Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SOSIALISASI PANGAN LOKAL DI LINGKUNAN INSTANSI PEMERINTAH DI DIY
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Andi Bagus | 04-10-2016 |

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan berbasis sumberdaya lokal, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY mengadakan pertemuan terkait dengan  percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dalam bentuk Sosialisasi Pangan Lokal yang difokuskan pada lingkungan Instansi Pemerintah Daerah DIY. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 22 September 2016 di Ruang Dewi Sri, kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY dengan menghadirkan pemateri utama yaitu DR. Ir. Supriyadi, MSc dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Peserta dari Kegiatan Sosialisasi Pangan Lokal ini terdiri atas perwakilan dari Satuan Kerja di lingkungan Pemda DIY , BUMN maupun Kementerian yang mengurusi bagian kerumahtanggaan , khususnya dalam hal penyediaan konsumsi rapat atau  konsumsi kegiatan di instansi masing-masing.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan DIY Ibu Ir. Arofa Noor Indriani, Msi sekaligus beliau  memberikan pengarahan mengenai pentingnya pengimplementasian penganekaragaman pangan lokal yang beragam bergizi seimbang dan Aman (B2SA) di lingkungan pemerintah. Kebijakan Gubernur DIY secara makro berupa perlunya memunculkan kembali paradigma baru Renesains Yogyakarta melalui pengembangan 9 bidang strategis, yang salah satunya adalah bidang pangan. Salah satu yang bisa segera direalisasikan dalam bidang pangan ini yaitu dengan mengembalikan menu snack harian  rapat ke menu makanan lokal atau tradisional yang telah ada di Yogyakarta sebagai langkah nyata pengimplementasian rebranding jogja istimewa yang mengarah pada spirit renaisans Yogyakarta, yaitu mengembalikan kultur jogja pada budaya asli orang jogja, yaitu dengan mengkonsumsi pangan lokal asli dari Jogja.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan dari nara sumber utama dengan dimoderatori oleh kepala bidang konsumsi dan kewaspadaan pangan Ir. Kuncara Hadi Purwaka, MMA. Pada kesempatan kali ini DR. Ir. Supriyadi, MSc memberikan materi paparan yaitu : “Pangan Lokal Sebagai Sumber Pangan Fungsional, Menuju Pola Konsumsi B2SA DAN Keamanan Pangan Transgenik” .   permasalahan pangan yang secara tidak sadar kita sendiri mengalaminya adalah adanya “serbuan” terigu da gandum dan produk turunan terigu dalam menu makanan kita sehari-hari.  Kandungan gluten dalam terigu yang cukup berbahaya bagi kesehatan jangka panjang, sehingga perlu segera digantikan  dalam menu karbohidrat kita produk-produk aman yang sebenarnya tersedia di dalam negeri atau kita kenal dengan bahan pangan lokal, seperti Ubi kayu, ubi jalar, garut, jagung, ganyong dan lain-lain. Untuk itu langkah awal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana memperkenalkan terlebih dahulu produk-produk bahan pangan lokal, baik jenisnya maupun konsep-konsep penyajian pangan lokal yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu, yang ternyata sangat mendukung pola pangan yang B2SA. Satu hal yang cukup menarik dari paparan beliau yaitu disitu hanya ditunjukkan gambar-gambar pangan lokal disekitar kita yang sebenarnya sangat bermanfaat dan malah terabaikan keberadaannya, dari produk bahan pangan, produk antara (aneka tepung) ,produk olahan, bumbu penyedap lokal, minuman tradisional, dan produk turunan sumber kaya protein seperti kedelai. Beliau juga menjelaskan bagaimana perilaku masyarakat dalam mengaplikasikan pola konsumsi pangan yang B2SA dan juga bagaimana cara menyusun menu makanan sehari-hari dengan konsep B2SA.

Guna memfasilitasi para peserta dalam penyediaan menu snack pangan lokal di instansi masing-masing , maka BKPP DIY Bidang Konsumsi dan kewaspadaan pangan selaku penyelenggara kegiatan ini sudah menyiapkan database  para pelaku usaha penyedia pangan olahan lokal di lingkungan DIY yang bisa dijadikan referensi, bahkan para pelaku usaha makanan lokal tersebut juga diundang untuk hadir ditengah-tengah pserta sosialisasi, sehingga para peserta bisa berinteraksi secara lansgsung atau melakukan transaksi pemesanan. Dalam penyajian snack menu rapat, para pelaku usaha sudah dibekali pembinaan tentang bagaimana mengolah pangan lokal secara sehat dan aman, dan tentunya perlu juga pencantuman informasi gizi dari menu snack pangan lokal tersebut berupa label di kotak snack, seperti yang sudah disediakan oleh penyelenggaran bagi peserta untuk acara ini.

Kegiatan sosialisasi ini secara rutin akan selalu diselenggarakan setiap tahunnya, dengan sasaran peserta yang berbeda untuk setiap eventnya. Rencana dalam waktu dekat yaitu tanggal 10 Oktober 2016 di tempat yang sama akan diselenggarakan acara yang serupa, dengan mengundang peserta dari rekan-rekan perwakilan mahasiswa dari perguruan Tinggi baik negeri maupun Swasta di dIY dan sekitarnya, hal ini mengingat mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunan bangsa sudah mengalami pergeseran budaya konsumsi pangan menuju pangan modern yang tidak sehat dan tidak aman seperti junk food, dan makanan instant lainnya. Pesan positif yang bisa kita petik dari penyelenggaraan kegiatan sosialosasi pangan lokal ini adalah bahwa motor penggerak pembangunan negeri ini, dari lingkungan pendidikan dan pemerintah perlu diluruskan bagaimana konsumsi pangan yang benar dan lebih bijak dengan pola pangan yang B2SA dengan mencintai pnagn dari hasil negeri sendiri. 

(Cahyo Risdiyanto,2016)

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan