Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Ekspose Neraca Bahan Makanan Tahun 2015 Tetap DIY
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 02-11-2016 |

Penyelenggaraan  Ekspose  Neraca  Bahan  Makanan  Tahun 2015 Tetap DIY dilaksanakan pada hari Selasa tanggal  1  November  2016  bertempat di Ruang Rapat Dewi Sri Badan  Ketahanan  Pangan  dan  Penyuluhan Daerah Istimewa  Yogyakarta,  secara resmi dibuka oleh  Kepala Sub Bidang Ketersediaan Pangan (Muji Widodo, SP). Kegiatan ini bertujuan guna menyebarluaskan hasil penyusunan Neraca Bahan Makanan Tahun 2015.

Ketersediaan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk dan sesuai dengan persyaratan gizi sangat memerlukan informasi mengenai situasi pangan di wilayah tersebut pada periode tertentu. Hal ini bisa terlihat dari gambaran produksi, pengadaan dan penggunaan pangan serta tingkat ketersediaan untuk konsumsi penduduk per kapita. Neraca Bahan Makanan mampu memberikan gambaran situasi pangan di wilayah tersebut di yang disajikan dalam suatu neraca atau tabel.

Dalam kesempatan ini, Ir. Syam Arjayanti, MPA menyampaikan hasil penyusunan Neraca Bahan Makanan Tahun 2015 Tetap DIY. Point-point penting dari hasil penyusunan tersebut yaitu :

Tingkat konsumsi energi untuk penduduk DIY :

  •  Tahun 2015 sebesar 1.940  kal/kap/hari
  •  Tingkat konsumsi ideal sebesar 2.150 kal/kap/hari
  •  Skor PPH 2015 sebesar 83,7

Tingkat ketersediaan energi untuk penduduk DIY :

  •  Tahun 2015 sebesar 3.666  kal/kap/hari
  •  Tingkat ketersediaan ideal sebesar  2.400 kal/kap/hari
  •  Skor PPH 2015 sebesar 96,6

Hal-hal penting yang memerlukan peningkatan antara lain :

  • Perlunya koordinasi dan Gerakan Program/Kegiatan lintas sektor untuk pencapaian target konsumsi dan penganekaragaman konsumsi berdasarkan PPH.
  • Perlunya peningkatan konsumsi beberapa komoditi untuk meningkatkan skor PPH diantaranya komoditi umbi – umbian, pangan hewani,  minyak dan lemak,  kacang-kacangan ,  sayur dan buah  serta  gula.
  • Masih perlunya peningkatan produksi terutama untuk beberapa komoditi kedelai, kacang hijau, sayuran, daging sapi dan susu.
  • Masih perlunya Kajian Konversi untuk beberapa komoditi (Kajian Pusat : Gabah, kacang tanah, kelapa daging, bawang merah, bawang putih serta minyak goreng; sedangkan Kajian DIY : konversi pakan (Jagung dan Ubi kayu) serta kajian konversi karkas daging komoditi ternak.

Narasumber kedua adalah Kepala Bidang Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan BKPP DIY (Ir. Kuncara  Hadi Purwaka, MMA) yang memberikan materi tentang Hasil SUSENAS Tahun 2015.

Situasi Konsumsi Pangan DIY Tahun 2015 :

  • Konsumsi Energi 1.939,5 kkal/kapita/hari
  • Konsumsi Protein 60 gram/kapita/hari
  • PPH 83,7

(Sumber data SUSENAS BPS 2015)

Dalam kesempatan ini, beliau juga menyampaikan permasalahan-permasalahan dalam pengembangan pangan lokal, meliputi :

  • Budaya konsumsi pangan masyarakat belum makan kalau belum makan nasi
  • Pangan lokal dianggap pangan inferior (rendah)
  • Kebijakan pengembangan pangan yang terfokus pada padi/ beras
  • Kebijakan impor gandum dan promosi produk mie yang gencar
  • Kemampuan memproduksi pangan lokal masih rendah, terutama musim paceklik

Oleh karena itu, Diversifikasi Pangan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pangan sumber karbohidrat tertentu (beras, terigu),  menurunkan angka konsumsi beras, dan sebagai subtitusi pangan pokok.

Disambung pemateri Triatmi Heruwarsi, SE (Kepala Bidang Perekonomian Bappeda DIY) yang menjelaskan mengenai Konsep & Strategi Perencanaan Pembangunan Ketahanan Pangan :

  1. Penanganan kerawanan pangan & kemiskinan secara terintegrasi lintas sektor melalui Program Desa Mandiri Pangan, Replikasi Desa Percontohan (11 desa)
  2. Diversifikasi
  • Promosi pangan lokal & pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman)
  • Optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai sumber protein, vitamin, mineral
  • Openingkatan skor Pola Pangan Harapan (PPH)
  • Optimalisasi peran penyuluh dalam pengawalan dan pendampingan swasembada padi, jagung, kedelai
  1. Optimalisasi peran penyuluh dalam pengawalan dan pendampingan swasembada padi, jagung, kedelai

Dari sudut pandang proses perencanaan pembangunan, diperlukan ketersediaan data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Optimalisasi pemanfaatan data dalam tahapan perencanaan dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemanfaatan sumberdaya secara merata di seluruh wilayah, serta meningkatkan interaksi dan sinergi antarwilayah dan antarsektor. Perencanaan yang baik bermuara pada potensi meningkatnya pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan