Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Apresiasi Pasokan dan Akses Pangan
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 04-08-2016 |

Berbicara akses pangan, tidak akan lepas dari pasokan, stok dan harga. Karena tingkat akses pangan masyarakat dipengaruhi oleh kelancaran pasokan, ketersediaan stok sekaligus kondisi harga yang terjadi. Oleh karena itu pada hari Rabu tanggal 03 Agustus 2016, Bidang Distribusi Pangan BKPP DIY bersama dengan Bidang Akses Pangan BKP Republik Indonesia mengadakan Apresiasi Pasokan dan Akses Pangan guna memperoleh data/informasi perkembangan pasokan, stok, harga dan akses pangan yang terkini (Tahun 2016). Perlunya respon yang cepat (rumusan kebijakan) untuk mengatasi gejolak harga, gangguan pasokan, stok dan penurunan akses pangan juga layanan informasi bagi masyarakat dan atau para pihak yang membutuhkannya  sebagai bahan deteksi dini guna mengantisipasi terjadinya gangguan distribusi dan akses pangan sekaligus terjadinya gejolak harga.

Demi tercapainya data/informasi yang diperlukan maka dibawah ini langkah-langkah operasional yang ditempuh:

  • Penetapan personil pemantau pasokan dan akses pangan masyarakat, 10 org petugas pasokan dan 10 orang petugas akses pangan
  • Penetapan lokasi pemantauan, pasokan maupun akses pangan
  • Penetapan responden di lokasi pemantauan, baik pasokan maupun akses pangan
  • Pemantauan data dasar pasokan dan akses pangan
  • Pemantauan pasokan dan akses pangan, mulai Februari s/d Nopember 2016
  • Analisis data pasokan dan akses pangan, bulanan, semesteran dan tahunan
  • Laporan hasil pemantauan pasokan dan akses pangan

Pasokan bahan pangan yakni jumlah komoditas yang dipantau, beras, kedelei, jagung, daging ayam, telur ayam, gula pasir. Pemantauan di tingkat produsen dan penggilingan untuk beras. Di produsen mencatat panen dan stok/sisa . Penggilingan mencatat pembelian-penjualan. Sedangkan Akses bahan pangan yakni jumlah konoditas yang dipantau beras, jagung, umbi2an, daging ayam, gula pasir, telur ayam, sayur, ikan dan buah, pendapatan dan jumlah makan serta kondisi bahan pangan setempat. Untuk menanggulangi terjadinya kelebihan pangan, kekurangan pangan, dan/atau ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan maka penanggulangan masalah pangan dilakukan dengan pengeluaran pangan apabila terjadi kelebihan pangan; peningkatan produksi dan/atau pemasukan pangan apabila terjadi kekurangan pangan; penyaluran pangan secara khusus apabila terjadi ketidak-mampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan; dan melaksanakan bantuan pangan kepada penduduk miskin. Dalam kesempatan ini, Ir. Hasanudin juga mensosialisasikan program baru di tahun 2017 berupa KAPMAS (Kartu Akses Pangan Masyarakat). Penanggulangan masalah pangan tersebut akan dilaksanakan oleh Petugas pasokan bahan pangan dan Petugas Akses pangan pada Bulan Januari s/d Desember 2016 di lima lokasi pasokan diantaranya Sleman di Prambanan dan Seyegan ; Gunungkidul di Wonosari dan Semin ; Kulonprogo di Wates dan Sentolo ; Bantul di Sewon dan Sedayu ; Kota Yogyakarta di Kotagede dan Kraton.

Lainnya :
*
Optimalkan Serapan Gabah, BKPP DIY Gelar Rakor
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-08-2018 |
*
BKPP DIY Ikut Ramaikan Hari Jadi Sleman
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DIY Adakan Bazaar Selama 12 Hari
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-05-2018 |
*
BKPP DIY Adakan Temu Gapoktan bersama Koppasindo
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 22-03-2018 |
*
Toko Tani Indonesia (TTI) Center Ikuti Pameran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-03-2018 |

Beranda Bidang Distribusi Pangan