Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Apresiasi Petugas Pengawas Pangan Segar
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 10-06-2016 |

Keamanan pangan senantiasa dikaitkan dengan adanya bahaya asal pangan (food-borne hazard) saat dikonsumsi oleh konsumen. Mengingat bahaya keamanan pangan dapat terjadi pada setiap tahapan rantai pangan, maka pengawasan pada seluruh rantai pangan menjadi sangat penting. Peraturan Pemerintah No 28 tahun 2004 tentang Mutu, Gizi, dan Keamanan Pangan telah memuat pembagian tugas dalam menjamin keamanan pangan yang akan dikonsumsi. Untuk pengawasan keamanan pangan segar, merupakan tugas dan fungsi dari Kementerian Pertanian cq. Badan Ketahanan Pangan. Sebagai upaya untuk menciptakan sumberdaya petugas pengawas keamanan pangan yang berkompeten, maka dilaksanakan Bimbingan Teknis Petugas Pasar oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY pada hari Selasa, Rabu dan Kamis tanggal 31 Mei, 1 dan 2 Juni 2016 bertempat di Hotel Zest Jl. Gajah Mada Nomor 28, Purwokinanti, Pakualaman Yogyakarta. Bimtek Petugas Pasar dilaksanakan dengan agenda kegiatan belajar mengajar di kelas dan simulasi praktek lapang dengan peserta petugas pasar dan petugas yang menangani keamanan pangan di 4 (empat) Kabupaten dan Kota serta BKPP DIY. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang mengacu pada standar pengawas keamanan pangan segar maka pada hari pertama dan kedua diisi materi presentasi oleh pemateri dari BKPP DIY dan Manajemen Superindo.

Kabid Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan Ir. Kuncara Hadi Purwoko, MMA. mengatakan bahwa pasar yang sehat adalah kondisi pasar yang bersih, nyaman, aman dan sehat melalui kerjasama seluruh stakeholder terkait dalam menyediakan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Terwujudnya pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui kemandirian komunitas pasar harus didukung dengan tersedianya pasar dengan infrastuktur yang memenuhi persyaratan kesehatan. Infranstruktur tersebut meliputi bangunan pasar, bangunan kios / los, tempat pembuangan sampah, saluran limbah dan drainase, toilet, air bersih, tempat penjualan makanan dan bahan pangan, pengendalian binatang penular penyakit/vektor, keamanan pasar, pencahayaan, suhu dan kelembaban, tempat cuci tangan, tempat parkir, pedagang/karyawan. Jalan dan lorong dalam pasar tidak ada sampah berserakan. Pasar tidak bau, tidak gelap, tidak pengap, memiliki lubang angin / ventilasi dan pencahayaan yg baik (tdk panas & terang). Sementara Sumarsono, S.Pt Pengawas Mutu Hasil Pertanian Muda menjelaskan PSAT perlu penanganan khusus selama distribusi ke pelanggan agar kualitas & keamanan pangan segar terjamin juga  diperlunya pengawasan sarana & prasarana distribusi agar menjaga PSAT tetap aman & layak. Alat transportasi yang digunakan untuk menditribusi PSAT harus dalam kondisi bersih & tidak digunakan mengangkut bahan selain pangan dan diperiksa untuk memastikan tidak adanya cemaran. Jika transportasi yang digunakan dalam keadaan kotor dan diduga telah mencemari maka alat angkut ditolak/dibersihkan terlebih dahulu. Setelah proses distribusi dalam kondisi yang baik, perlu diperhatikan pula mengenai higienitasi tempat penerimaan produk dan gudang penyimpanan. Materi ini akan di uraikan oleh Indah Ariastuti,S.Pt Subbid Keamanan & Kewaspadaan Pangan. Setiap kali terjadi aktivitas penerimaan barang perlu dilakukan pengecekan antara lain kemasannya tidak rusak, jumlah yang diantar, label produk, nama dan alamat pemasok. Berkaitan dengan produk farmasi, nomer batch dan juga tanggal kadaluarsa harus diperiksa. Hal-hal yang harus diperiksa ialah identitas label produk yang disimpan, identitas label produk yang disimpan, penerapan prinsip first in first out (FIFO) dan / atau last in first out (LIFO) dalam penyimpanan produk, dan tata letak penyimpanan produk diperiksa sesuai karakteristik produk.

