pangan dan gizi keluarga tercukupi ; mampu menghemat pengeluaran rumah tangga ; meningkatkan pendapatan sehingga pangan yang kita konsumsi sehat. Diversifikasi pangan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pangan sumber karbohidrat tertentu (beras, terigu) menurunkan angka konsumsi beras. Pada akhir presentasinya, Bapak Rahmat Tobadiyana menunjukkan hasil panennya berupa sayuran dan buah segar organik dari kebunnya.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan