Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Workshop Akses Pangan Tahap Pengembangan
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 10-08-2016 |

Selasa pagi tanggal 9 Agustus 2016, BKPP DIY mengundang 5 gapoktan dari Gunungkidul dan 1 gapoktan dari Kulonprogo penerima bantuan hibah APBD Provinsi DIY sebesar 50 juta yang digunakan untuk mengadakan bahan pangan bagi keluarga miskin yang ada di daerah rawan pangan dalam acara Workshop Akses Pangan Tahap Pengembangan. Tujuan workshop ini untuk memotivasi kegiatan gapoktan supaya dalam kegiatannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan berkelanjutan terus menerus tanpa ada kelemahan.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan sebagai pemateri memberikan paparan mengenai Tantangan Dan Peluang Mewujudkan Kedaulatan Pangan. Beliau menjelaskan bahwa suatu negara harus dapat menyelesaikan masalah ketahanan pangan agar mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Kedaulatan Pangan adalah hak setiap orang, masyarakat dan negara untuk mengakses dan mengontrol aneka sumberdaya produktif serta menentukan dan mengendalikan sistem (produksi, distribusi, konsumsi) pangan sendiri sesuai kondisi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya khas masing-masing (Hines 2005 dalam Khudori 2008). Sesuai dengan AGENDA 7.1 NAWACITA: Peningkatan Kedaulatan Pangan, maka Kedaulatan pangan dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri. Untuk mewujudkannya disusunlah Program Prioritas Untuk Swasembada Dan Ketahanan Pangan yakni Upaya Khusus Percepatan Swasembada dan Peningkatan Produksi Pangan Strategis (Padi, jagung, kedelai, gula, daging, cabai, bawang merah).

Dalam sesi selanjutnya diisi dengan Kemitraan dan Pengembangan Desa Agribisnis “Membangun Desa, Rakyat Sejahtera” oleh Dwi Kuswantoro LSM Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) DIY. Demi membangun semangat para pengurus gapoktan yang hadir, beliau menghimbau untuk melakukan Perubahan. Dari detik ke detik usia yang bertambah. Perubahan yakni ketentuan TUHAN yang berlaku bagi semua makhluk). Menolak perubahan = menolak proses alamiah. Perubahan masyarakat yang begitu cepat dengan dukungan sistem informasi dan teknologi.  Dahulu orang hanya statis (diam di lokasi berada, berkomunikasi dengan media sederhana)…sekarang menjadi masyarakat yang dinamis; dari rumah, dari HP bisa berkomunikasi dari dan kemanapun. Pemilik HP di Indonesia mencapai 240juta pengguna. Era digitalisasi modern merubah semuanya, kebutuhan orang bersosialisasi sudah terwadahi dengan media ‘Facebook, twiter, watsap’ dll. Perubahan adalah keniscayaan, siapa tanggap perubahan makan akan menjadi terdepan, dan sebaliknya; gagap terhadap perubahan atau tidak mengikuti perubahan akan mati. “Jalan ini Tiada Tempat Berhenti, Sikap Lamban Berarti Mati, Siapa Bergerak Bergerak Merekalah yang Terdepan dan yang Tertegun Sejenakpun Pasti Tergilas.”

Prinsip GOPOKTAN MAJU

 

 

Lainnya :
*
Optimalkan Serapan Gabah, BKPP DIY Gelar Rakor
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-08-2018 |
*
BKPP DIY Ikut Ramaikan Hari Jadi Sleman
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DIY Adakan Bazaar Selama 12 Hari
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-05-2018 |
*
BKPP DIY Adakan Temu Gapoktan bersama Koppasindo
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 22-03-2018 |
*
Toko Tani Indonesia (TTI) Center Ikuti Pameran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-03-2018 |

Beranda Bidang Distribusi Pangan