Hal yang tidak kalah penting dalam proses penyimpanan produk adalah proses pengemasan disampaikan Ir. Hadidjah Suleman dari PMHP DIY bahwa pengemasan bertujuan untuk perlindungan makanan, aspek penanganan, aspek pemasaran, dan pemberian label/branding. Rumas Kemas itu sendiri adalah Tempat kegiatan pengemasan produk yang menyediakan fasilitas fisik dan non fisik (Pelayanan pengemasan, konsultasi teknis dll) yang memiliki kapasitas bentuk pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan pengemasan (Pedoman Pengawasan keamanan pangan segar, 2014). Setelah dikemas maka pelaku usaha harus mulai memperhatikan tempat pemajangan buah dan sayur yang akan dijual. Tempat pemajangan adalah lokasi, termasuk fasilitas dan peralatan fisik, dimana pangan dipajang untuk ditawarkan pada konsumen (BPOM,  NOMOR HK.03.1.23.12.11.10569 TAHUN 2011). Penataan produk fresh/segar tidak jauh berbeda dengan penataan supermaket dan penataan produk fashion. Perbedaannya hanya dalam alat atau tempat pemajangan produk. Biasanya produk fresh/segar ini dibuat suatu ruangan dibagian belakang seperti dapur yang jauh dari keramaian. Tata letak dan sarana pemajangan harus dilindungi dari pencemaran,  terpisah jauh dari bahan kimia,  dipajang utuh dengan alat bantu, mis. sendok, disesuaikan dengan kondisi penyimpanan, mis. pemajangan dingin 0-4 derajat dan beku di bawah 18 derajat, pangan segar curah berisiko tinggi, mis. dari hewan tidak dipajang terbuka.

Sebelum menginjak pada hari ketiga, untuk lebih membekali para peserta bimbingan teknis maka pada hari kedua dipaparkan oleh Manajemen Superindo mengenai proses penerimaan produk, proses penanganan produk, proses penyimpanan produk, dan proses pemusnahan produk.

Ketentuan dalam penerimaan barang fresh dari Supplier :

  1. Supplier harus membawa purchase order (po)
  2. Supplier yang mengirimkan barang, harus mencantumkan identitas dokumen yang dibawa pada buku in
  3. Kolom pada buku in yang harus diisi oleh supplier adalah nomor urut, nama Supplier, nama supir, nomor plat kendaraan, jam datang, jam keluar, nomor faktur, nilai dan nomor po
  4. Receiver menerima barang harus berdasarkan urutan supplier yang terdaftar pada Buku In
  5. Gunakan Portable Data Terminal (PDT) pada saat penerimaan produk dairy daily
  6. Tidak diperkenankan melakukan penerimaan barang dari supplier yang berbeda secara bersamaan\

Standar Penanganan Sayur

  1. Sayuran berdaun harus diberi label timbangan, kecuali 10 item sayuran daun Fast Moving
  2. Gunakan spons sebagai alas pemajangan semprot dengan air.
  3. Sayur daun harus dicelupkan terlebih dahulu ke dalam air dicampur es kemudian sortir sayur daun
  4. Sayuran berdaun dipajang sedikit miring (jangan terlalu tegak, agar memudahkan konsumen saat mengambil (batang sayur yang diambil)
  5. Kualitas yang terbaik yang di pajang dengan cara penyemprotan sayuran berdaun dengan air + es ( Min 30 menit sekali )
  6. Lama pajang untuk sayuran pack adalah tidak lebih dari 3 hari (label 3 hari).
  7. Sayuran yang akan disimpan di Chiller Room (saat malam/tutup toko) pastikan dalam kondisi tertutup

Expired Date : Batas akhir (tanggal, bulan dan tahun) yang tertera di kemasan produk, yang menandakan sebuah produk masih aman untuk dikonsumsi.

Produk Monitoring List : Listing/cetakan hasil pendataan produk kadaluarsa dari pendataan

Standar penyimpanan produk di Chiller Room

  • Suhu / temperature 0° C s/d 2° C.
  • Ruang penyimpanan harus dalam kondisi bersih setiap harinya baik lantai, rak maupun dinding bagian dalam dan luar.
  • Setiap produk yang disimpan harus ada kode tanggal penerimaan.

Petugas pasar dan petugas yang menangani keamanan pangan di 4 (empat) Kabupaten dan Kota yang menjadi peserta sangat antusias sekali mengikuti acara bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh BKPP DIY. Pada hari ketiga peserta dijadwalkan ke Supermarket Superindo untuk Praktek langsung mengenai pengawasan tempat penerimaan produk/gudang, distribusi, tempat pemajangan dan pengemasan kembali.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan