Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Workshop Hasil Pengawasan dan Analisis Laboratorium di DIY
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-10-2016 |

Masalah utama keamanan pangan yaitu adanya bahaya mikroba karena rendahnya higiene dan sanitasi, cemaran kimia karena kondisi lingkungan yang tercemar limbah industri, penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk bahan pangan (formalin, rhodamin B, boraks, methanil yellow) terutama pada pangan olahan. Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dihasilkan dari proses pasca panen untuk konsumsi, maupun sebagai bahan baku. Pangan Segar Asal Tumbuhan merupakan pangan yang beresiko tinggi terhadap cemaran kimia (residu pestisida, mikotoksin, logam berat) yang dapat mengganggu kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan pengawasan keamanan pangan.

Masalah keamanan pangan identik dengan bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu, jika tidak dikendalikan sejak dini. Salah satu metode untuk menekan atau mengurangi permasalahan sebagaimana disebutkan diatas, adalah dengan adanya pengawasan pangan segar kemudian dilakukan penyebarluasan informasi / pengetahuan mengenai hasil pengawasan keamanan pangan untuk meningkatkan kewaspadaan mengenai pangan yang berbahaya. Oleh karena itu perlu adanya penyelenggaraan kegiatan Workshop Hasil Pengawasan dan Analisis Laboratorium di DIY yang ditujukan kepada petugas pasar dan petugas di Kabupaten / Kota yang terkait dengan pengawasan keamanan pangan segar.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pangan aman yang beredar di DIY, meningkatkan koordinasi terkait keamanan pangan serta meningkatkan pemahaman mengenai produk pangan segar yang aman terutama mengenai implementasi Perda No. 2 Tahun 2014 mengenai Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan, sehingga dapat diterapkan dalam tugas pengawasan serta untuk melindungi masyarakat baik produsen maupun konsumen dari pangan yang beresiko membahayakan kesehatan manusia. Sebanyak 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri dari manajemen pasar modern, petugas pasar, petugas keamanan pangan se DIYserta petugas BKPP DIY mengikuti workshop dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2016 bertempat di Ruang Rapat Dewi Sri BKPP DIY Yogyakarta ini.

Berdasarkan presentasi dari sejumlah narasumber yang berasal dari Disperindagkoptan Kota Yogyakarta dan Dinas Kesehatan DIY diperoleh Hasil Analisis Pengawasan PSAT dan Pangan Olahan yakni :

  1. Hasil pengujian  kandungan residu pestisida pada sample PSAT secara kualitatif, dibandingkan dengan tahun 2015, prosentase TMS mengalami peningkatan sebesar 13,11 %.
  2. Hasil pengujian  kandungan logam berat pada sample PSAT secara kualitatif, dibandingkan tahun 2015, prosentase TMS mengalami penurunan sebesar 100 % atau semua dibawah ambang batas.
  3. Hasil pengujian secara kualitatif terhadap BTP berbahaya pada sample pangan olahan dibandingkan tahun 2015 mengalami peningkatan 17,11 %.
  4. Untuk komoditas beras tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya berupa pemutih/klorin
  5. Pada bahan pangan olahan krecek ditemukan kandungan logam berat berupa Arsen

Logam berat yang  berbahaya tersebut memiliki dampak negatif bagi tubuh kita diantara nya seperti pada Rhodamin B dapat menimbulkan gangguan pada jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan, dan jaringan. Methanyl yellowmenyebabkan iritasi pada paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus.

  • Bahaya Boraks akut:
    • Badan berasa tidak enak (malaise), mual nyeri hebat pada perut bagian atas (epigastric), pendarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam, dan sakit kepala
  • Bahaya kronis/jangka panjang:
    • Hilangnya nafsu makan (anorexia), turunnya berat badan, iritasi ringan disertai gangguan pencernaan, kulit ruam dan merah-merah, kulit kering dan mukosa  membran dan bibir pecah-pecah, lidah merah, radang selaput mata, anemia, kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, dan bahkan kematian
  • Bahaya formalin akut:
    • Iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing
  • Bahaya kronis/jangka panjang:
    • Iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada, Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal. Bila dikonsumsi menahun dapat menyebabkan kanker

Untuk mengurangi dampak residu pestisida pada produk psat, perlu segera dilakukan sertifikasi terhadap semua produk psat yang beredar di DIY. Sedangkan untuk mengurangi dampak BTP berbahaya pada produk olahan, perlu segera dilakukan pengendalian dan penindakan penyalahgunaan BTP berbahaya pada pangan di DIY. Khusus untuk produk olahan pangan hasil ternak, berupa krecek yang mengandung logam berat, perlu pembinaan dan sekaligus penindakan apabila di kemudian hari masih ditemukan produk serupa di pasar.

Lainnya :
*
Penerimaan Hibah KRPL Tahun 2018
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 09-07-2018 |
*
Kunjungan Special Reporter (SR) Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) ke Kulon Progo
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 16-04-2018 |
*
Diseminasi Perda - Pergub Penjaminan Mutu dan Keamanan PSAT di Daerah Suplier
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 30-10-2017 |
*
BKPP DIY Sosialisasikan HET Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 27-10-2017 |
*
BKPP DIY Lakukan Pemantauan Mutu Beras
Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 19-10-2017 |

Beranda Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan