Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PAPARAN AWAL KAJIAN KONSUMSI NON RT DI DIY
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-01-2017 |

Sesuai dengan UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan bahwa pangan merupakan komponen paling mendasar dan paling utama yang harus dijamin ketersediaannya oleh negara, dan pemenuhannya adalah bagian dari hak asasi manusia.

Pangan menjadi suatu kebutuhan pokok dan paling mendasar bagi manusia. Kebijakan ketahanan pangan telah ditetapkan yang meliputi aspek ketersediaan, distribusi, akses pangan serta tingkat harga. Aspek tersebut sangat berpengaruh terhadap stabilitas suatu wilayah. Bahan pangan yang cukup dan bergizi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

Pertemuan tanggal 13 Januari 2017 yang dibuka oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Ir. Syam Arjayanti, M.PA dimanfaatkan dalam rangka mengkaji jumlah konsumsi non Rumah Tangga (RT) untuk komoditi cabai merah, bawang merah dan minyak goreng yang akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan perhitungan kebutuhan pangan per tahun.

Arah pembangunan ketahanan pangan DIY bersifat terpadu berintikan SKPD terkait serta bersifat kegiatan lintas sektoral. Pembangunan ketahanan pangan dilaksanakan secara multiyears programe, yang terukur, transparan, dan dilaksanakan secara bertahap. Pembangunan ketahanan pangan dilakukan assesment setiap tahun untuk kemajuan program.

Bahan pangan strategis yang wajib tersedia diantaranya beras, daging (sapi dan ayam), telur, gula pasir, cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah. Berdasarkan data dari BPS 2016 untuk konsumsi RT di DIY meliputi beras 31.981 ton, daging sapi 912 ton, daging ayam 4.292 ton, telur 3.084 ton, gula pasir 2.219 ton, cabai merah 421 ton, minyak goreng 2.190 ton, dan bawang merah 947 ton sedangkan konsumsi non RT cabai merah, minyak goreng dan bawang merah belum terdata. Atas dasar dan pertimbangan tersebut diperlukan sebuah kajian Konsumsi Non Rumah Tangga khususnya pada cabai merah, bawang merah dan minyak goreng sehingga dapat diketahui jumlah konsumsi Non RT di DIY kemudian dapat dianalisis dan diproyeksikan untuk kebutuhan 10 tahun kedepan. Langkah kajian ini juga memacu pada paket kebijakan nasional yaitu memperteguh ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Berdasarkan kebijakan tersebut ditegaskan agar pemerintah terkait dapat menjaga harga yang wajar, yang bisa menguntungkan petani, dan konsumen tetapi juga tidak merugikan para produsen.

Komoditas strategis dapat tercapai dengan harga wajar, menguntungkan petani, produsen dan konsumen bila pemda DIY memiliki data pangan RT dan data pangan Non RT dalam memenuhi total kebutuhan pangan di DIY termasuk ekspor dan import.

Data pangan non RT yang belum diketahui ini, akan diadakan pengambilan data yang selanjutnya dilakukan analisis data untuk menentukan arah kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Output yang diharapkan menghasilkan angka kebutuhan konsumsi non rumah tangga untuk komoditi cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng tingkat provinsi dan tingkat kabupaten atau kota.

Lainnya :
*
Kunjungan Ke Lokasi Lumbung Pangan Masyarakat Sumatera Barat
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Admin | 16-08-2018 |
*
BKPP DIY Selenggarakan Lomba Desa Mandiri Pangan Tahun 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-07-2018 |
*
Sosialisasi Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Pembahasan Lomba Desa Mandiri Pangan 2018
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 25-05-2018 |
*
BKPP DIY Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Bidang Ketersediaan Pangan
Oleh : Sekretariat | 26-02-2018 |

Beranda Bidang Ketersediaan Pangan