Logo DIY jogja istimewa
BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Sosialisasi PUPM
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 14-03-2017 |

Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang kegiatannya dilaksanakan Toko Tani Indonesia (TTI) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2017 tidak ada tahap penumbuhan, pengembangan dan kemandirian tetapi ini merupakan tahap kedua. Pertemuan tanggal 9 Maret 2017 bertempat di Ruang Rapat Dewi Sri BKPP DIY diadakan dalam rangka untuk Sosialisasi Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat. Kegiatan itu membahas terkait kebijakan-kebijakan, sosialisasi petunjuk kegiatan tentang PUPM dan motivasi untuk memicu kegiatan di tahun 2017.

Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui Toko Tani Indonesia tahun 2017 dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga harga di tingkat produsen, memotong rantai pasok pangan, dalam hal ini Gapoktan langsung bekerjasama dengan TTI, menekan harga di tingkat konsumen, menciptakan margin keuntungan berkeadilan bagi seluruh pihak dan mengefisienkan struktur pasar.

“Model pengembangan PUPM di tahun 2017, sasarannya Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan TTI”, tegas Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan BKPP DIY, Ir. Syam Arjayanti, M.PA. “Gapoktan yang terdiri dari Gabungan Kelompok Tani kemudian langsung memasok bahan pangan ke TTI dan melakukan penetapan harga jual yang berada di tingkat TTI”, tambah beliau.

Sasaran lokasi kegiatan PUPM di tahun 2017 ini adalah berupa daerah konsumen utama yang menjadi barometer fluktuasi harga dan pasokan komoditas pangan pokok strategis, yaitu 10 LUPM, 43 TTI dan 4 Kabupaten. Tahap pelaksanaan kegiatan PUPM yaitu penetapan LUPM, penetapan TTI, dan penetapan tenaga pendamping. Dalam penetapan LUPM diadakan evaluasi PUPM dan TTI yang dilakukan oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota, hasil evaluasi kemudian diusulkan ke Provinsi dan selanjutnya diverifikasi oleh tim Pembina Provinsi bersama Tim Teknis Kabupaten/Kota dan/atau dibantu Tim Pusat. Kemudian LUPM dan TTI terpilih ditetapkan dengan keputusan PPPK Provinsi dan disahkan oleh KPA di Provinsi. Calon TTI sendiri berasal dari usulan LUPM.

Ketentuan kemasan dalam kegiatan PUPM, untuk produk beras yang dipasarkan dan disalurkan oleh TTI sudah dalam kondisi dikemas oleh LUPM sebelum dipasok ke TTI. “Bentuk, desain dan logo kemasan khusus komoditas beras ditentukan oleh Kementrian Pertanian”, ujar Kepala Sub Bidang Distribusi Pangan, Sumaryatin, S.P.

Gapoktan penumbuhan di tahun 2016 yang tidak memenuhi syarat dapat melanjutkan kegiatan dengan tetap melakukan pembelian gabah sesuai ketentuan (minimal sama dengan HPP) dan mengolah serta menyalurkan beras ke TTI dengan besaran biaya operasional sesuai dengan ketentuan 2017 yang bersumber dari biaya model Gapoktan. Pertemuan ini ditutup oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si.


(peserta)

 

Lainnya :
*
Optimalkan Serapan Gabah, BKPP DIY Gelar Rakor
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-08-2018 |
*
BKPP DIY Ikut Ramaikan Hari Jadi Sleman
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 17-07-2018 |
*
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) DIY Adakan Bazaar Selama 12 Hari
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-05-2018 |
*
BKPP DIY Adakan Temu Gapoktan bersama Koppasindo
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 22-03-2018 |
*
Toko Tani Indonesia (TTI) Center Ikuti Pameran Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Bidang Distribusi Pangan
Oleh : Sekretariat | 15-03-2018 |

Beranda Bidang Distribusi Pangan