Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Apresiasi Pengembangan Pangan Lokal Bagi Mahasiswa Pemerhati Pangan Lokal
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 11-10-2016 |

Gayung bersambut ketika  mahasiswa pemerhati pangan lokal menggelar aksi di Daerah Istimewa Yogyakarta mereka juga bisa disebut pejuang pangan lokal,dan agar terjalin tujuan  maupun sasaran  yang diinginkan bersama, maka BKPP Daerah Istimewa Yogyakarta selain mengapresiasi juga mengajak langsung para  mahasiswa pejuang pangan lokal untuk mengetahui program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY dalam bentuk  Sosialisasi Pangan Lokal yang diadakan pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2016 bertempat diruang Dewi Sri. Mahasiswa para Pejuang  Pangan Lokal dari Fakultas Pertanian yang ada Yogyakarta sangat antusias mendengarkan penjelasan dan arahan dari Ir.Arofa Noor Indriani,M.Si ( Kepala BKPP DIY) beliau menyampaikan bahwa perwujudan Ketahanan Pangan dimulai dari Ketahanan Pangan Nasional, Ketahanan Pangan Wilayah, Ketahanan Pangan Rumahtangga hingga Ketahanan Pangan Individu seperti yag tertuang dalam visinya “Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Kuat Berkelanjutan, didukung Sistem Penyuluhan yang Efektif dan Effisien”. Ketahanan pangan merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan untuk stabilitas wilayah, mendukung pencapaian kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Arah pengembangan pangan nasional yakni pangan hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah, umbi-umbian harus ditingkatkan konsumsinya sedangkan beras dan terigu diturunkan angka konsumsinya. Strategi BKPP DIY dalam menjalankan Pengembangan Ketahanan Pangan yaitu penekanan pada Inovasi Pangan dan menggali sifat lokalitas  untuk mendukung terwujudnya Renaissance Yogyakarta. Goal utama adalah Pola Pangan Harapan (PPH) yang mencerminkan tingkat kualitas konsumsi pangan masyarakat DIY.

DR.Ir.Supriyadi,M.Sc ( selaku tenaga ahli BKPP ) turut menggembleng seluruh mahasiswa yang hadir pada acara tersebut dengan penjelasannya yang terkait dengan serbuan fast food di Indonesia sudah begitu menjamur sejak beberapa tahun yang lalu diantaranya:  McDonald, KFC, Pizza Hut, Hoka-hoka Bento dan Excelso. Seluruh makanan cepat saji tersebut mengakibatkan penyakit tidak menular yang sangat berbahaya bagi tubuh kita diantaranya hipertensi, stroke, diabetes juga obesitas pada anak. Semua itu dapat diatasi dengan mengubah pola konsumsi kita dengan menerapkan prinsip B2SA. Pangan yang  Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin & mineral; yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan, dan aman bagi tubuh. Mengapa harus B2SA ? karena tidak ada satupun jenis pangan yang mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh. Manusia membutuhkan lebih kurang 45 jenis zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air) dalam jumlah cukup dari berbagai jenis makanan untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Prinsip Pangan B2SA :

Beragam: mengkonsumsi pangan dari berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan gizi. Semakin beragam semakin lengkap kandungan gizinya.

Bergizi: mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral).

Seimbang: jumlah yang dikonsumsi sesuai kebutuhan (dipengaruhi umur, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, kondisi fisiologi), seimbang antar kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah) & antar waktu makan.

Aman: bebas dari bahaya kimia (bahan tambahan pangan yang salah), fisik, dan mikrobiologi.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan