Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Cek Kepadatan Tulang dari CDR dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan BKPP
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 06-10-2016 |

Sesuai agenda yang dilaksanakan setiap 2 bulan sekali, maka pada Kamis tanggal 06 Oktober 2016 diadakan kembali pertemuan rutin dengan tuan rumah bidang Sekretariat. Ibu Ir. Kuncara Hadi Purwoko, MMA. selaku Ketua melaporkan penggunaan anggaran uang kas dari masing-masing anggota. Acara semakin meriah ketika menginjak pembagian doorprize dan pengecekan kepadatan tulang dari CDR (PT. Bayer).

Pembicara dari CDR menyapa ibu-ibu Dharma Wanita dengan hangat dan menyampaikan tujuan pentingnya pengecekan kepadatan tulang. Bila Anda adalah wanita pasca menopause atau pria lanjut usia dengan faktor risiko seperti terapi glukokortikoid, riwayat patah tulang oleh trauma kecil, riwayat keluarga patah tulang pinggul, indeks massa tubuh rendah (<20 kg / m²), riwayat merokok atau konsumsi alkohol berat, menopause dini pada wanita atau hipogonadisme pada pria, rheumatoid arthritis, malabsorpsi, penyakit liver atau penyakit ginjal kronis, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Bahkan, bila Anda berusia lebih muda namun ingin melakukan langkah-langkah khusus untuk mencegah osteoporosis, Anda mungkin juga memerlukannya.

Pemeriksaan untuk mengukur kepadatan mineral tulang dikenal sebagai densitometri, alatnya disebut densitometer. Kepadatan mineral tulang ditentukan oleh jumlah kalsium dan mineral tulang lainnya (dalam mg) yang terkumpul dalam setiap satuan luas (cm2) bagian tulang. Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin padat massa tulang dan semakin kuat tulang Anda.  Perkembangan teknologi kedokteran yang pesat telah menghasilkan teknik-teknik non-invasif untuk mengukur kepadatan mineral tulang.

Nilai T

Nilai T (T-score) merupakan unit angka (standar deviasi) di mana kepadatan massa tulang di atas atau di bawah kepadatan mineral tulang orang dewasa muda yang sehat, tanpa memadang ras atau jenis kelamin. Jika Anda mengalami keropos tulang, nilai T Anda negatif karena Anda memiliki kepadatan mineral tulang yang kurang dari standar. Intepretasi nilai T adalah sebagai berikut:

Nilai T

Arti

Di atas -1

Kepadatan massa tulang normal.

Antara -1 dan -2.5

Nilai menunjukkan tanda osteopenia, kondisi di mana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis.

Di bawah -2.5

Kepadatan massa tulang mengindikasikan osteoporosis.

 

Setiap penurunan satu poin nilai T menunjukkan kehilangan tulang antara 10 sampai 15 persen yang berarti meningkatkan risiko patah tulang pinggul 3 kali dan patah tulang belakang 2,5 kali. Ibu-ibu Dharma Wanita sangat antusias menunggu antrian untuk melakukan pengecekan dan konsultasi gizi. Dari beberapa hasil pengecekan menunjukkan bahwa Nilai T antara -1 sampai dengan -2.5 dimana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis. Pemateri dari CDR lantas menjelaskan untuk meningkatkan kepadatan tulang yakni dengan cara konsumsilah kalsium dalam jumlah cukup, pastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin D, B, C, K dan E dengan cukup, konsumsi makanan yang mengandung magnesium. Magnesium merupakan mineral penting untuk seluruh bagian tubuhctermasuk tulang, awasi konsumsi kafein dan alkohol dan terapkan pola hidup sehat.

Lainnya :
*
PUNCAK ACARA PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA XXXVII DIY TAHUN 2017
Sekretariat
Oleh : Andi Bagus | 12-09-2017 |
*
FGD Pengembangan Desa Percontohan
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 08-05-2017 |
*
Rapat Pengelolaan Website
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 13-04-2017 |
*
BKPP DIY GELAR RAKER PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 03-04-2017 |
*
Workshop Pembangunan Ketahanan Pangan 2017
Sekretariat
Oleh : Sekretariat | 10-03-2017 |

Beranda Sekretariat