Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Diseminasi Fasilitasi Kelembagaan Akses Pangan
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 18-02-2017 |

Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan mengadakan pertemuan Diseminasi Fasilitasi Kelembagaan Akses Pangan yang dibuka oleh Kepala BKPP DIY. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2017 yang bertempat di Ruang Rapat Cassava BKPP DIY.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 menjelaskan tentang pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.

Akses pangan merupakan salah satu sub sistem ketahanan pangan yang menghubungkan antara ketersediaan pangan dengan konsumsi /  pemanfaatan pangan. Akses pangan baik apabila semua ruma tangga atau semua anggota rumah tangga mempunyai sumber daya yang cukup untuk mendapatkan pangan yang cukup pula baik dari segi kuantitatif, kualitatif dan keragaman pangan. Akses pangan tidak akan lepas dari pasokan, stok dan harga karena tingkat akses pangan masyarakat dipengaruhi oleh kelancaran pasokan, ketersediaan stok sekaligus kondisi harga yang terjadi.

Tujuan diseminasi fasilitasi kelembagaan akses pangan antara lain peningkatan akses pangan masyarakat di tingkat rumah tangga di daerah rawan pangan melalui usaha akses pangan produktif, peningkatan cadangan pangan masyarakat untuk mendukung dan menyediakan pangan pada saat rawan transien dan pada musim / saat paceklik, serta peningkatan kemampuan dan pemberdayaan masyarakat / anggota Gapoktan di dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Upaya peningkatan akses pangan rumah tangga dapat ditempuh di wilayah KTI, pembangunan pulau mandiri pangan, peningkatan pendapatan masyarakat stabilisasi harga pangan dan non pangan, peningkatan pengetahuan rumah tangga akan pola pangan bergisi da sehat serta bantuan pangan (pemerintah, swasta, dan masyarakat).

Gapoktan penerima dana Bantuan Hibah Dukungan Kelembagaan Akses Pangan di tahun 2017 harus berada di daerah / lokasi desa rawan pangan dari hasil pemetaan akses pangan yang telah diidentifikasi dan diverifikasi ataupun hasil investigasi dengan kriteria :

  1. memiliki organisasi kepengurusan yang masih aktif dan sah,
  2. memiliki SDM yang mampu mengelola dan mengembangkan usaha akses pangan produktif dan keinginan untuk memperluas usaha yang lebih menguntungkan bagi Gapoktan dan kelompok klaster usaha akses pangan di tingkat Padukuhan,
  3. tidak bermasalah dengan perbankan,
  4. memiliki komitmen dan bersedia membuat laporan bulanan-tahunan ke BKPP DIY,
  5. berbadan hukum serta
  6. berdomisili di wilayah tersebut.

Untuk dapat mencapai keberhasilan pengembangan Lembaga Akses Pangan Masyarakat (LAPM), maka harus memenuhi persyaratan-persyaratan kepengurusan Gapoktan yang dinamis, keterpaduan kegiatan dalam Gapoktan, tertib pelaksanaan, pembukuan, dan pelaporan serta kerjasama dan pembangunan jejaring.


(Peserta)
 

 

 

Lainnya :
*
Optimalkan Serapan Gabah, BKPP DIY Gelar Rakor
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-08-2018 |
*
BKPP DIY Ikut Ramaikan Hari Jadi Sleman
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DIY Adakan Bazaar Selama 12 Hari
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-05-2018 |
*
BKPP DIY Adakan Temu Gapoktan bersama Koppasindo
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 22-03-2018 |
*
Toko Tani Indonesia (TTI) Center Ikuti Pameran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-03-2018 |

Beranda Bidang Distribusi Pangan