Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Bimbingan Teknik Penguatan Cadangan Pangan
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 13-05-2016 |

Guna mewujudkan kegiatan penguatan cadangan pangan bagi Gapoktan Lumbung Cadangan Pangan, maka pada tanggal 11-12 Mei 2016 BKPP DIY khususnya Bidang Ketersediaan Pangan menyelenggarakan Bimbingan Teknik (Bimtek) Penguatan Cadangan Pangan yang bertujuan untuk memberikan motivasi bagi para anggota gapoktan. Dengan menghadirkan narasumber dari beberapa Gapoktan yang telah sukses mengembangan usahanya, presentasi materi pertama diawali oleh Purwaningsih, S.TP dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Beliau menyampaikan tentang Kriteria Penyimpanan, Proses Penyimpanan & Tata Kelola Gudang untuk komoditi Jagung, Kedelai dan Gaplek. Penyimpanan dan penggudangan mempunyai arti yang sama yaitu menumpuk suatu bahan dalam suatu ruang serta kondisi ruangannya terkendali dengan tujuan agar bahan tidak mudah rusak dalam waktu tertentu. Penyimpanan perlu dilakukan karena adanya gangguan bahan pangan milik petani, baik binatang maupun serangga ; adanya masa-masa kritis atau paceklik atau sebaliknya karena keadaan panen yang melimpah ; dan adanya kesadaran mengenai daya tahan, berbasis komoditas. Tempat penyimpanan jagung harus teduh, kering dan bebas dari hama/penyakit. Biji Jagung yang akan disimpan memiliki kadar air 9-14%, bila kadar air dibawah 9% akan memiliki daya simpan lebih lama. Khusus untuk biji jagung yang akan dijadikan benih, kadar air <11%. Sedangkan Gaplek à singkong dalam bentuk potongan kecil yang telah kering sehingga masih dapat diproses menjadi berbagai produk turunan Singkong. Berikut termasuk syarat-syarat gudang yang baik untuk penyimpanan yaitu Hindari lokasi atau letak bangunan penyimpanan dari genangan air ; Letak  bangunan sebaiknya menghadap Utara untuk mengurangi radiasi sinar  matahari ; Ruang penyimpanan sebaiknya dilengkapi ventilasi yang cukup untuk menghindari migrasi uap air ini maka ruang penyimpanan gabah. Ventilasi yang dibuat disekeliling ruang penyimpanan memungkinkan temperatur dan kelembaban benih padi didalamnya menjadi rata. Sisa-sisa respirasi berupa uap air dan panas dapat cepat terbuang melalui ventilasi ; Ruang penyimpanan harus bersih, kering dan rapat untuk menghindari adanya hama gudang, tikus dan lain-lain. Dilanjutkan materi dari KWT An-Naba Padukuhan Gamping Lor RT 01 RW 10, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal yang melatarbelakangi terbentuknya yakni kelompok pengajian ibu-ibu yang mempunyai keinginan untuk  menambah penghasilan keluarga dengan mengembangkan kegiatan dibidang olahan hasil pertanian. Beranggotakan ibu-ibu di wilayah Padukuhan Gamping Lor, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, dan sekitarnya. Kegiatan yang dilakukan oleh KWT An-Naba yakni PENGELOLAAN PEKARANGAN DENGAN TANAMAN SAYURAN. Jenis tanaman yang ditanam Selada, Seledri, Terong, Pare, Labu, Kangkung, Bayam, Sawi, Cabe rawit, Cabe keriting, Tomat, Pare, Kacang panjang, Kenikir, Loncang, Kucai, Bawang merah, Garut, Ganyong, Kembang kol, Pepaya, Sirsak, Srikaya, Kelengkeng, TOGA, Daun Katu. Kegiatan lainnya adalah KEGIATAN DIVERSIFIKASI OLAHAN PANGAN LOKAL. Karena melimpahnya sumber pangan lokal yang belum diolah menjadi produk olahan ; adanya kreatifitas kelompok untuk mengolah sumber pangan lokal menjadi produk olahan berdaya saing; dan untuk meningkatkan pendapatan kelompok. Produk Olahan meliputi Aneka kue kering ; Arem-arem ubi ungu ; Cake casava ; Talam ubi ungu ; Kue ku ubi ungu ; Kripik jamur ; Sari kedelai ; Sate jamur ; Bakso Jamur ; Pepes jamur ; Kripik kemangi ; Donat ubi ungu ; Kerupuk kedelai ; Jus buah ; Telur asin ; Olahan jamur Ling Zhie ; Bakpia ; Paket nasi dos. Dalam hal pemasarannya Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ambarketawang ; Kantor Kecamatan Gamping  ; Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kab. Sleman ; Dangau Hasanah-Outbond Syariah sebagai penyedia snack dan makan ; pedagang sayuran keliling ; Aspartan Kab Sleman dan Pameran. Pada bimtek hari pertama ini diakhiri oleh pemaparan dari Kasubbid Ketersediaan Pangan. Tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok dalam masyarakat, umumnya didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama, sedangkan kekompakan kelompok tersebut tergantung pada faktor pengikat yang dapat meningkatkan keakraban individu-individu yang menjadi anggota kelompok. Pelaku utama atau pelaku usaha diharapkan dapat  mandiri dalam arti mampu merumuskan masalah, mengambil keputusan, merencanakan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Tumbuhnya kemandirian tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok. Kelompok harus berbadan hukum supaya mendapat perlindungan hukum, pembinaan dan fasilitas dari pemerintah bagi anggota maupun pengurusnya. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pasal 69 menyatakan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya, berkewajiban mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani.

Bimtek pada hari kedua dibuka oleh presentasi dari GAPOKTAN SIDOMULYO GODEAN, SLEMAN dengan pemaparan DIVERSIFIKASI USAHA LUMBUNG MELALUI KEMITRAAN JUAL BELI BERAS. Pengembangan    lumbung    pangan   masyarakat merupakan     prioritas     dalam     rangka mewujudkan pemenuhan  kebutuhan  pangan dan pencapaian  sasaran program  kegiatan  ketahanan  pangan harus  dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengembangan Lumbung Pangan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu tahap penumbuhan, tahap  pengembangan, dan tahap kemandirian. Tahap kemandirian mencakup penguatan kelembagaan kelompok agar mampu mengembangkan usaha untuk keberlanjutan kelembagaan lumbung pangan. Gapoktan Sidomulyo berdiri 15 Maret 2008 terdiri dari 6 Kelompok tani. (Poktan Tani Mulyo, Poktan Sri Rejeki, Poktan Ngudi Makmur I, Poktan Tani Rukun, Poktan Ngudi Makmur II, dan Poktan Manunggal Karso). Jumlah anggota 604 orang petani. Visinya menjadikan Gapoktan Sidomulyo sebagai lembaga usaha ekonomi produktif yang maju, mandiri, kreatif, dan inovatif untuk mensejahterakan petani di Desa Sidomulyo. Potensi ON FARM (Tanaman pangan (Gabah/Beras), sayuran dan hortikultura) merupakan salah satu Usaha agribisnis yang cukup “menggiurkan” dan menjanjikan bila dikelola dengan baik. Sedangkan Potensi Pasar yang saat ini dijalankan antara lain :

  1. Beras Organik untuk KFC 60 – 80 ton/bln
  2. Gabah merah (GKP/GKG) untuk Nestle 2.000 ton/thn
  3. Beras mentik wangi dan mentik susu untuk Pelanggan Jakarta  sebesar 40 ton/bln
  4. Beras hitam 5 - 10 ton/bln
  5. Dharma Semarang 5 ton/bln (untuk beras merah, beras hitam, dan mentik susu)
  6. Swalayan dan Rumah Makan
  7. Swalayan yang telah kerjasama adalah : Indotoko, Indowarung, Mirota, pamela, dll.

Gapoktan Sidomulyo banyak menerima Penghargaan Tingkat Nasional dari Menteri Pertanian RI juga Perhargaan Tingkat Internasional. Gapoktan Sidomulyo mempunyai Konsep Future Kemitraan Usaha Agribisnis Terpadu “SIDOMULYO ONE STOP SHOPPING and REFRESHING” yaitu sebuah konsep memadukan pemasaran potensi “Gapoktan Sidomulyo – Pekarangan – Embung Donomulyo”. Disambung penjelasan tentang DIVERSIFIKASI USAHA KELOMPOK LUMBUNG MELALUI KOPERASI oleh Sumarjana Ketua Gapotan Mitra Usaha Tani sekaligus Manager Koperasi Beras Sehat Makmur Bantul Tahun 2016. Upaya pengembangan cadangan pangan yang di jalankan saat ini pemanfaatan sumber daya domestik secara optimal (membangun ketersediaan pangan berasal dari keragaman hayati) ; peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan lumbung pangan ; meningkatkan peran pemerintah daerah ; meningkatan pemanfaatan teknologi pengolahan pangan untuk memperpanjang daya simpan. gapotan mitra usaha tani memiliki ragam usaha diantaranya :

1. Penjualan beras sehat

2. Penjualan beras konvensional

3. lKM PUAP

4. Lumbung pangan

5. Jasa alsintan

Presentasi dari beberapa Gapoktan diatas diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para peserta yang diundang untuk semakin memajukan usaha Penguatan Cadangan Pangan di Gapoktannya.

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan