Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Gerakan Optimalisasi Potensi Desa
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 21-07-2016 |

Suatu negara harus dapat menyelesaikan masalah ketahanan pangan agar mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Tidak ada suatu negara dimanapun berada dan kapanpun yang dapat maju tanpa diawali modal penyediaan pangan yang cukup. Bangsa yang kekurangan pangan cenderung menjadi negara yang terbelakang. Pangan dapat digunakan sebagai senjata politis yang ampuh dalam suatu persaingan maupun peprangan. Kemandirian Pangan ialah kondisi terpenuhinya pangan tanpa adanya ketergantungan dari pihak luar dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap perkembangan dan gejolak ekonomi.

Pengembangan cadangan pangan  masyarakat ditujukan  untuk meningkatkan akses pangan masyarakat khususnya  pada daerah kantong kemiskinan.  Pola pengembangannya  perlu diarahkan  pada kelembagaan  yang tumbuh dimasyarakat seperti lumbung pangan, koperasi tani, ataupun  lembaga lain yang  mengakar di masyarakat. Bapak Murni Koordinator PPL dalam presentasi nya pada acara Gerakan Optimalisasi Potensi Desa di Balai Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo tanggal 20 Juli 2016 menjelaskan bahwa Strategi Pemantapan dan Pengembangan Cadangan Pangan Masyarakat yakni :

  1. Cadangan pangan ini perlu dikembangkan pada daerah kantong kemiskinan untuk meningkatkan akses pangan masyarakat miskin. 
  2. Cadangan pangan masyarakat dilakukan melalui  pendekatan dari bawah (Bottom approach) pada pemberdayaan kelembagaan yang tumbuh di masyarakat. 
  3. Pemberdayaan  cadangan masyarakat  harus diarahkan pada Self help (mampu menolong dirinya  sendiri) melalui mekanisme Self Propagating and Regenerating System (sistem saling meningkatkan potensi dan membantu), sesuai  dengan sifat gotong royong masyarakat Indonesia.
  4. Pola pengembangannya  perlu diarahkan  pada kelembagaan  yang tumbuh dimasyarakat   seperti lumbung pangan, koperasi tani, ataupun  lembaga lain yang  mengakar di masyarakat. 
  5. Koordinasi  dilakukan  oleh Institusi terkait.

Strategi Pemantapan dan Pengembangan Cadangan Pangan Non Beras

  1. Strategi pengembangan cadangan dilakukan melalui pemberdayaan pada kehidup melalui intensifikasi pekarangan. 
  2. Pelaksanaan  kegiatan ini  adalah kelompok dasa wiswa atau kelompok wanita tani, ataupun kelompok lain.
  3. Koordinasi  kegiatan cadangan pangan ini  adalah  Tim penggerak PKK mulai Tingkat propinsi/abupaten/kota sampai tingkat kecamatan.
  4.  Pengembangannya perlu disinergiskan untuk  tujuan deversikasi pangan  dan sekaligus untuk  tujuan meningkatkan status gizi masyarakat.
  5. lompok wanita dengan pengembangan pengolahan makanan dan bahan makanan dengan bahan baku lokal,  serta dengan mengembangkan cadangan pangan

Disambung oleh Bapak Muji Widodo, SP. Kasubbid Ketersediaan Pangan tentang Membangun Usaha Dan Menjalin Kemitraan menerangkan bahwa setiap orang hidup harus atau diwajibkan untuk berusaha karena berusaha  adalah salah satu jalan untuk meraih suatu cita cita. Sebenarnya modal bukan faktor  yang pertama dan Utama. Faktor utama adalah niat, peluang, potensi, modal. 3 (tiga) modal dasar utama yang harus dimiliki bagi pemula usaha adalah mindset atau pola berpikir, pengetahuan atau keahlian merupakan dasar kedua yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan dan kerja keras adalah “napas” seorang pengusaha.

Cara memulai Usaha baru dari Nol :

  1. Tentukan ide usaha.
  2. Ciptakan visi dan misi usaha.
  3. Action
  4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan.
  5. Hadapi dan nikmati hambatan atau kegagalan.
  6. Kunci kesuksesan memulai usaha adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda.
  7. Apabila usaha sudah berjalan segera jalin kemitraan dengan orang lain

Dengan mengundang 30 peserta, meraka diajak untuk praktek langsung membuat pangan olahan dari ikan lele, singkong dan pisang yang dipandu oleh Ibu Maryati dan Asih. Hal ini guna memanfaatkan potensi masyarakat desa untuk mewujudkan kemandirian pangan. Berikut salah satu contoh resep olahan daun pisang yang mudah dibuat.    

Es Daun Pisang :

Siapkan 1 bungkus agar-agar, daun pisang kepok secukupnya, perisa pisang, dan creamer. Setelah itu daun pisang yang telah dicuci bersih diblender kemudian disaring airnya kurang lebih 3 gelas. Lalu dimasak dengan agar-agar dijadikan puding. Puding yang telah beku diiris halus atau sesuai selera dan disajikan dengan creamer.

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan