Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Studi Orientasi Tim Pembina PUPM di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 01-12-2016 |

Selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 23-25 November 2016 BKPP DIY melaksanakan Studi Orientasi Tim Pembina PUPM di Provinsi Nusa Tenggara Barat diikuti oleh 9 (sembilan) orang peserta yang berasal dari instansi DPPKA DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Dinas Pertanian DIY, dan BKPP DIY dalam rangka bertukar informasi mengenai pelaksanaan, permasalahan dan pemecahan permasalahan mengenai kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat/PUPM.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat terdapat 10 gapoktan penerima dana PUPM yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan daerah surplus beras, pada ahun ini target 2,4 juta ton gabah, dan baru tercapai 2,1 juta ton gabah. Tujuan dari kegiatan PUPM adalah menyerap produk peranian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis, mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategis, dan memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis dengan harga yang terjangkau dan wajar.

Salah satu gapoktan PUPM yang dikunjungi yaitu Gapoktan Usaha Bersama. Gapoktan ini terletak di Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Gapoktan ini terbentuk pada ahun 2008 dan beranggotakan 14 kelompok tani dengan jumlah anggota 165 orang. Untuk gapoktan Usaha Bersama ini memiliki TTI yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat. Sasaran lokasi TTI yaitu wilayah dengan sasaran miskin dan lokasi dengan titik-titik inflasi yang tinggi.

Permasalahan yang terjadi di NTB bahwa pada saat tahap pembuatan RUG, harga pembelian GKP berkisar di harga Rp.3.900,-/kg, namun dalam pelaksanaannya, karena dana cair pada saat panen raya sudah terlewati, maka harga GKP sudah tinggi karena ada fluktuasi harga. Maka ada revisi harga di Gapoktan pada bulan September yaitu beras TTI dijual dari gapoktan ke TTI Rp.7.600,-/kg sedangkan di TTI beras dijual dengan harga Rp.7.900,-/kg. Untuk mensiasati supaya tidak kesulitan dalam membeli gabah, maka gapoktan membeli pada saat panen raya, kemudian gabah distok, dalam hal ini gapoktan PUPM juga menjalin kerjasama dengan gapokan yang non PUPM dalam hal membeli gabah. Jenis beras yang banyak dihasilkan di NTB yaitu jenis Ciliwung, Cileungsari, Cigeulis dan Ciherang. Kunjungan ke TTI dilakukan di 2 lokasi yaitu TTI UD Cendrawati berlokasi di Pasar Acc Ampenan Kota Mataram merupakan salah satu TTI yang bekerjasama dengan Gapoktan Sinar Mas. TTI ini dalam setiap minggunya mampu menjual 1 ton beras TTI ; dan TTI Koperasi Al Muntaza berlokasi di Pasar Rembiga Kabupaten Lombok Barat. TTI ini sampai dengan saat ini sudah mampu menjual sekitar 15 ton beras TTI.

Lainnya :
*
Optimalkan Serapan Gabah, BKPP DIY Gelar Rakor
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-08-2018 |
*
BKPP DIY Ikut Ramaikan Hari Jadi Sleman
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DIY Adakan Bazaar Selama 12 Hari
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-05-2018 |
*
BKPP DIY Adakan Temu Gapoktan bersama Koppasindo
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 22-03-2018 |
*
Toko Tani Indonesia (TTI) Center Ikuti Pameran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-03-2018 |

Beranda Bidang Distribusi Pangan